Naas, Anak Ini Meninggal Dunia Gara-gara Orangtua Salah Beri Takaran Obat

1
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

Koranriau.com – Seorang anak meninggal dunia setelah sempat mengalami demam usai memaminum obat pemberian orangtuanya.

Anak tersebut sempat mendapat perawatan namun akhirnya nyawanya tidak tertolong lagi.

Hasil pemeriksaan mendalam diketahui bahwa orangtuanya salah memberikan takaran obat pada anaknya tersebut.

Kejadian ini tentu saja menjadi pembelajaran bagi ibu-ibu lainnya yang akan memberikan obat pada anaknya yang demam.

Sebaiknya ikuti petunjuk dokter atau bawa pemeriksaan ke rumah sakit untuk memastikan obat yang dikonsumsi anak sehat dan aman.

Melihat anak-anak demam, orang tua tentu akan merasa panik dan ingin segera mengobatinya.

Tetapi hati-hati, melansir kabar dari Vietnamnet.vn pada Sabtu (24/8/2019), seorang bocah dinyatakan alami gagal hati gara-gara orang tua salah beri takaran obat.

Terkait :   Tips Aman Dalam Memilah Ikan Kalengan

Phan Hong Sang, Wakil Kepala Departemen Pengendalian Racun Intensif, Rumah Sakit Umum di Phu Tho, Vietnam, mengatakan bahwa pasien TVD, yang berusia 27 bulan dalam kondisi kritis.

Bocah tersebut harus dipindahkan ke rumah sakit darurat pada pada 14 Agustus 2019 lalu, dalam kondisi kritis karena antipiretik parasetamol.

Pasien dirawat di rumah sakit dalam keadaan, lemah, demam tinggi 38 derajat, kesulitan bernapas, paru-paru berventilasi buruk, dan hati membesar 2cm di bawah panggul.

Dokter mendiagnosis, pasien mengalami asidosis metabolik parah (PH 7.1) berdasarkan pneumonia atau radang paru-paru.

Keluarga mengatakan setiap anaknya mengalami demam tinggi dan sesak nafas, mereka memberinya parasetamol antipiretik 500mg x 4 kapsul dalam sehari.

Terkait :   Keberangkatan Dua Atlet Senam ke Qatar Akan Dilepas Ketua DPRD Riau

Hal itu telah dilakukan selama 4 hari berturut-turut.

Setelah selamtakan oleh dokter, balita malang tersebut justru mengalami koma dan pupilnya menunjukkan kontraksi.

Setelah dicek bocah tersebut dinyatakan alami gagal hati kronis, hingga terjadi peningkatan enzim hati serta terjadi peningkatan bilirubin.

Setelah penanganan yang gagal tersebut, pasien akhirnya kembali dirujuk ke Rumah Sakit Anak Nasional untuk perawatan lebih lanjut.(*)

 

Sumber:TRIBUNPEKANBARU.COM