Mabuk Miras, Pria di Pekanbaru Nekat Coba Memperkosa Seorang IRT

0
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:


Pengaruh minuman keras bikin pemuda di Pekanbaru terjerumus. Saat mabuk ia mencoba memperkosa seorang ibu rumah tangga.

KORAN RIAU -PEKANBARU-Diduga karena sedang mabuk minuman keras, Putra Banjarnahor (19) nekat mencoba memperkosa Sd, seorang ibu rumah tangga (IRT) yang sedang tertidur di rumahnya di Jalan Karya indah, Gg Karya Jaya, Kelurahan Bandaraya, Kecamatan Payung sekaki, Ahad (07/07/19) dinihari. Tersangka bahkan sempat menutup mulut korban dan juga mengancam akan membunuh korban jika melawan.

Beruntung, sebelum tersangka melakukan nafsu bejatnya, korban berhasil melawan dan berteriak minta tolong sehingga didengar oleh warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan tersebut kemudian datang menolong korban. Tersangka juga sempat lari karena panik, namum warga berhasil menangkapnya dan menyerahkannya ke Mapolsek Payung Sekaki.

Terkait :   Sinergiskan Program, Ketua JOIN Kampar Kunjungi Kadis Lingkungan Hidup Kampar

“Saat mencoba memperkosa korban, tersangka sedang mabuk. Saat kejadian itu, suami korban juga sedang tidak berada di rumah. Tapi korban berhasil melawan dan teriak minta tolong,” ujar Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhia Dianda kepada riauterkini.com, Ahad pagi.

Dia menjelaskan, peristiwa itu sendiri berawal ketika korban sudah tertidur di kamar bersama bayinya. Namun korban langsung terbangun karena tiba-tiba tersangka sudah ada di kamar tersebut sambil meraba-raba tubuh korban.

“Ketika tersangka mau membuka celana korban, saat itulah korban melakukan perlawanan. Tersangka sempat mengancam akan membunuh korban, tapi korban tetap berteriak minta tolong sampai akhirnya tersangka berhasil ditangkap oleh warga dan dibawa ke Polsek Payung Sekaki untuk diproses,” sebutnya.

Terkait :   Lagi-lagi Iblis Ditangkap karena Narkoba, Tak Kapok Walau Pernah Mendekam di Penjara

Sementara itu, atas perbuatannya, sambung Budhia, tersangka akan dijerat dengan Pasal 53 dan atau Pasal 285 jo Pasal 289 dan atau Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 4 tahun penjara.***(gas)

 

Sumber:Riauterkini