Antisipasi Kebakaran, Pertamina MOR I Adakan Simulasi Keadaan Darurat

0
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

Koranriau.com PEKANBARU – PT Pertamina (Persero) Marketing Operasional Region (MOR) I melalui Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Siak melaksanakan simulasi penanggulangan Organisasi Keadaan Darurat (OKD) tentang kemungkinan terjadinya kebakaran mobil tangki yang berada di bangsal pengisian, Kamis (8/8).

Operation Head Terminal BBM Sei Siak, Arif Ardyansyah mengatakan, kegiatan simulasi Organisasi Keadaan Darurat (OKD) ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan seluruh pekerja di lingkungan perusahaan.

“Karena kami paham sedang berada di lingkungan yang memiliki risiko kebakaran yang tinggi,” katanya.

Arif menganggap simulasi ini sangat penting dilakukan demi mengantisipasi keadaan darurat yang mungkin terjadi. Menurutnya, bila terjadi hal yang tidak diinginkan, itu tidak hanya berakibat langsung kepada pekerja namun juga langsung kepada lingkungan di sekitar perusahaan.

Terkait :   Terkait Penganiayaan 4 Wartawan, JOIN Riau Minta Para Petinggi Tindak Tegas Oknum Polisi dan Satpol PP‎

“Oleh karena itu kami harus terus mengasah kemampuan kami dan mempertajam reaksi kesigapan kami dalam menghadapi keadaan darurat yang mungkin terjadi,” tutupnya.

Dilain sisi, Supervisor Health, Safety, Security and Environment (HSSE), Dedy Susanto juga mengatakan, simulasi yang dilakukan bersamaan diantaranya kebakaran di lapangan parkir, unjuk rasa dan simulasi evakuasi korban serta gangguan fasilitas yang mungkin terjadi ketika keadaan darurat sungguhan terjadi. Selain itu juga, perlu dilakukan simulasi penanggulangan tumpahan guna mengantisipasi potensi pencemaran di perairan sekitar.

“Melakukan penanggulangan dan selalu siap siaga itu terus kami asah sesuai ketentuan perusahaan untuk memastikan jika terjadi hal tidak diinginkan kami sudah siap,” tuturnya.

Terkait :   Sukseskan Pacu Jalur 2019, ASN Goro Bersihkan Hotel Kuansing

Ia melanjutkan, simulasi ini melibatkan beberapa pihak, baik internal maupun eksternal, pihak internal yaitu seluruh bagian terkait di dalam Pertamina, serta pihak eksternal yaitu warga sekitar, Dinas Pemadan Kebakaran, Tentara Negara Indonesia (TNI) dan Polisi Republik Indonesia (Polri).

“Semoga upaya rutin melakukan simulasi Organisasi Keadaan Darurat (OKD) ini menjadi bukti nyata kepedulian kami terhadap Perusahaan dan seluruh stakeholders yang berada di lingkungan Pertamina agar operasional tetap aman, selamat dan tidak mencemari lingkungan”, harap Dedy. (R05/MCRiau)

Sumber:RIAUSKY.COM