Cairan Sperma Jadi Saksi Bisu Dugaan Pembunuhan Siswi SMK Kristina Gultom

5
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

Koranriau.com – Polisi Resort (Polres) Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, masih menunggu hasil DNA dan cairan sperma dari Mabes Polri serta hasil autopsi dari rumah sakit dr Djasemen Saragih Kotamadya Pematang Siantar, atas kematian siswi SMK di daerah itu.

Kapolres Taput, AKBP Horas M Silaen menerangkan, DNA RH tersangka pelaku pembunuh Kristina boru Gultom siswi kelas XII, SMK Karya Tarutung, warga Dusun Barbaran Huta Pangguan, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Taput, telah dikirim ke Mabes Polri.

“Polres Taput telah mengirim DNA tersangka ke Mabes Polri serta cairan sperma yang ditemukan. Kita masih menunggu hasil DNA dan cairan sperma serta hasil autopsi jasad korban dari rumah sakit dr Djasamen Saragih Pematang Siantar,” ungkap Kapolres Taput Horas Silaen, Senin (12/8/2019), diruang kerjanya kepada sejumlah awak media.

Terkait :   Nyawa Jro Mahayoni Berakhir di Tangan Suami, Motifnya Diduga Sakit Hati

Horas Silaen menyebutkan, bila nantinya hasil autopsi dan hasil indentifikasi DNA serta cairan sperma ada kecocokannya dengan DNA dan cairan sperma tersangka RH, RH dapat dijerat pasal berlapis.

“Dalam penyidikan, pasal bisa berubah, apabila ada temuan-temuan baru oleh penyidik dalam pemeriksaan. Jadi pasal awal yang diterapkan oleh penyidik, yakni 338 dan 365, tidak mutlak menjadi acuan untuk pelimpahan berkas perkara ke jaksa penuntutan umum. Kalau ada bukti baru misalnya tindakan pemerkosaan, RH juga dijerat pasal 285 pemerkosaan dan bahkan dijerat pasal 340 pembunuhan berencana,”kata Kapolres Taput.

Di kesempatan yang sama, pemerhati pendidikan di Taput, Martua Situmorang, berharap kepada Kapolres Taput, agar bekerja secara profesional dan membuka kasus itu seterang-terangnya kepada publik.

Terkait :   Ini Alasan Guru Ekskul di Surabaya Sodomi 15 Siswa

“Mohon penanganan kasus ini, agar dilakukan secara profesional dan mengungkap motif serta fakta-fakta hukum. Juga agar membuka kasus ini seterang-terangnya kepada publik, agar tidak terjadi berbagai persepsi atau penafsiran yang berbeda-beda,” harap Martua Situmorang, seraya menegaskan, kasus itu sudah menjadi perhatian segala elemen di daerah itu.

Kristina boru Gultom diketahui tidak pulang ke rumahnya semalaman (Minggu 4/8/2019) dan ditemukan tewas di kebun tidak jauh dari rumahnya Senin 5 Agustus 2019, sekira Pukul 08.00 WIB.

Jasad Kristina boru Gultom (korban), ditemukan diantara pokok bambu dan pokok salak, tepatnya tempat kejadian perkara (TKP) di Dusun huta Sitolu-tolu, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Taput. (R04)

Sumber: Okezone.com