Sakit Hati Karena Hutang Terus Ditagih, Pria di Minas Riau Ini Bunuh Temannya Sendiri

0
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

KORAN RIAU, SIAK – Warga kecamatan Minas, kabupaten Siak, Riau kembali geger karena kasus pembunuhan. Pria 56 tahun, Araoe Sekhi Hulu dihabisinya nyawanya di sebuah gubuk milik Simorangkir, di jalan Bypass Gs 5 kampung Minas Barat, kecamatan Minas, kabupaten Siak.

Pada Senin (8/7/2019) sekira pukul 19.15 WIB, Robi Tarigan, warga setempat menemukan mayatnya di gubuk milik Simorangkir tersebut.

Posisi mayat tertelungkup ke tanah dan tangan sebelah kiri terikat/dililit dengan kain serperti gelang.

Mayat itu dalam keadaan tidak memakai celana, hanya menggunakan baju kaos berkerah lengan pendek abu-abu.

“Mendengar informasi itu personel kami melakukan pengecekan terhadap lokasi rumah gubuk tempat ditemukan mayat tersebut. Benar ada sesosok mayat laki-laki yang diperkirakan sudah 2 hari di lokasi gubuk kebun sawit itu,” kata Kapolres Siak AKBP Ahmad David, Kamis (11/7/2019).

Personel piket fungsi Polsek Minas langsung melakukan pengecekan dan olah TKP. Pihaknya menemukan ada tanda-tanda kekerasan terhadap mayat tersebut.

Terkait :   Karena Simpan Sabu dan Ektasi Senilai Rp2 Milyar Pelaku Berhasil Dibekuk Polisi

Sebab terdapat tanda lebam bewarna biru pada bagian dada diduga bekas pukulan.

Pada bagian muka tepatnya di bibir mayat terlihat bekas pukulan benda tumpul yang juga mengakibatkan lebam bewarna biru dan mengeluarkan darah.

Mata mayat sebelah kanan melotot dan di bagian anusnya mengeluarkan kotoran.

Berdasarkan informasi dan identitas korban, tim Opsnal Sat Reskrim Polres Siak bersama Reskrim Polsek Minas melakukan penyelidikan. Selasa (9/7/2019) pukul 20.00 WIB pihaknya menangkap pria inisial AG.

“Penangkapan dilakukan di rumah tersangka di Jalan Bypass, dusun Sukupulung, kampung Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak,” kata dia.

Tersangka AG mengakui perbuatannya. Alasan tersangka tega melakukan pembunuhan itu karena sakit hati dan marah kepada korban.

Sebab, korban selama ini menumpang hidup di rumahnya, namun korban selalu menagih utangnya.

Terkait :   Kesalnya Warga Desa di Pelalawan Riau Rumah Kebanjiran Air Laut, Tuding Penyebabnya Proyek Pintu Air

Bahkan tersangka AG merasa korban menagih utangnya dengan cara kasar.

“Karena merasa sakit hati tersebut akhirnya tersangka ini menghabisi nyawa korban,” kata dia.

Pada pemeriksaan mayat berjenis kelamin laki-laki, berusia sekira 56 tahun itu, ditemukan luka lecet pada paha kiri dan lutut kanan. Resapan darah pada kulit kepala bagian dalam, otot leher, otot dada dan organ lambung akibat kekerasan tumpul.

Selanjutnya ditemukan pula luka terbuka pada lengan kiri akibat kekerasan tajam.

Sebab meninggalnya korban adalah akibat kekerasan tumpul pada daerah leher yang menimbulkan hambatan jalan nafas.

Barang bukti yang diamankan kepolisian pada peristiwa ini adalah celana panjang levis warna biru muda, celana dalam warna merah hati, mancis warna orange, sandal warna kuning orange, sepeda motor honda Revo warna hitam BM 5372 YB dan satu batang broti (DPB). (Tribunsiak.com/mayonal putra)

 

Sumber:TRIBUNSIAK.COM