16 Tahun Dinyatakan Hilang, Jasad Deng Ditemukan Tertimbun di Lapangan Sekolah

0
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

KORAN RIAU– Seorang guru di China bernama Deng Shiping ditemukan tertimbun di bawah lintasan lari SMP Xinhuang, Provinsi Hunan China, sekolah tempatnya bekerja, setelah 16 tahun menghilang.

Saat ditemukan, jasad Deng sudah tidak dalam kondisi utuh karena sudah dua dekade tertimbun bangunan lintasan lari di samping lapangan sekolah.

Dilansir dari BBC, hal ini terungkap setelah seorang pria bernama Du Shaoping baru saja mengaku telah membunuh dan mengubur jasad Deng pada Januari 2003.

Menurut petugas kepolisian di Kota Huaihua, jasad guru ini ditemukan pada Kamis (20/6/2019) setelah dilakukan penggalian menggunakan alat berat. Proses penggalian itu dilakukan secara tertutup.

Diketahui, sebelum dibunuh Deng diketahui tidak menyetujui pembuatan fasilitas olahraga baru di sekolahnya karena kualitas proyek yang dianggap buruk.

Terkait :   Bagaimana Kondisi 2 Pelawak RI yang Diadili di Hong Kong,Ini Kata Kemlu

Pengakuan ini berasal dari pelaku pembunuhan yang terlibat dalam proyek pembangunan kala itu. Selain Shaoping, 6 orang lain yang terlibat pembangunan fasilitas olahraga juga ikut ditangkap polisi.

Pengakuan lain datang dari putra korban yang menyebut ayahnya ditugaskan untuk mengawasi pembangunan proyek pembuatan fasilitas olahraga baru di sekolah itu.

Akan tetapi, sang putra menyebut ayahnya mencurigai Du Shaoping menggelapkan dana proyek sehingga kualitas bangunan nantinya tidak sebaik yang semestinya. Karena itulah ayahnya menolak pembangunan saat itu.

“Lahan dan jalur lari sedang dibangun oleh kerabat kepala sekolah. Dia (Deng) percaya akan ada masalah kualitas bangunan yang serius. Mereka mengambil jalan pintas (curang),” kata putra Deng kepada Hongxing News.

Terkait :   BREAKING NEWS: Telah Terjadi Perampokan Bersenjata di Jalan Kelapa Sawit Pekanbaru

Tidak sekadar menolak rencana pembangunan, Deng juga melaporkan kecurigaannya ini pada pemerintah daerah sebelum akhirnya diketahui menghilang.

“Dia (Deng) menolak menandatangani proyek dan melaporkannya ke pemerintah daerah, kemudian dia menghilang,” ucapnya.

Saudara lelaki Deng mencurigai hilangnya Deng terkait laporan yang ia buat. Hal ini ia sampaikan pada media lokal setempat.

“Kami telah lama menduga bahwa kepergiannya terkait dengan dia sebagai pelapor,” kata saudara Deng.

Selanjutnya, sisa kerangka tubuh Deng yang berhasil ditemukan akan dikirim untuk dilakukan pengujian lebih lanjut. Satuan tugas khusus juga telah dibentuk untuk menyelidiki kasus kriminal ini.

Sumber :TRIBUNNEWS.COM