Fokus – Seminggu Ricard Tidak Pulang ke Rumah Demi Padamkan Api di Rawang Air Putih Siak Riau

14
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

Koranriau.com, SIAK – Tim Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kampung Rawang Air Putih, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau masih berjibaku di lokasi Kebakaran, meski hujan turun pada Kamis (15/8/2019) pagi.

Mereka tetap memastikan kondisi lahan terbakar di kampung itu benar-benar padam total.

Ricard (42), sudah seminggu tidak pulang ke rumahnya di Perawang.

Ia bertahan bersama timnya yang bergabung dengan Manggala Agni di lokasi Karhutla untuk terus memadamkan api.

Richard merupakan KoordinatorTim Reaksi Cepat (TRC) dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dari APP Sinar Mas. Ia aktif berkoordinasi dengan tim lain untuk berjuang melawan titik-titik api yang terus menjalar ke kebun-kebun sawit masyarakat.

“Lebih 1 minggu anggota kita di lapangan ini dan memonitor sampai membantu pemadaman Karhutla di areal perkebunan sawit. Segala aktivitas pribadi kita laksanakan di lokasi ini,” kata dia.

Pihaknya tidak tahu pemilik areal yang terbakar tersebut. Kata dia, biarlah pihak berwewenang yang menentukannya. Sebab, tugasnya hanya membantu memadamkam kebakaran itu.

“Di samping itu kita membantu masyarakat dan pemerintah daerah memadamkan api yang dil uar konsesi mitra perusahaan kita,” kata dia.

Pihaknya juga berusaha menghambat api agar tidak masuk ke kawasan mitra perusahaan APP Sinar Mas. Richard turun bukan dengan tim kecil. Timnya sebanyak 170 orang, lengkap pula dengan peralatannya. Sebut saja pompa dan alat berat escavator.

“Beberapa hari belakangan kita operasikan 2 unit helikopter water bombing untuk mendinginkan areal secara bergantian. Ketika saat itu api hampir mendekati parit batas konsesi mitra kita,” kata dia.

Terkait :   Hasil Hitung Cepat KPU Pilkada Riau,Data Masuk 92 Persen, Nomor Urut 1, Syamsuar-Edy Raih 39,39 Persen Suara

Seluruh timnya tersebut sama-sama meninggalkan anak istrinya. Rata-rata mereka tinggal di Perawang, Kecamatan Tualang. Akunya, anggota tim, pun begitu dengan tim lainnya sudah sudah merindukan rumah. Tetapi ia juga tidak mau meninggalkan lokasi karena apinya masih menjalar di bawah permukaan.

“Posko utama kami di Perawang, keluarga juga di sana. Di sela-sela istirahat di lokasi kami sempatkan menelepon anak istri. Namun kami punya komitmen selalu berjaga dan memadamkan api di sini,” urai Richard.

Kebakaran di Rawang Air Putih diduga terjadi pada lahan sawit milik masyarakat. Kebakaran di sana sudah berlangsung lebih satu minggu.

Kepala Manggala Agni Daops Siak Ihsan mengatakan, sebelum hujan turun, cuaca sangat panas dan hembusan angin kencang. Areal yang terbakar merupakan kawasan gambut, menambah waktu penanganan sehingga tim Satgas Karhutla mengalami hambatan.

“Segala upaya untuk memadamkan sudah dilakukan, baik melalui tim darat maupun tim udara,” kata dia.

Satgas Penanggulangan Karhutla di lokasi itu terdiri dari Manggala Agni, BPBD, TNI dan Polri dan MPA. Mereka mendapatkan bantuan pemadaman dari Tim TRC dan RPK PT BKM, RML dan APP Sinar Mas.

“Pemadaman melalui udara juga sudah dilaksanakan. Heli Water Bombing milik Satgas Karhutla Riau dan Heli WB Superpuma dari Sinar Mas sudah dikerahkan. Tapi dikarenakan cuaca lumayan ekstrim dan hembusan angin serta kawasan yang terbakar merupakan kawasan gambut, Tim Pemadaman dari berbagai komponen membutuhkan waktu relative lama untuk memadamkan,” kata dia.

Terkait :   Sampel Limbah PKS PT. PCR Diduga Mencemari Kolam Warga, Sampel Limbah PKS PT. PCR Akan Dikirim ke Laboratorium Pekanbaru

Ihsan memuji Richard karena banyaknya personel regu pemadaman dari Sinar Mas yang turun ke Rawang Air Putih untuk membantu memadamkan api di lahan gambut perkebunan milik warga.

“Selama di lapangan, kami bersama BPBD Provinsi/kabupaten, MPA, TNI, Polri selalu berkordinasi membagi tugas agar kebakaran tidak meluas. Manggala Agni selalu bertugas mengejar kepala api,” kata Ihsan.

Sementara alat berat yang diturunkan oleh Pemkab Siak dan perusahaan Sinar Mas sangat membantu untuk membuat sekat agar api tidak dapat menjalar ke lahan lainnya.

“Kepedulian perusahaan setempat juga sangat kita apresiasi,” ujar Ihsan.

Mengenai kondisi terkini, kata Ihsan, asap mulai berkurang di lokasi kebakaran karena hujan turun dengan intensitas ringan. Ia juga berharap hukan turun cukup deras dan waktu yang lama agar lahan lembab dan tidak memunculkan titik api saat matahari panas terik.

“Alhamdulillah berkat doa semuanya di lokasi kebakaran turun hujan. Tetapi di saat seperti ini perlu kesabaran petugas Manggala Agni dan tim lainnya karena kebakaran tak akan mati total apabila hujannya tidak lebat dan lama. Jadi walaupun hujan saya tetap intruksikan anggota pemadaman karena kita baiknya menyerang api di saat api itu sedang lemah saat ini,” tutup dia.

 

Sumber:TRIBUNSIAK.COM