Tinggal Kenangan, Bangkai Kapal Titanic Pun Akan Hilang Secara Perlahan Dimakan Bakteri

3
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

Koranriau.com – Keberadaan kapal Titanic sudah lama diketahui. Kondisinya kini bangkai kapal Titanic semakin hancur dimakan bakteri.

Seorang sejarawan mengatakan secara perlahan kapal legendaris titanic akan kembali ke alamnya.

Hilang secara perlahan dimakan bakteri.

Kondisinya kini didalam laut sudah semakin habis.

Dalam penyelaman pertama sejak 14 tahun lalu, sekelompok tim internasional berhasil mengidentifikasi kapal Titanic dan menemukan perubahan besar pada kapal legendaris itu.

“Titanic telah kembali ke alam,” ujar Parks Stephenson, sejarawan yang terlibat dalam ekspedisi Titanic kepada BBC.

Stephenson mengatakan, beberapa bagian kapal itu telah hilang, termasuk geladak kapten.

“Seluruh sisi geladak hilang. Dan perlahan tapi pasti, Titanic akan hilang seutuhnya,” imbuh dia dalam sebuah pernyataan.

Menurut Clare Fitzsimmons seorang ilmuwan dalam ekspedisi, kapal Titanic habis dimakan bakteri atau mikroba pemakan logam.

Terkait :   Mauricio Pochettino Atau Pelatih Tottenham, Sebut Gonzalo Higuain Selevel dengan Harry Kane

“Ada banyak mikroba di bangkai kapal yang terus menggerogoti besi,” ungkap Clare kepada BBC.

Kursi kayu dan sejumlah benda-benda di atas kapal Titanic (Aldridge/BNPS)

Kursi kayu dan sejumlah benda-benda di atas kapal Titanic

Selain dimakan bakteri, erosi dari air asin dan arus air laut yang kuat juga berperan dalam pembusukan kapal ini.

Untuk diketahui, Titanic berada 12.500 kaki ata 3.810 meter di bawah permukaan Samudera Atlantik Utara.

Tim eksplorasi dipimpin oleh penjelajah Victor Vescovo Stephenson dan pemimpin ekspedisi Rob McCallum.

Melansir Newsweek, rabu (21/8/2019), tujuan ekspedisi adalah untuk mendokumentasikan kapal Titanic untuk pembuatan film dokumenter oleh Atlantic Productions. Mereka mensurvei puing-puing dan kehidupan lain di kapal karam itu.

Menjelang peringatan seabad tenggelamnya Titanic, NOAA mengatakan kapal harus dilindungi. Pihaknya telah mengeluarkan aturan bahwa situs Titanic hanya bisa dikunjungi untuk keperluan penelitian ilmiah dan pendidikan.

Terkait :   Ini Dia Pemain Manchester United Yang Akan Pensiun Pada Akhir Musim

Aturan ini harus dipatuhi, sebab lambung dan struktur kapal besar kemungkinan bakal runtuh dalam 50 tahun ke depan.

Hal ini ditunjang dengan studi 2018 yang mengungkap, bakteri Halomonas titanicae terus menggerogoti logam kapal dan hal ini dapat menghancurkan Titanic hanya dalam beberapa dekade.

Titanic tenggelam pada tahun 1912 setelah menabrak gunung es di Samudra Atlantik. Kapal seberat 52.310 ton itu hanya butuh waktu kurang dari tiga jam (tepatnya 2 jam lebih 40 menit) untuk tenggelam.

Peristiwa ini menewaskan lebih dari 1.500 orang. Kini, kapal Titanic berada di dasar lautan, sekitar 400 mil selatan Newfoundland.(*)

 

Sumber:TRIBUNPEKANBARU.COM