DIAJAK Menginap, Gadis REMAJA 16 Tahun di Dumai Riau Disetubuhi Pacar, Digilir Teman Pacarnya di Kos

8
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

KORAN RIAU, DUMAI – Diajak menginap hingga tidak pulang selama tiga hari, gadis remaja 16 tahun di Dumai Riau disetubuhi pacar, kemudian digilir teman pacarnya di kos-kosan.

Gadis remaja 16 tahun berinisial Bunga itu disetubuhi oleh pacarnya MU (24), dan teganya korban juga diserahkan kepada teman pacarnya itu untuk ditiduri.

Kejadian ini terjadi pada seorang gadis remaja di Kota Dumai, dan kasus ini terungkap ketika korban tidak pulang ke rumahnya selama tiga hari.

“Korban awalnya dibawa oleh pacarnya dan diajak menginap di sebuah penginapan di Jalan Tegalega. Disana, korban disetubuhi pacarnya pertama kali,” ungkap Paur Humas Polres Dumai Iptu Dedi Nofarizal pada Rabu (19/6/2019).

Dilanjutkannya, berdasarkan pengakuan korban, seusai dari penginapan tersebut korban lalu dibawa ke sebuah kos-kosan di bilangan Jalan Lepin.

Disana, korban diserahkan kepada dua orang teman pacarnya yang kemudian juga melakukan hal yang sama, menyetubuhi korban.

Aksi bejat MU kemudian terhenti ketika pihak keluarga korban menemukan korban di sekitar Jalan Lepin.

“Saat ditanya orangtuanya, korban mengatakan, bahwa dia tak berani pulang karena ketakutan,” ujarnya.

“Korban juga mengaku, jika dia sudah digagahi oleh pacarnya di sebuah penginapan dan oleh teman-teman pacarnya di sebuah kos-kosan,” tambahnya kemudian.

Saat ini, perkara tersebur tengah didalami oleh Unit PPA Satreskrim Polres Dumai untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Atas perbuatan mesumnya tersebut, pelaku akan dijerat dengan UU Nomor 35/2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, seorang siswa SMA paksa pacar berhubungan intim hingga hamil, mau bertanggungjawab namun minta dibelikan motor Ninja dan gugurkan kandungan.

Siswa SMA itu berinisial IFD dan pacarnya itu berinisial NP, IFD berhasil menyetubuhi NP hanya selang sepekan setelah mereka resmi pacaran.

IFD mencoba menyetubuhi NP saat rumah dalam kondisi sepi, walau NP berusaha menolak namun IFD berhasil menyetubuhi NP hingga dua kali hingga akhirnya NP dinyatakan hamil.

NP awalnya mengaku dalam perutnya ada tumor, namun terbongkar setelah diperiksa ke rumah sakit, dan diketahui ia sedang hamil, ketika dintanya siapa yang menghamili, NP menjawab dengan jelas pelakunya IFD, karena hanya IFD yang pernah menyetubuhinya.

Dilansir TribunLampung, siswa SMA di Bangun Rejo, Lampung Tengah, IFD setubuhi teman sekolahnya sendiri.

IFD (20) ini ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Lampung Tengah.

Terkait :   Tim Jum'at Barokah Kunjungi Warga di Kel Perhentian Marpoyan

“Satuan Reskrim mendalami kasus tersebut, mengumpulkan barang bukti dan mengirimkan visum Et repertum korban. Tersangka ditangkap di rumahnya di Bangun Rejo, Jumat (17/5) sekitar pukul 11.00 WIB,” terang Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Firmansyah.

Lebih lanjut Firmansyah mengatakan, menurut keterangan korban, IFD melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak dua kali.

Semuanya dilakukan di rumah teman IFD sewaktu masih sama-sama duduk di bangku sekolah tahun 2018 lalu.

Polisi menjerat IFD dengan pasal 81 ayat 2 Jo 76D dan atau pasal 82 ayat 1 jo 76E UU No 35 thn 2014 tentang perubahan UU no 23 th 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ancaman hukuman pidana minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

IFD mengakui perbuatannya dan menyesal akibat perbuatan yang ia lakukan.

Ia berharap, korban bisa memaafkannya.

“Saya mengakui perbuatan saya dan menyesal. Semoga masih ada maaf buat saya. Sekarang saya menjalani proses hukum dari kesalahan saya,” katanya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Eko Yuono menyebutkan persetubuhan setidaknya sudah lebih dua kali ia lakukan, tidak hanya kepada korban NP (16) saja.

“Ternyata kata tersangka ia melakukan persetubuhan seperti sudah biasa. Ia beranggapan perbuatannya itu adalah hal yang lumrah, dan memang informasi yang kita dapat korbannya lebih dari satu orang,” ujar Eko Yuono.

IFD di lingkungan sekolahnya dianggap seorang yang paling senior.

Hal itu lantaran meski sudah menginjak usia 20 tahun namun ia sampai saat ini masih menginjak di kelas II SMA, atau satu sekolah dengan korban NP.

IFD memacari NP pada 2018 lalu. Setelah berpacaran, ia memaksa korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

Karena dipaksa korban akhirnya tak kuasa.

Setelah beberapa bulan, NP hamil.

Saat dimintai pertanggung jawaban, IFD justru meminta supaya NP menggugurkan kandungannya.

Tak hanya itu, saat dimintai pertanggung jawaban oleh orangtua korban, IFDmengatakan siap menikahi NP asalkan kemauannya dituruti, yakni dibelikan satu unit sepeda motor Ninja dan uang Rp 7 juta.

Ayah korban yang hanya buruh tani tak bisa memenuhi kemauan IFD.

Geram akan tingkah pelaku, akhirnya orangtua NP melaporkan kasus yang menimpa anaknya ke kepolisian.

Saat ini, NP yang masih duduk di sekolah setingkat SMA harus mengandung anak dari perbuatan IFD.

Terkait :   Puluhan Klub Motor Ikuti Kontes Safety Riding Di RSDC

Usia kandungan NP saat ini sudah menginjak delapan bulan.

Peristiwa siswi dicabuli sampai hamil tujuh bulan berawal ketika korban berpacaran dengan terduga pelaku.

Hingga kemudian, gadis yang masih berusia 16 tahun itu, diketahui hamil.

Orangtua korban, A mengungkapkan, ia mengetahui putri sulungnya berbadan dua sekitar Maret 2019.

Saat itu, ia mengatakan, sang anak mengeluhkan sakit di bagian perut.

Saat ditanya, korban berkilah bahwa sakitnya itu akibat tumor yang dideritanya.

Khawatir dengan kondisi sang anak, lelaki yang bekerja sebagai buruh tani itu, kemudian membawa anaknya ke sebuah klinik untuk diperiksa.

Hasil pemeriksaan, korban diketahui sedang mengandung dengan usia kandungan tiga bulan.

“Saya tanya ke anak saya, siapa yang melakukan itu (persetubuhan). Kata anak saya, yang melakukan itu pacarnya (inisial IFD). Saya tanya lagi, tetap jawabnya, dia yang melakukan,” kata orangtua korban.

Setelah itu, keluarga korban menemui keluarga IFD untuk membicarakan terkait persoalan anak mereka.

Saat pertemuan itu, keluarga korban tak mendapatkan jawaban pasti mengenai pertanggungjawaban terduga pelaku.

“Pernah dia (IFD) menelpon anak saya, dia bilang mau nikahin anak saya kalau keluarga saya menyiapkan uang sebesar Rp 7 juta dan satu unit motor Ninja.”

“Saya ini cuma buruh tani, mana ada uang untuk memenuhi tuntutan dia (IFD),” ujarnya.

Tidak mendapat itikad baik dari IFD dan keluarganya, orangtua korban melaporkan peristiwa asusila yang menimpa anak mereka ke Polda Lampung.

Pihak Polda meminta korban membuat laporan ke Polres Lampung Tengah.

“Sudah saya lanjutkan laporan ke Polres Lampung Tengah beberapa waktu lalu. Saya disuruh membuat visum ke RSUD Demang Sepulau Raya, dan menyiapkan saksi,” ujarnya.

Kepada Lembaga Perlindungan Anak (LPA), korban mengisahkan awal pertemuannya dengan IFD.

Mereka bertemu pertama kali pada November 2018.

Saat itu, korban berkenalan dengan IFD melalui teman sekolahnya.

Tak butuh waktu lama, IFD merayu korban untuk berpacaran.

Satu pekan kemudian, keduanya berhubungan intim layaknya suami istri.

Peristiwa serupa terjadi saat korban bermain ke rumah IFD.

Saat itu, rumah dalam kondisi sepi.

Awalnya, korban menolak.

Namun, IFD berdalih akan bertanggung jawab.

Satu bulan berlalu, korban telat datang bulan.

Kemudian menyampaikan hal tersebut kepada IFD.

Namun, korban malah disuruh untuk menggugurkan kandungannya.

Sumber : Tribunpekanbaru.com