Terlambat Berobat, Anita Meninggal Akibat Demam Berdarah

0
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

KORAN RIAU, PASIRPANGARAIAN – Plt Kepala Puskesmas (Kapus) Rambah, Syafri Maldi menjadwalkan gotong royong (goro) serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di semua desa/kelurahan di Rambah termasuk kawasan endemis DBD.

PSN ini dilaksanakan, menyikapi ditemukannya 24 kasus DBD yang terjadi di lima desa. Bahkan sudah merenggut 1 nyawa warga Desa Menaming.
“Berapa hari lalu bersama Camat Rambah Fatahnalia Putra, Kapolsek Rambah, UPTD, serta 13 kepala desa dan 1 lurah, kita menggelar rapat lintas sektoral. Menyikapi bagaimana mengatasi DBD,” katanya, Minggu (30/6/2019).

Syafri menerangkan, 24 kasus DBD, 12 kasus terpantau di Desa Koto Tinggi. Desa Rambah Tengah Barat ada 5 kasus, 4 kasus di Kelurahan Pasirpangaraian, 2 di Desa Pasir Maju, dan 1 kasus korban meninggal dunia DBD di Desa Menaming.

Terkait :   Ini kata ketua DPRD kampar tentang pelatihan jurnalistik yang ditaja PWI Kampar

Anita (38) warga Dusun Tanking Godang I Desa Menaming positif DBD. Nyawanya tak tertolong, karena keterlambatan berobat.

“Awalnya warga itu ditangani bidan desa. Awalnya demam biasa, kemudian dirujuk bidan desa dibawa ke RSUD, namun korban positif DBD kemudian penangannya terlambat sehingga tidak tertolong lagi nyawanya,” sebutnya.

Petugas langsung turun dan melakukan fogging serta melakukan PSN di sekitar tempat tinggal korban.

Diduga, penyebab DBD Anita karena banyaknya tempurung kelapa tempat berkembangnya jentik nyamuk aedes aegypti di lokasi tempat korban berdagang.

Plt Kapus Rambah menghimbau, agar warga melakukan goro dan PSN di lingkungan tempat tinggalnya. Paling penting terapkan 3 M, karena untuk fogging Kecamatan Rambah hanya mendapatkan jatah 7 lokus atau 7 titik saja.

Terkait :   Papua : Ali Taher Parangsong Sosialisasi Empat Pilar Sangat Strategis

Ia juga mengusulkan ke camat, agar seluruh kepala desa membuat pamflet sebagai imbauan ke warga terkait bahaya DBD dan upaya penanganannya sehingga masyarakat akan lebih memahami.

 

Sumber :TRIBUNROHUL.COM