Rumahnya Kebakaran, Seorang Pria Rela Korbankan Tubuhnya untuk Jadi Tameng sang Anak

0
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

KORAN RIAU– Apartemen terbakar, ibu dan ayah gunakan tubuh mereka sendiri sebagai tameng demi lindungi anak mereka dari kobaran api.

Pasangan suami istri asal Tiongkok telah menyelamatkan anak perempuan mereka dari kebakaran rumah susun dengan menggunakan tubuh mereka sendiri sebagai tameng.

Seperti yang dilansir oleh Daily Mail, video menunjukkan pasutri tersebut meringkuk melindungi tubuh putri mereka yang masih berusia 4 tahun.


Api terlihat membakar tempat tinggal mereka di lantai 5.

Mereka terlihat terjebak di dalam tralis jendela.

Sayang, sang ibu dinyatakan meninggal dalam insiden itu.

Sedangkan sang ayah berada dalam kondisi yang kritis.

Anak mereka dilaporkan mengalami cedera kepala yang serius.

Kebakaran itu terjadi pada Rabu, 19 Juni 2019 sekitar jam 3 sore di Guangzhou, Distrik Liwan, menurut Guangzhou Fire Brigade.

Gedung apartemen tersebut memiliki 6 lantai, dibangun dengan baja dan beton.

Terkait :   Api yang Melahap 6 Bangunan di Pasar Pagi Arengka Berhasil Di Padamkan

Kebakaran terjadi di lantai atas.

Sebagian besar barang yang terbakar dilaporkan berupa pakaian dan benda-benda kayu.

Zhang, seorang kerabat yang tinggal di lingkungan yang sama, mengatakan kepada The Paper bahwa dia bergegas ke rumah keluarga setelah melihat api berkobar.

Ia mengatakan ia tiba di gedung itu satu menit kemudian, tetapi melihat api telah menjadi besar dan tidak berani naik.

Ia lalu kemudian memanggil pemadam kebakaran.

Kerabat dan tetangga lainnya, bernama Zhen, mengatakan kepada wartawan bahwa anak perempuan yang selamat itu adalah anak bungsu dari empat bersaudara.

Tiga lainnya tidak ada di rumah pada saat kebakaran.

Ibu gadis itu terbunuh dalam kebakaran ketika ia mencoba melindungi anaknya dan ayahnya dalam kondisi kritis ketika petugas pemadam kebakaran berhasil mengevakuasi mereka.

Terkait :   Dalam Sehari, Dua Kebakaran Terjadi di Inhil

Sang ayah dibawa ke rumah sakit dan dirawat di Unit Perawatan Intensif.

Kondisinya kini telah stabil, menurut media.

Brigade Pemadam Kebakaran Guangzhou mengirim 16 mobil pemadam kebakaran dan 99 petugas pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

Petugas pemadam kebakaran menyiram air ke api dan menyiapkan tangga besar dalam upaya untuk mengevakuasi korban.

Api kemudian dipadamkan sekitar pukul 3:30 sore, setengah jam setelah kebakaran dimulai.

Stasiun TV Guangdong mengatakan keluarga tersebut kemungkinan terjebak di flat mereka karena ada tralis jendela.

Umum bagi keluarga di Tiongkok untuk memasang tralis besar di luar balkon atau jendela mereka untuk mencegah pencuri masuk.

Sementara ayah dan anak perempuannya masih dirawat di rumah sakit, penyebab pasti kebakaran masih belum jelas.

Kasus ini tengah diselidiki lebih lanjut.

Sumber : Tribunnews.com