Kepsek Korban Pemukulan Siswa di Inhu Riau Berbesar Hati Memaafkan: Saya Memikirkan Masa Depannya

0
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

Berbesar Hati Memaafkan, Kepsek Korban Pemukulan : Saya Memikirkan Masa Depannya

KORAN RIAU , RENGAT – Pemukulan yang dilakukan AD (18), murid kelas XII SMA N 2 Rakit Kulim, Kabupaten Inhu, Riau terhadap kepala sekolahnya sendiri, Bambang Fajrianto berujung damai.

Kesepakatan damai tersebut tercapai melalui diskusi yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Inhu, Rudyanto di sekolah dan disaksikan oleh Kapolsek Kelayang, AKP Rinaldi Situmeang serta perwakilan MKKS Inhu dan orangtua siswa.

Bambang mengaku bersedia memaafkan kesalahan Rudyanto karena memikirkan masa depan AD.

“Saya maafkan, dia anak yatim saya memikirkan masa depannya,” kata Rudyanto kepada tribunpekanbaru.com.

Pada kesempatan mediasi itu, AD juga menyampaikan permohonan maafnya secara langsung kepada Bambang sambil berurai air mata.

Hal serupa juga dilakukan oleh ibu AD yang ikut mendampinginya selama proses mediasi tersebut.

Seusai proses mediasi tersebut, Bambang dan pihak keluarga sepakat mencabut laporan di Polsek Kelayang.

“Setelah dari sekolah ini kita akan ke Polsek untuk mengurus pencabutan laporan,” kata Bambang.

Sementara itu, Kadisdik Provinsi Riau, Rudyanto mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik keputusan Bambang tersebut. Ia juga menyebutkan, dalam kesepakatan damai tersebut juga terdapat sejumlah ketentuan yang harus diikuti AD.

“Anak ini tetap bisa ikut ujian tapi tidak ujian di sini agar tidak mengganggu yang lain. Nanti ditentukan lokasi ujiannya,” kata Rudyanto.

Selain itu, selama pelaksanaan ujian AD tetap diawasi oleh guru. Kemudian AD juga diminta untuk wajib lapor.

“Saya minta anak ini wajib lapor supaya ada efek jera,” kata Rudyanto. (Tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit)

Terkait :   Jembatan Siak IV Belum Bisa Dilewati, Ternyata Ini Alasannya

Minta AD Ujian Didampingi Polisi

Kepala Sekolah SMA N 2 Rakit Kulim, Bambang Fajrianto berharap siswa pelaku pemukulan terhadap dirinya bisa diberikan efek jera dengan dilakukan penahanan selama beberapa hari oleh aparat Kepolisian.

Meski saat ini AD diketahui masih menjalani ujian.

“Ujianya bisa di sana (Polsek red), agar bisa memberikan efek jera,” kata Bambang, Senin (18/3/2019).

Bambang berkata bahwa dirinya memiliki itikad damai dan bersedia mengikuti kesepakatan masing-masing pihak.

Sementara itu, Kapolsek Kelayang, AKP Rinaldi Situmeang tidak bisa melakukan penahanan terhadap AD. Pasalnya AD diketahui saat ini masih berstatus sebagai terlapor.

“Status si siswa masih terlapor, dan tidak bisa dilakukan penahanan. Kita bisa melakukan penahanan apabila status siswa tersebut sudah jadi tersangka, ditahan supaya tidak kabur atau berupaya menghilangkan barang bukti,” kata Rinaldi.

Rinaldi juga menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

Tendang dan pukul sampai luka.

Bambang (50), Kepala Sekolah SMA N 2 Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengalami luka akibat dipukul dan ditendang oleh muridnya sendiri, bernama AD (18).

Kejadian pemukulan itu dialami Bambang pada Jumat (15/3/2019) lalu.

Aksi penyerangan oleh siswa terhadap kepala sekolah itu dibenarkan oleh Kapolsek Kelayang, AKP Rinaldi Situmeang ketika dikonfirmasi Tribuninhu.com, Minggu (17/3/2019).

Rinaldi menjelaskan kronologis aksi kekerasan oleh AD.

“Sekira pukul 08.00 WIB, siswa ini membuat keributan dan ditegur oleh seorang guru,” kata Rinaldi.

Bahkan AD sempat mengeluarkan kata-kata kasar terhadap gurunya.

Terkait :   Tim DitresKrimsus Bersama Polda Riau Selidiki Dugaan Illog di Rohil

Guru tersebut merasa tidak terima dan kemudian mengadu kepada Bambang selaku kepala sekolah.

Saat diperingati oleh Bambang, AD justru balik menyerang dengan mencekik leher kepala sekolah SMA N 2 Rakit Kulim itu.

Siswa tersebut juga memukul Bambang pada wajah serta menendang tubuhnya.

“Bambang mengalami luka dekat leher akibat tergores kuku AD, dan juga luka pada bibir akibat pukulan si AD,” kata Rinaldi.

Kejadian itu pun kemudian dilaporkan oleh Bambang kepada pihak Kepolisian Polsek Kelayang.

Saat melapor, Bambang menerangkan kepada pihak Kepolisian Polsek Kelayang bahwa pihak sekolah sebelumnya melakukan pemanggilan terhadap sejumlah orangtua siswa perihal sikap dan perilaku anak-anak mereka.

“Sejumlah anak yang dipanggil orangtuanya datang ke sekolah, namun pas hari itu siswa tersebut gak hadir,” katanya.

Keterangan sejumlah saksi yang diperiksa oleh Polisi mengungkapkan kenakalan yang sering dilakukan oleh AD.

“Memang AD sudah sering berbuat kenakalan dan sudah berulang kali membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya,” kata Rinaldi.

Setelah menerima laporan itu, Polisi juga meminta keterangan AD. Kepada Polisi AD mengaku kurang senang karena pihak sekolah memanggil orangtuanya.

Rinaldi berkata kasus ini saat ini sudah masuk ke dalam penyelidikan.

Polisi juga sudah meminta bukti visum dari Puskesmas.

Meski begitu, pihak keluarga terlapor meminta agar kasus ini bisa diselesaikan melalui mediasi.

Sementara itu, AD tidak ditahan karena pertimbangan saat ini masih dalam masa ujian sekolah (Tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit)

Demikian berita Berbesar Hati Memaafkan, Kepsek Korban Pemukulan : Saya Memikirkan Masa Depannya.

 

Sumber : TribunInhu.com