JEMBATAN Siak IV di Pekanbaru Riau Resmi Dilalui Umum, Ada Perubahan Arus Lalu Lintas

45
0

ِPortal Berita Riau
JEMBATAN Siak IV di Pekanbaru Riau Resmi Dilalui Umum, Ada Perubahan Arus Lalu Lintas
JEMBATAN Siak IV atau Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah di Pekanbaru Riau Resmi Dilalui Umum, Ada Perubahan Arus Lalu Lintas di Jalan Ini Dok.Istimewa
Bagikan:

KORAN RIAU, PEKANBARU – Jembatan Siak IV yang diberi nama Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit di Pekanbaru Riau resmi dilalui umum, ada perubahan arus lalu lintas di jalan ini.

Jembatan Siak IV akhirnya dioperasikan dan sudah boleh dilintasi atau dilalui masyarakat umum mulai Senin (18/3/2019).

Setelah Pmerintah Provinsi Riau, secara resmi membuka jembatan yang diberi nama Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Marhum Bukit) itu.

Peresmian pembukaan Jembatan Siak IV ditandai dengan iring-iringan konvoi kendaraan dinas Gubenur Riau bersama Forkompinda Riau diatasnya.

Setelah rombongan kendaran dinas Gubenur Riau melintas, Jembatan Siak IV langsung dilewati oleh pengendara.

Pantuan di lapangan jembatan yang menghubungkan Pusat Kota Pekanbaru dengan Rumbai tersebut langsung ramai dilewati pengendara.

Lalu lalang kendaraan roda dua empat pun ramai melintasi jembatan dengan panjang 800 meter ini.

Terkait beroperasinya Jembatan Siak IV, Wakil Kepala Satuan Lalu lintas (Wakasat Lantas) Polresta Pekanbaru AKP David Richardo menjelaskan, dalam rangka penyesuaian, akan ada perubahan arus lalu lintas.

“Akan ada perubahan jalur. Jadi arus yang satu arah ada perubahan nanti. Jalan Samratulangi dan Jalan Juanda, akan ada perubahan, kita buat terbalik,” kata David, Senin siang.

Dibeberkan AKP David, biasanya Samratulangi hanya bisa satu arah dari Jenderal Sudirman ke Ahmad Yani, maka akan dirubah arahnya sebaliknya yakni dari arah Jalan Ahmad Yani ke Jalan Jenderal Sudirman.

Begitu juga dengan Jalan Juanda, yang biasanya hanya satu jalur dari arah Jalan Ahmad Yani ke Jenderal Sudirman, maka akan dirubah menjadi sebaliknya.

Dari Jalan Jenderal Sudirman ke arah Jalan Ahmad Yani.

Perubahan arah jalur ini disebutkan David, akan dilakukan secara bertahap.

“Khusus di dua jalan itu saja, kita akan sosialisasikan dulu, baru nanti kita terapkan. Tidak bisa langsung,” ucapnya.

Nantinya kata David, akan dipasang rambu larangan atau forbidden portabel terlebih dahulu, baru dipasang rambu permanen.

“Ini dilakukan untuk mengurangi dampak kemacetan pasca fungsionalisasi Jembatan Siak IV,” pungkasnya.

Jembatan Siak IV Sudah Bisa Dilewati, Ini Harapan Gubernur Riau Syamsuar

Jembatan Siak IV yang menghubungkan Kecamatan Rumbai Pesisir dan pusat Kota Pekanbaru kini telah resmi digunakan untuk umum, Senin (18/3/2019).

Beberapa hari sebelumnya, jembatan yang diberi nama Marhum Bukit tersebut sudah dinyatakan layak dioperasikan berdasarkan rapat pleno Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) di Jakarta beberapa waktu lalu.

Terkait :   Flyover SKA Pekanbaru Dinyatakan Tak Selesai 2018, Warga Pekanbaru Merasa Kecewa

Begitu juga dengan sertifikat layak dari Kementrian PU RI yang sudah diterbitkan dan diterima oleh Pemprov Riau.

Lewatnya Gubernur Riau Syamsuar di Jembatan tersebut secara perdana pada Hari Senin (18/3/2018) sekitar jam 11.00 WIB menjadi penanda bahwa jembatan itu sudah bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Saya harapkan untuk masyarakat dan pengguna jembatan ini, tentunya manfaatkanlah jembatan ini sesuai dengan kapasitas jembatan,” ujar Syamsuar.

Menurutnya, Jembatan tersebut memang milik Pemerintah Provinsi Riau, namun memang dibuat untuk kepentingan masyarakat.

“Karena itu, saya harap masyarakat sayang dengan jembatan ini, dan harapan kami mungkin ada kontrol juga, kadang-kadang ada jembatan yang jauh dikontrol, kadang-kadang baut pun diambil orang juga, nah mudah-mudahan di Kota Pekanbaru tidak, jagalah milik kita supaya bertahan lama,” kata Syamsuar.

Selain itu, ia juga menyinggung tentang akan ada banyaknya anak-anak muda yang akan mejeng di jembatan itu agar selalu menjaga keselamatan.

“Pengamatan kami, juga pada jembatan-jembatan lain, jangan sampai banyak mobil yang berisi banyak bawaan berhenti disini, ya boleh dia berhenti sedikit-sedikit, mungkin dua atau tiga mobil sudah itu jalan, artinya jangan terlalu lama berhenti, nanti parkir terlalu panjang disini, tentu itu tidak kita harapkan,” ujar Syamsuar.

Sebelumnya, Jembatan Siak IV Pekanbaru dengan nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Marhum Bukit) diresmikan secara langsung oleh Gubernur Riau, saat itu, Wan Thamrin Hasyim, Kamis (14/2/2019) lalu.

Pembangunan Jembatan Siak IV telah dimulai pada Tahun Anggaran 2009 dengan nilai kontrak sebesar Rp9.396.062.016,29.

Kemudian, pada Tahun Anggaran 2010 pelaksanaan flsik dilanjutkan dengan nilai kontrak sebesar Rp16.938.180.631,30.

Lalu, pelaksanaan pekerjaan Jembatan Siak IV tersebut selanjutnya dilaksanakan dengan kontrak tahun jamak (2010-2013) dengan nilai kontrak sebesar Rp348.138.463.522.

Setelah vakum, pelaksanaan pembangunan Jembatan Siak IV dilanjutkan dengan Kontrak Multiyears (2017-2018) dengan nilai sebesar Rp109.218.379.982,12.

Untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Siak IV yang kondisinya yang sudah ditinggalkan beberapa tahun tersebut, pihaknya juga telah melakukan kajian, analisa dan review terhadap kondisi aktual jembatan.

Tujuannya, agar kelanjutan pelaksanaan pembangunan jembatan sesuai dengan kaidah peraturan yang disyaratkan dan kekuatan yang menjadi syarat utama layaknya jembatan untuk dapat dilalui kendaraan.

Terkait :   Ambil Jatah Raskin, Masyarakat 'Serbu' Kantor Desa Kuapan

Jembatan Siak IV direncanakan oleh Konsultan perencanaan CV Sigma Momen pada Tahun 2001 (dana APBN), pada tahun 2006 dilakukan Studi Kelayakan (FS) oleh CV Entercom Rekayasa dan pada tahun 2007 dilakukan review design terhadap perencanaan Jembatan Siak IV oleh PT Diantama Rekanusa.

Sementara, pelaksanaan fisiknya telah dimulai sejak tahun 2009 oleh PT Istaka Karya meliputi struktur bangunan bawah dari sisi Rumbai, pekerjaan ini dibiayai APBD.

Tahun 2010, dilanjutkan oleh PT Palas Bukit Tangguh yang masih mengerjakan struktur bangunan bawah (sisi Rumbai), pekerjaan ini dibiayai APBD.

Lalu, di tahun yang sama dilanjutkan PT Bina Riau Sejahtera menggunakan APBD-P untuk mengerjakan struktur bangunan bawah (sisi Rumbai) dan pengaman tebing (Sheet Pile).

Kemudian, tahun 2010-2013 (multiyears) dikerjakan oleh PT PP Waskita Hutama (KSO) menggunakan APBD, sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2010.

Pada tahun itu dikerjakan seluruh pekerjaan sisi Jalan Jenderal Sudirman, pekerjaan pylon sampai dengan stage 6 hilir, stage 8 hulu, pekerjaan timbunan jalan akses, pekerjaan aproach span sisi Rumbai.

Selanjutnya, tahun 2017-2018 dilanjutkan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) menggunakan APBD sesuai MoU antara Pemprov Riau dengan DPRD Riau Nomor 32/KPTS/PIMP/DPRD/2016, Nomor 021/NK/XI/2016.

Pada tahun ini, dikerjakan pylon stage 7 sampai dengan 17 bagian hilir, stage 9 sampai dengan 17 bagian hulu, pekerjaan aproach span sisi Rumbai (P6-Pylon), pekerjaan masin span, bangunan pelengkap jembatan.

Adapun data teknis Jembatan Siak IV ini, sebagai berikut: memiliki total panjang jembatan mencapai 800 meter yang terdiri dari Main Span 155 meter, Lebar 20,7 meter, Approach Span 540 meter, Lebar 18,5 meter (Steel Box Girder), Slab On Pile 35 meter, Lebar 19,5 meter, Oprit 70 meter (Segmental Precast Wall).

Yang mana, struktur atasnya terdiri dari Main Span Cable Stayed Single Pylon Jenis Cable 1 Strand 7 Wire 0,6 “ 0,6 HDPE, Konstruksi Steel Deck Girder (Composite Structure), Jumlah Kabel BS&MS 14 Titik (hulu dan hilir).

Jembatan Siak IV ini berdiri dengan tinggi Pylon 75 meter dengan jenis konstruksi beton dengan mutistrand dan Post Tension Bar Diameter 40 mm.

JEMBATAN Siak IV di Pekanbaru Riau Resmi Dilalui Umum, Ada Perubahan Arah Jalur di Dua Jalan Ini.

Sumber : Tribunpekanbaru.com