Akhirnya Tiga Terdakwa yang membawa Sabu 37 Kg Dituntut Hukuman Mati di PN Bengkalis Riau, Faktor Ini Memberatkan Hukuman

0
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

Koranriau.com, BENGKALIS – Pengadilan Negeri Bengkalis mengelar sidang tuntutan terhadap lima terdakwa kepemilikan dan peredaran barang haram jenis sabu 37 kilogram, 75 ribu pil ekstasi dan 10 ribu happy five di ruangan Kartika Pengadilan Bengkalis, Kamis (15/8/2019) petang.

Lima terdakwa tersebut diantaranya Suci Ramadianto, Rojali, Iwan Irawan, Surya Darma dan Muhammad Aris.

Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Aci Jaya Saputra, dihadapan Majelis hakim yang dipimpin Zia Ul Jannah, didampingi dua hakim anggota.

Sementara para terdakwa didampingi Penasehat Hukum Eka Putra Sasmija dan Helmi Syafrizal.

Tuntutan tersebut di bacakan sekaligus oleh JPU dari Kejaksaan Negeri Bengkalis. Pembacaan sekaligus ini sesuai dengan permintaan majelis hakim.

Dalam dakwaan tersebut JPU menjelaskan beberapa hal memberatkan kelima terdakwa, di antara lain dalam memberikan keterangan saat persidangan para terdakwa selalu berbelit dan tidak mengakui bahwa barang haram milik mereka.

Sementara yang meringankan, JPU menjelaskan selama persidangan tidak ada.

Kelima terdakwa di mata JPU terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar tindak pidana penyalahgunaan narkotika melanggal pasal 114 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) Undang Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Terkait :   Kampanye di Inhil, Lukman Edy Sampaikan Program Unggulannya

Dengan dalil tersebut JPU meminta kepada majelis hakim menghukum, terdakwa diantaranya Suci Ramadianto, Rojali dan Iwan Irawan dengan hukuman pidana mati.

Sementara dua terdakwa lainnya yakni Surya Darma dan Muhammad Aris JPU meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara 20 tahun denda sebesar Rp 2 miliar atau subsidair 3 bulan penjara.

Sidang tuntutan ini seharusnya dilaksanakan pada Selasa kemarin. Namun pihak JPU menunggu Rencana penuntutan (Rentut) dari Jaksa Agung. Sehingga sidang sempat tertunda selama tiga kali dan baru dibacakan petang ini.

Sidang akan kembali digelar pada tanggal 21 atau 22 Agustus mendatang. Dengan agenda penyampaian nota pembelaan atau pledoi dari penasehat hukum kelima terdakwa.

Untuk diketahui terdakwa Suci Ramadianto, Rojali, Iwan Irawan, Surya Darma dan Muhammad Aris ditangkap Polda Riau atas dugaan kepemilikan 37 kilogram sabu-sabu, 75 ekstasi dan 10 ribu happy five yang ditemukan dalam sebuah pompong di Perairan Bengkalis.

Pengungkapan kasus ini berawal dari patroli petugas Polair pada 16 Desember 2018 lalu.

Saat itu petugas yang berada di pos melihat ada kapal pompong yang melintas di Sungai Kembung, Bengkalis pada pukul 17.30 WIB. Petugas pun melakukan mendekati pompong tersebut, petugas sempat menayai awak kapal yang berada di pompong tersebut.

Terkait :   Kendala dalam Penggiringan Gajah Liar di Riau adalah Konflik Antar Gajah

Saat itu ada empat orang yang berada di kapal berbendara Indonesia tersebut. Saat ditanyakan mereka mengaku sedang kehabis bahan bakar.

Ketika itu petugas menepikan kapal pompong tersebut. Setelah itu awak kapal memohon izin untuk membeli bahan bakar dan menitipkan kapal ke petugas.

Mereka juga meninggalkan nomor telpon genggam untuk bisa dihubungi. Setelah lama tidak kunjung kembali ke kapal, petugas melakukan pemeriksaan, ternyata ditemukan sejumlah narkoba.

Setelah mengetahui adanya barang haram di kapal pompong tersebut, Ditpolair pun mengembangkan kasus bersama dengan Ditresnarkoba Polda Riau, serta membuat sketsa terhadap empat orang DPO tersebut.

Saat pengembangan kasus, diketahui bahwa tersangka tengah berada di Pulau Jawa. Polda pun berkoordinasi ke beberapa daerah untuk menangkap lima orang tersangka, dan akhirnya kelima tersangka berhasil ditangkap di daerah Probolinggo.

Setelah diketahui bahwa mereka merupakan tersangka kepemilikan narkoba di pompong di daerah Riau, kemudian kelimanya dibawa ke Riau dan diserahkan ke Polda Riau.

 

Sumber:TRIBUNBENGKALIS.COM