Berantas DBD, Ini Langkah Efektif Yang Gencar Dilaksanakan Dinas Kesehatan Kampar!

186
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

Kampar (Berseripos.co.id)

dr. Hariya Deatzy atau yang akrab disapa dr. Desi salah satu Kabid di Dinas Kesehatan Kampar.

Demam berdarah maupun malaria merupakan suatu penyakit yang menjadi momok sangat menakutkan bagi seluruh elemen masyarakat luas saat ini.

Dari usia balita sampai dengan lanjut usia penyakit ini bisa bisa saja merenggut nyawa tanpa mengenal waktu.

Oleh karena itu Terkait mewabahnya kasus demam berdarah atau virus dengue di provinsi Riau, dinas Kesehatan kabupaten kampar menyampaikan bahwa hal tersebut haruslah dapat diminimalisir semaksimal mungkin, agar virus ini tidak dapat meluas.

Kepala Dinas Kesehatan, dr Harris melaui kabid P2PL dr. Hariya Deadzy, kamis (14/09/2017) mengatakan bahwa iklim yang tidak stabil merupakan salah satu pemicu kasus Demam berdarah ini semakin bertambah, apalagi dengan curah hujan yang semakin tinggi saat ini, untuk itu masyarakat diminta harus tetap waspada terhadap sebaran virus DBD ini.

dr. Desi sapaan akrab salah satu Kabid di Dinas Kesehatan Kampar menjelaskan, bahwa dari data yang berhasil dihimpun oleh dinas kesehatan tercatat didalam 31 puskesmas yang berada dikabupaten kampar ada sekitar 181 kasus demam berdarah dari bulan januari hingga agustus, yakni, Bangkinang kota 33 orang, bangkinang 17 orang, kuok 46 orang, gunung sahilanII 7 orang, kampar 8 orang, kampar utara 5 orang, kampar timur 3 orang, kampar kiri 3 orang, kampar kiri huluI 2 orang, kampar kiri tengah 1 orang, rumbio jaya 1 orang, siak huluI 13 orang, siak huluIII 2 orang, salo 6 orang, XIII koto kamparI 6 orang, XIII koto kamparII 4 orang, XIII koto kampar III 3 orang, tambang 8 orang, tapung I 3 orang, tapung hulu I 6 orang, tapung hulu II 2 orang, tapung hilir 1 orang, koto kampar hulu 1orang.

Terkait :   Rampok dan Perkosa Korban Depan Pacarnya, Itulah yang Dilakukan Pembegal Motor di Riau

“Sedangkan korban yang meninggal dunia disebabkan penyakit demam berdarah ada sekitar 2 orang yaitu di kecamatan bangkinang 1 orang dan kecamatan XIII koto kampar 1 orang,” terangnya.

Lebih lanjut dr desi menerangkan, kepada berseripos.co.id, bahwa saat ini dinas kesehatan tengah gencar-gencarnya melakukan sosialisasi melalui puskesmas puskesmas yang diikut sertakan perangkat desa di setiap kecamatan untuk memberikan edukasi tentang bagaimana cara pemberantasan sarangan nyamuk DBD ini.

Disamping itu, selain voging, saat ini dinas kesehatan juga meninjau langsung ke desa desa untuk mensosialisasikan bagaimana cara meminimalisir wabah DBD yang sekarang sudah cukup meresahkan, salah satunya dengan cara mempratekkan lavitrap.

“Lavitrap ini juga merupakan alat perangkap nyamuk yang cukup efektif untuk membasmi nyamuk DBD,” terangnya

Ditambahkan dr. Desi, diharapkan agar masyarakat sekitar dapat tetap menjaga kebersihan lingkungannya masing masing, kesadaran berprilaku peduli terhadap lingkungan sangatlah penting bagi kesehatan.

“Kebersihan merupakan langkah utama dalam memberantas virus dengue atau DBD,” tegasnya.

Kasi P2M Dinas Kesehatan Kampar, Rahmat.

Sementara itu diruangan yang sama kasi P2M Rahmat saat di wawancarai Berseripos.co.id mengatakan, bahwa saat ini ada beberapa cara untuk memberantas penyakit DBD ini, yakni dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PN) yang disosialisasikan kepada kepala puskesmas serta pemegang program di puskesmas yang melibatkan masyarakat langsung.

Disamping itu, selain Pemberantasan sarang nyamuk rahmat juga menyebutkan program larvasidasi juga saat ini masih berjalan,

“Larvasidasi ini yaitu memberikan bubuk larvasida,” jelasnya.

Selanjutnya, rahmat menerangkan bahwa voging juga merupakan salah satu cara pembasmi nyamuk, voging itu sendiri mempunyai 2 jenis , yakni ada voging fokus dan voging rutin.

Terkait :   Geger! Warga Temukan Mayat Mr. X di Sekitar Pantai Desa Mentayan

“Voging fokus yaitu voging yang dilakukan pada tempat atau rumah bagi penderita kasus DBD, sedangkan voging rutin yaitu voging yang dilakukan pada desa desa yang indemis, ada atau tidak ada kasus DBD voging tetap di laksanakan,” terangnya.

Lebih lanjut rahmat mengatakan, bahwa Baru baru ini kegiatan Voging kami tujukan di daerah Bangkinang, Salo, Kuok dan Lapas bangkinang.

Tampak, Tim dari Dinas Kesehatan Kampar sedang melakukan Voging di rumah masyarakat.

“Memang Voging cukup ampuh untuk memberastas nyamuk, akan tetapi yang jauh efektif adalah peran serta masyarakat yang turut andil dalam memberantas sarang nyamuk,” jelasnya.

Sekedar catatan dan diketahui bersama, perbandingan kasus dari tahun 2016 hingga 2017 ini, rahmat menyebutkan bahwa dari sudut pandangnya saat ini perbandingan itu statis grafiknya tidak bermakna dan hanya itu itu saja,

“Tahun kemarin angka kasus DBD ada sekitar 300 lebih, sedangkan di buoan Agustus saja sudah mencapai 181, dan hasil prediksi saya bulan desember mungkin segitu segitu juga. Intinya penanganan kasus DBD ini tidak harus voging, voging itukan altenatif terakhir, masyarakat lah harus berperan disini,” pungkasnya.

Ditambahkan Rahmat, seefektif voging tersebut dalam memberantas nyamuk, namun itu adalah altenatif terakhir.

“Sebenarnya saya tidak suka program voging, karena yang disemprotkan kepada masyarakat merupakan asap beracun, lebih bagus laksanakan program PSN, program PSN itu masyarakat harus berperan penuh dalam melaksanakannya, saya yakin kalau hal itu dilaksanakan pasti kasus DBD drastis menurun,” tutupnya. (Yudha Pratama)