Mengenaskan, Begini Penampakan Ibu yang Dibakar Hidup-hidup oleh Anaknya Menggunakan Pertalite

1
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

KORAN RIAU, KISARAN – Kasus Saminem alias Inem (57), warga Dusun III, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pulau Bandring, Asahan, dibakar hidup-hidup diduga dilakukan anak tirinya Jum membuat heboh warga.

Bukan saja karena perbuatan yang tergolong biadab, namun juga kondisi korban yang saat ditemukan sungguh mengenaskan.

Tubuh korban ditemukan melepuh dalam kondisi masih terduduk. Kulit tubuhnya dari foto yang beredar tampak mengelupas. Bahkan pagian kepalanya, rambuk milik korban juga habis terbakar.

Pihak medis RSUD Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS)Kisaran menyebutkan, korban menderita luka bakar parah dengan kondisi hampir 80 persen.

“Sudah ditangani dan rencananya akan dirujuk ke Medan, namun belum sempat diberangkatkan pasien sudah meninggal dunia,” kata dr Rico Gandi, dokter jaga RSUD HAMS Kisaran, Selasa (25/6/2019) dilansir dari metro24jam.com.

Terkait :   Kecewa! Robinson Menduga Laporannya di Unit Tipidkor Polres Kampar 'Masuk Angin'

“Luka bakarnya cukup serius, diperkirakan pasien banyak kehilangan cairan,” kata dia.

Saminem alias Inem (57) ditemukan tetangganya Ismiati sempt disiram dengan cairan diduga pertalite oleh seseorang yng diduga adalah anak tiri korban, berinisial Jum.

Disebutkan, saat itu dia mendengar Saminem menjerit dari dalam rumahnya.

Ismiaty kemudian berlari ke rumah Inem dan melihat wanita itu sedang disiram air oleh seseorang yang diketahui adalah anak tirinya.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan Samiran, Kepala Dusun setempat ke Polsek Kota Kisaran.

“Saat ditemukan, korban masih dapat berkomunikasi dan mengatakan bahwa yang melakukan pembakaran adalah anak tirinya Jum,” sebut Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu dalam keterangannya kepada wartawan sebagaimana dilansir dari metro24jam.com.

Terkait :   Heboh,Warga Simpang Tiga Temukan Uang Ratusan Juta Milik BRI yang Jatuh Tercecer di Tengah Jalan

Polisi kemudian membawa Saminem ke Rumah Sakit Umum Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS)Kisaran untuk mendapat perawatan. Namun sayang, tak lama setelah mendapat perawatan, Saminem menghembuskan nafas terakhirnya.

Jum sendiri disebutkan baru beberapa bulan ini menetap bersama korban setelah sebelumnya merantau di Kota Palembang. Selama tinggal di rumah orang tuanya, Jum dan korban sering terdengar bertengkar mulut. (R05)

 

Sumber :RIAUSKY.COM