Guru SD Cabuli Bocah 8 Tahun di Ruang Kelas, Beralasan Agar Korban Tumbuh Besar & Jadi Anak Dewasa

3
0

ِPortal Berita Riau
Bagikan:

Guru SD Cabuli Bocah 8 Tahun di Ruang Kelas, Beralasan Agar Korban Tumbuh Besar & Jadi Anak Dewasa

KORAN RIAU – Guru agama HN (59) diduga melakukan aksi tak senonoh pada muridnya ZN yang masih berusia 8 tahun.

Tindakan pencabulan tersebut dilakukan HN saat berada di ruang kelas. Serta saat jam pelajaran guru tersebut berlangsung.

HN hanya bisa menunduk malu ketika digiring petugas ke sel tahanan Mapolres Majene, Selasa (18/6/2019).

Tersangka diduga telah melakukan pencabulan sebanyak tiga kali di dalam ruang kelas, sejak Maret 2019 lalu.

Modusnya, tersangka memanggil korban ke ruangannya saat kegiatan belajar sedang berlangsung.

HN kemudian membujuk dan meminta korban duduk di sampingnya agar tersangka leluasa melakukan aksinya.

Terkait :   Berikut Kronologi Lengkap Tragedi Siswa Aniaya Guru hingga Tewas,

Meski korban kesakitan, tersangka membujuk korban dan mengatakan apa yang ia lakukan kepada siswanya itu dimaksudkan agar korban bisa segera tumbuh besar menjadi anak dewasa.

Perbuatan tersangka HN akhirnya terbongkar, pada akhir April lalu.

Mulanya,korban mengeluh sakit mendapat perlakuan tak senonoh dari gurunya itu. Ia memilih menceritakan apa yang dialami kepada keluarga.

Keluarga korban yang tak terima tindakan senonoh sang guru pun melaporkan kasus ini ke Polres Majene.

Tersangka yang diketahui sudah berkeluarga ini ditangkap polisi di rumahnya di Dusun Batu, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana.

Ia mengakui perbuatannya.

Wakapolres Majene Kompol Jamaluddin, dalam konferensi pers di kantor Polres Majene menjelaskan, tersangka berikut barang bukti diamankan.

Terkait :   Check-In dengan Wanita Muda, Karyawan PTPN 3 Ditemukan Tewas di Kamar 202 Hotel Marina

“Tersangka membujuk korban jika apa yang ia lakukan itu kelak bisa membuat korban cepat tumbuh besar dan dewasa,” jelas Jamaluddin.

Akibat perbuatannya, tersangka HN dikenakan Pasal 82 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. (Kontributor Polewali/Junaedi)

Sumber : TribunPekanbaru.com