Kesalnya Warga Desa di Pelalawan Riau Rumah Kebanjiran Air Laut, Tuding Penyebabnya Proyek Pintu Air

0
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

KORAN RIAU, PANGKALAN KERINCI – Warga Desa Serapung Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Riau mengeluhkan rumahnya kebanjiran setiap air pasang naik.

Kondisi itu sudah terjadi selama empat bulan terakhir.

Menurut Ketua Pemuda Desa Serapung, Rustam, penyebab air pasang laut masuk ke permungkiman masyarakat yakni proyek pembangunan pintu air irigasi yang tidak tuntas sepenuhnya.

Pintu atau klep air itu didirikan tahun 2018 lalu dan setelah selesai ternyata masalah banjirpun mulai terjadi.

“Kami warga disini sudah resah dan sekaligus kesal dengan hasil proyeknya. Masyarakat yang jadi teraniaya karena ulah kontraktornya,” ungkap Rustam kepada tribunpelalawan.com, Rabu (10/7/2019).

Ia menjelaskan, pembangunan pintu irigasi itu merupakan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pelalawan tahun 2018.

Ada lima pintu air yang didirikan di sekitar Desa Serapung serta desa tetangganya.

Terkait :   Kampar Targetkan Juara Umum Porprov Riau 2017, Cabor Gagal Raih Medali Puasa Setahun Anggaran

Gunanya untuk mengontrol air laut masuk ke parit agar tidak mengakibatkan banjir jika musim pasang tinggi.

Setelah proses pengerjaan oleh kontraktor selesai dan klep irigasi bisa digunakan, masalah timbul setelah bagian kiri dan kanan pintu tidak ditimbun dengan sempurna.

Tanah penahan yang seharusnya kokoh terhadap terjangan ombak serta arus air malah dibuat sembangan dan bahkan beberapa diantaranya malam tak ditimbun.

Alhasil air laut tetap masuk hingga tidak terkontrol lantaran tanah penahannya terkikis terus hingga melebar.

“Jadi setiap pasang air sampai k permungkiman. Halaman rumah terendam dan ada yang sampai ke dalam rumah,” tandasnya.

Dikatakannya, proyek pintu air yang seharusnya solusi penahan air laut malah bikin air asin itu masuk dalam porsi besar hingga membebani masyarakat.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana tugas (Plt) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pelalawan Hardiansyah Putra MT membenarkan jika proyek itu milik instansi yang dipimpinnya.

Terkait :   Mantap! BEM Unri Galang Dana Peduli Bencana Sinabung di CFD

Ia sendiri sudah mendengar keluhan masyarakat atas proyek pintu air tersebut.

Namun pihaknya akan melakukan pengecekan dan menindaklanjuti jika ditemukan hal tak wajar.

“Nanti kita cek dulu dokumen, apakah ikut penimbunan atau gimana. Kalau perlu nanti akan cek ke lokasi juga. Kalau ngak salah itu dana DAK,” beber Hardiansyah.

Penelusuran tribunpelalawan.com di LPSE Pelalawan tahun 2018 proyek bernama Peningkatan Jaringan Irigasi DIR Serapung bersumbe dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Pagu anggarannya Rp 2.430.258.000,- di Dinas PUPR pada Maret tahun lalu.

Adapun perusahaan kontraktor pemenang yakni CV Karya Konstruksi Riau yang beralamat di Komplek Perumahan Putri Tujuh Kota Pekanbaru dengan harga penawaran Rp 2.232.046.000,-. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung).

 

Sumber:TRIBUNPELALAWAN.COM