Demo Soal Kebakaran Hutan, Mahasiswa Sweeping di Kantor Gubernur Riau

55
0

ِPortal Berita Riau
Demo Soal Kebakaran Hutan, Mahasiswa Sweeping di Kantor Gubernur Riau
Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Gubenur Riau, Senin (11/3/2019). Dok.Istimewa
Bagikan:

KORAN RIAU, PEKANBARU – Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Riau membakar kain berwarna hitam yang dibentuk seperti pocong di halaman kantor gubernur, Senin (11/3/2019).

Selain membakar kain hitam tersebut, sejumlah mahasiswa juga membakar foto Gubernur Riau, Syamsuar.

Mahasiswa yang berunjukrasa itu menuntut Pemprov segera menyelesaikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla ) di Riau.

Sebab bencana kabut asap akibat kebakaran lahan di Riau dapat mengancam keselamatan masyarakat Riau.

“Dada sesak, nyawa hilang, apakah kita diam. Demi kepentingan rakyat, kita harus siap berkorbankan, semua untuk kepentingan rakyat,” kata salah seorang pengunjuk rasa dengan menggunakan pengeras suara.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, massa yang didominasi mahasiswa dari Universitas Riau (Unri) ini menyampaikan sejumlah tuntutan.

Di antaranya, menuntut gubernur untuk bertindak tegas terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan.

Kemudian menuntut gubernur melakukan kerja kongkret mengenai pemberantasan pelaku pembakar lahan dan hutan.

“Kami menuntur Gubernur Riau untuk menindak pelaku pembakar hutan dan lahan dalam waktu tiga hari kerja,” kata Randi Andiyana Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unri.

Terkait :   Meriahkan Perayaan HUT RI ke 72, Management Perkebunan Libo Gelar Beragam Perlombaan di 3 Tempat

Selain itu, mahasiswa juga menuntut Gubernur Riau mengadakan dialog terbuka antara Satgas Karhutla dan mahasiswa.

Terakhir, mahasiswa menuntut gubernur Riau mundur dari jika tidak mampu memenuhi janji jabatanya.

Sebelumnya, aksi saling dorong antara pengunjukrasa dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sempat tak terhindarkan.

Aksi saling dorong dan adu mulut ini terjadi saat sejumlah perwakilan mahasiswa mencoba melakukan sweeping ke ruang kerja gubernur.

Setelah adu mulut, petugas akhirnya mempersilakan perwakilan mahasiswa melakukan sweeping ke ruang kerja gubernur.

Namun di saat bersamaan Gubernur Riau, Syamsuar sedang bertugas di luar kantor.

Akhirnya perwakilan mahasiswa ini pun keluar dan tidak berhasil menjumpai gubernur.

Mahasiswa pun terlihat kesal karena tak berhasil menjumpai gubernur.

“Sama-sama kita tau bahwa hari ini adalah hari dan masih jam kerja, tapi Gubernur Riau tidak ada di kantor. Kalau begitu besok kita tutup saja tulisan Kantor Gubernur ini dengan tulisan rumah hantu,” kata Wahyu, seorang pengunjukrasa.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger Sanger menanggapi santai aksi yang dilakukan mahasiswa itu.

Terkait :   Pasar Modern Tradisional Danau Akan Segera Dibangun

Ia menyebut tuntutan yang disampaikan mahasiswa tersebut justru menjadi peringatan bagi pihaknya untuk bekerja lebih maksimal lagi dalam menangani Karhutla.

“Apa yang disampaikan adek-adek mahasiswa ini kita apresiasi. Ini peringatan bagi kami, agar kedepan jangan sampai lagi terjadi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Edwar menegaskan, pihaknya selama ini sudah bekerja maksimal di lapangan.

Termasuk petugas gabungan yang melibatkan berbagai pihak juga terus berupaya melakukan pemadaman lahan yang terbakar di Riau.

“Semua sudah berusaha semaksimal mungkin. Baik Pemprov, pemerintah pusat, TNI, Polri, Manggala Agni semuanya sudah bekerja dengan maksimal. Siapa yang mau ada kebakaran lahan, semua tidak ada yang menghendaki,” ujarnya.

Pihaknya mengaku sengaja menetapkan status siaga darurat bencana di tahun ini lebih awal agar upaya di lapangan bisa lebih fokus dan maksimal.

“Tadi saya sudah turun ke lapangan, yang di Dumai sudah padam. Sedangkan yang di Meranti tinggal pendinginan. Tinggal yang sekarang kita fokus di Pangkalan Terap, Pelalawan,” ujarnya.

 

Sumber : Tribunpekanbaru.com