Kronologi Pelajar di Siak Aniaya Teman hingga Tewas, Ditemukan Orangtua Tergeletak di Belakang Rumah

2
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

KORAN RIAU, SIAK – Seorang bocah 13 tahun berinisial RB alias Egi diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh temannya hingga tewas.

Pelajar asal Kecamatan Pusako Kabupaten Siak Riau itu ditemukan tergeletak di belakang rumah pada Selasa (18/6/2019) oleh orangtuanya.

Sebelumnya malam itu, AM orangtua korban mendengar telepon seluler Egi berdering.

Ia mengangkat telepon itu dan menyerahkan pada sang anak.

Ternyata telepon itu berasal dari IM dan AD teman korban.

Tidak lama kemudian, RB alias Egi pun pergi ke arah belakang rumahnya, di Gang Walet RT 04 Dusun II Kampung Dosan, Kecamatan Pusako.

Sekitar 15 menit, RB alias Egi tak lagi muncul.

Ibu RB alias Egi mengecek ke belakang rumahnya.

Ia pun terkejut karena mendapati RB alias Egi tergeletak di jalan semenisasi belakang rumahnya itu.

RB pun dibawa ke Puskesmas Pusako Kabupaten Siak untuk divisum luar.

Dari keterangan dokter Puskesmas Pusako, Dr Era Prima Ardy, hasil visum luar tidak ditemukan tanda -tanda kekerasan atau bekas gigitan binatang buas.

Terkait :   213 JCH Kabupaten Siak Sudah Masuk Embarkasi Antara Riau, Selasa Subuh Terbang ke Arab Saudi

Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Riau guna dilakukan autopsi.

Hasil autopsi mengejutkan orangtua korban. Dari hasil autopsi diketahui sang anak diduga tewas karena dianiaya.

Hasil autopsi sementara terdapat luka lecet dan memar pada bagian bibir atas dan bawah, luka terbuka pada ujung lidah, resapan darah pada kulit kepala bagian sebelah kiri, otot leher, selaput pembungkus kerongkongan, saluran penapasan, pengantung usus dan dalam usus.

Adanya Tanda sianosis (mati lemas) pada ujung-ujung jari tangan dan kaki dan pelebaran pembuluh darah otak, dan kelopak mata.

Penyebab meninggal karena adanya kekerasan tumpul pada daerah leher yang menyebabkan sumbatan jalan nafas sehingga menimbulkan mati lemas (aspicia).

Kedua orangtua korban dan warga sekitar heboh.

Kenapa tidak, pelajar SMP yang notabene masih di bawah umur sudah berani melakukan penganiayaan yang berujung maut.

Pada Rabu (19/6/2019) Polsek Bungaraya menjemput pelaku insial IM (14) di rumahnya di kampung Benayah Kecamatan Pusako.

Penjemputan pelaku itu langsung dipimpin Kapolsek AKP Amarullah dan dibantu oleh tim Opsnal Sat Reskrim Polres Siak yang dipimpin Ipda M Fadillah.

Terkait :   Heran Dengar Tangis Bayi dari Depan Rumah, Temukan Bayi Perempuan Dalam Tas Plastik

“Ya, IM kita amankan karena ditemukannya mayat RB alias Egi di Dusun II Kampung Dosan,” kata AKP Amarullah.

Menurut dia, berdasarkan keterangan Saksi AD (14), pelajar SMP yang tinggal di kampung Sungai Berbari, kecamatan Pusako, yang bersangkutan bersama-sama dengan IM sekira pukul 19.45 WIB datang ke rumah RB (korban).

“Tujuan kedatangannya awalnya untuk menumpang bermain Wifi. Pada saat sampai dirumah korban , IM dan Korban langsung menuju belakang rumah dan terjadi perkelahian antara IM dengan RB yang menyebabkan korban jatuh dan pingsan,” kata dia.

Melihat kondisi tersebut IM dan AD langsung meninggalkan korban. Lalu korban ditemukan oleh orangtuanya di belakang rumahnya.

“Berdasarkan keterangan IM pada saat diamankan, ia mengakui benar berkelahi dengan RB sesuai dengan keterangan dari Saksi AD,” kata dia.

Hingga saat ini, IM diamankan di Mapolres Siak dan didampingi oleh orangtuanya UJ.

Pihak kepolisian melakukan peyidikan lebih lanjut, sedangkan korban diotopsi di RS Bhayangkara Pekanbaru.

 

Sumber: TribunNews.com