Hafal 5 Juz Alquran Langsung Diterima di SMAN 1 Bengkalis, Masih Ada Daftar Tak Sesuai Zonasi

0
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

KORAN RIAU, BENGKALIS – Pada hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA secara serentak di Bengkalis, Senin (1/7/2019), masih ditemukan orangtua calon siswa yang mencoba mendaftarkan anaknya di luar zonasi.

Seperti yang dilakukan Meisen, warga Kelurahan Damon ini datang ke SMAN 1 Bengkalis untuk mendaftarkan anaknya. Namun, langsung ditolak sekolah karena calon siswa tinggal di luar zonasi SMAN 1 Bengkalis.

“Tadi kita memang mau tes. Siapa tahu bisa, ternyata setelah kita coba tidak bisa,” terangnya.
Meisen punya alasan sendiri ingin menyekolahkan anaknya di SMAN 1, mutu pendidikan dan prestasi sekolah di sana sangat bagus. Begitu juga anaknya juga semangat ingin bersekolah di SMAN I.

“Pihak sekolah tadi sampaikan ke kita melihat kartu keluarga tidak bisa menerima karena bukan zonasi. Disarankan kita mendaftar ke sekolah zonasi kita di SMAN 3 Bengkalis,” terangnya.

Meisen kecewa dengan sistem zonasi ini yang membuat anak tidak bisa memilih sekolah yang mereka favoritkan.

“Kalau bisa tahun depan jangan lagi pakai zonasi. Pakai tes saja sehingga anak-anak bisa memilih sekolah yang diinginkan,” terang Meisin.

Karena tidak bisa sekolah di SMAN 1 akhirnya Meisin memilih mendaftarkan anaknya ke SMK Maitreya.

“Karena tidak bisa di sini kami mau sekolahkan di SMK Maitreya saja, itu keinginan anak kami,”ujarnya.

Terkait :   Upacara Peringatan HUT RI ke 72 Tingkat Kecamatan XIII Koto Kampar Berlangsung Khidmat

Kepala SMAN 1 Bengkalis Muhammad Nur mengatakan, pihaknya masih menemukan pendaftar di luar zonasi.

“Pendaftar di luar zonasi masih kita temukan. Tapi kita tolak dan sarankan mereka mendaftar sesuai zonasi masing-masing. Kalau dipaksakan diterima kita juga nantinya yang akan bermasalah,” terangnya.

Untuk pendaftaran hari pertama diakui Muhammad Nur pendaftar masih sedikit, pihaknya tidak mengetahui pasti apa penyebabnya.

“Kita sudah umumkan sejak sekitar dua bulan lebih. Daya tampung kita 288 orang,” terangnya.

Zonasi SMAN 1 Bengkalis terdiri dari tiga kawasan, yaitu Kelurahan Kota Bengkalis, Kelurahan Rimba Sekampung dan Desa Wonosari.
Selain penerimaan melalui zonasi, sekolah juga menerima siswa melalui jalur prestasi sebesar 15 persen.

Prestasi yang diterima melalui jalur ini diantaranya, even seperti O2SN, prestasi bidang-bidang olahraga atau Tahfiz Quran.

“Khusus untuk Tahfiz Quran minimal lima juz langsung kita terima bersekolah di sini. Karena kami anggap itu merupakan prestasi,” terangnya.

Lanjut Muhammad Nur, dalam penerimaan tahun ini ada beberapa kendala yang dialami sekolah, yaitu calon murid yang tidak berada dalam zona yang telah ditetapkan namun menginginkan tetap masuk.

Padahal pemerintah telah menetapkan seluruh sekolah akan merata tidak ada sekolah yang unggul atau tidak unggul. Sekolah tidak bisa menerima di luar zonasi, karena konsekwensinya berat.

Terkait :   Tiga Mayat Mengapung di Perairan Pambang Pesisir, Kini Dalam Proses Evakuasi Tim Gabungan Satpolair

Tolak Siswa Bertato

Berbeda dengan SMK Negeri, dalam proses PPDB tidak diatur berdasarkan pada zonasi wilayah . Bebas, karena disesuaikan dengan masing-masing program studi yang ada.

Seperti di SMKN 1 Bengkalis yang membuka penerimaan murid baru 1-4 Juli 2019 mendatang. Terlihat ramai pendaftar di sekolah ini.

“Khusus untuk SMK memang tidak ada zonasi karena berdasarkan pada jurusan berbeda beda dengan SMK yang lainnya. Di sini ada jurusan las sama budidaya perikanan, komputer jaringan,” ujar Kepala SMKN 1 Bengkalis, Joko Sarwotho.

Terkait dengan seleksi kepada calon murid, pihaknya menerapkan cek fisik baik laki-laki maupun perempuan. Pelarangan dan tidak menerima calon murid diantaranya yang badan bertato dan bertindak bagi calon murid laki-laki.

“Memang kita lakukan seleksi, cek fisik, baik laki laki maupun perempuan. Tidak menerima yang bertato atau laki laki yang bertindik macam perempuan. Terus ada indikasi macam pemabuk atau pengaruh obat-obatan terlarang juga dipastikan tidak akan kita terima,” tegasnya seraya menambahkan calon murid juga akan dites tertulis dan wawancara. (Tribunpekanbaru.com/m natsir)

 

Sumber :TRIBUNBENGKALIS.COM