Pesawat Casa 212 TNI AU Diterbangkan untuk Proses Hujan Buatan

69
0

ِPortal Berita Riau
Pesawat Casa 212 TNI AU Diterbangkan untuk Proses Hujan Buatan
FOTO ILUSTRASI - Tim Satgas penanganan kebakaran hutan dan lahan mempersiapkan garam untuk disemai di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Jumat (3/7/2015). Sebanyak 2,4 ton garam setiap harinya di semai di beberapa titik di langit Provinsi Riau untuk membuat hujan buatan bila cuaca mendukung. Hal ini dilakukan hingga bulan Oktober mendatang untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau. TRIBUN PEKANBARU THEO RIZKY
Bagikan:

KORAN RIAU, PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau, Pesawat Casa 212 TNI Angkatan Udara (AU) diterbangkan untuk proses hujan buatan di Bengkalis.

Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin (Danlanud RSN) Pekanbaru, Marsma Ronny Irianto Moningka menyatakan jika 1 unit pesawat Casa 212 TNI AU, sudah mulai diterbangkan pada Selasa (26/2/2019).

Pesawat ini dioperasikan untuk membantu proses pembuatan hujan buatan.

Hal ini terkait dengan upaya pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau, khususnya di sejumlah daerah yang terdampak cukup parah.

“Hari ini sudah mulai diterbangkan, tadi satu kali. Karena prosesnya tergantung pertumbuhan awan yang ada,” kata Ronny saat dikonfirmasi Tribun, Selasa sore.

“Karena bisa disemai (garamnya) kalau ada pertumbuhan awan, karena tujuannya untuk percepatan hujan yang dibawa awan,” imbuh Danlanud lagi.

Dia melanjutkan, proses penyemaian dilakukan khususnya di daerah Pulau Rupat dan Bengkalis.

Karena daerah tersebut, merupakan daerah yang luasan lahan terbakarnya cukup besar, dibanding daerah lainnya di Provinsi Riau.

“Utamanya di sana, namun nanti di daerah lain jika ada terdeteksi hotspot atau daerah (Karhutla) yang lebih luas, maka kita sesuaikan dengan keadaan di lapangan,” ujar Ronny.

Dia menambahkan, selain pesawat Casa 212, dua unit helikopter juga disiagakan.

Yang terdiri dari 1 unit helikopter Puma milik TNI AU, dan 1 unit helikopter Bell 412 milik TNI AD.

“Satu helikopter ditempatkan di Dumai dan satu di Lanud Roesmin Nurjadin, standby. Tugasnya menggeser logistik dan patroli dan memastikan titik api yang ada,” pungkasnya.

1.136 Hutan dan Lahan di Riau Terbakar, Muncul Titik Karhutla Baru di Inhil Seluas 38 Hektar

Seluas 1.136 hutan dan lahan di Riau terbakar, muncul Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indragiri Hilir (Inhil) seluas 38 hektar.

Karhutla di Riau terus meluas, hingga Senin (25/2/2019 kemarin, luas lahan yang terbakar sejak 1 Januari, mencapai 1.136,41 hektar.

Paling luas ditemukan di Kabupatan Bengkalis yang mencapai 817 hektar.

Kemudian Rohil 132 hektar, disusul Dumai 60 hektar, Inhil 38 hektar, Siak 30 hektar, Pekanbaru 21,01 hektar, Meranti 20,4 hektar dan Kampar 15 hektar.

Beberapa daerah yang sejak awal tahun ini tidak ditemukan kebakaran lahan, saat ini mulai terjadi kebakaran.

Salah satunya adalah di Inhil. Dimana sebelumnya di Inhil tidak ditemukan ada lahan yang terbakar.

Namun sejak Senin (25/2/2019) kemarin di Inhil ditemukan 38 hektar lahan yang terbakar.

Sejumlah lokasi pun luas lahan yang terbakar terus bertambah.

Seperti di Jalan Tok Jedi, Desa Teluk Lecah, Kec. Rupat, Kab. Bengkalis kebakaran lahan di wilayah ini meluas hingg 55 hektar.

Kemudian di Jalan Sekda, Kelurahan Pergam, Kecamatan Rupat, Bengkalis lahan yang terbakar bertambah 10 hektar.

Begitu juga di Jalan Mbah Dukun, Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, Bengkalis meluas 5 hektar.

Di Jalan H. Sarmin, Desa Bantan Air, Kecamatan Bantan, Bengkalis meluas 1.5 hektar.

Di Jalan Puncak KM 3 RT03/RW08, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis meluas 3 hektar.

Di Desa Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan lahan yang terbakar meluas hingga 3 hektar.

Di Jalan Parit II RT06, Kel. Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai meluas 2 hektar.

Di Jalan Dumai Motor RT04, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Dumai meluas 5 hektar.

Lahan yang terbakar juga semaki meluas di Kota Pekanbaru. Tepatnya di Jalan Riau Ujung, Gg. Pariwisata, Kel. Air Hitam, Kec. Payung Sekaki, Kota Pekanbaru yang meluas 3.5 hektar.

Terkait :   Kendala dalam Penggiringan Gajah Liar di Riau adalah Konflik Antar Gajah

Kemudian di Jalan Putri Ayu (Simpang PT) RT02/RW03, Ds. Mumugo, Kec. Tanah Putih, Rohil meluas 15 hektar.

Kebakaran lahan yang baru terjadi juga ditemukan di Jalan Ujung parit Gantung RT05/RW03, Desa Sei Danai, Kecamatan Pulau Burung, Inhil seluas 38 hektar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, Selasa (26/2/2019) mengungkapkan, prakiraan tingkat kemudahan terjadinya Kebakaran di wilayah Riau pada umumnya berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

“Untuk di wilayah Riau bagian Pesisir Timur, Utara dan Timur dalam katagori Aman,” katanya.

Saat ini petugas gabungan tengah melakukan upaya pemadaman.

Tidak hanya melalui jalur darat namun juga dengan menggunakan jalur udara dengan melakukan pengeboman air atau waterbombing dengan menggunakan helikopter Bell 412 (PK-DAS) dan dua Helikopter Bantuan Sinarmas yaitu Superpuma S332L1 (N5893Y) dan Superpuma AS332C (PK-DAN).

Sementara itu, Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kabut Asap, Diskes Bengkalis Buka Posko Kesehatan Karhutla di Rupat

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kabut asap, Dinas Kesehatan (Diskes) Bengkalis buka Posko Kesehatan Karhutla di Rupat.

Kondisi asap yang sempat menyelimuti beberapa titik di Rupat sudah mulai membaik.

Bahkan pagi tadi sudah mulai cerah dari pantauan tim dinas Kesehatan Bengkalis di Rupat.

Hal ini diungkap Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis Ersan Saputra kepada Tribunbengkalis.com pada Selasa (26/2/2019) siang.

Menurut dia bahkan dititik yang kemarin tebal kabut asapnya seperti desa Teluk Lecah laporan diterimanya sudah membaik.

“Meskipun sudah mulai cerah kita tetap buat posko kesehatan di Rupat. Dimana posko kesehatan dibuat di Puskesmas yang ada di Rupat,” terang Ersan.

Namun sampai siang ini, menurut Ersan belum ada lonjakan pasien terpapar asap seperti ISPA di posko yang ada.

“Sampai hari laporan yang kita terima belum ada lonjakan. Baru satu kasus yang terkena ISPA datang ke Puskesmas laporan yang kita terima,” tambah Ersan.

Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat umum.

Posko yang dibuat juga diperuntukkan untuk petugas yang sedang melakukan pemadaman di lapangan.

Selain membuka posko kesehatan, pihak Dinas Kesehatan juga hari ini telah menyiapkan tim baik dari petugas Puskesmas, dan tim dari Bengkalis datang ke sana.

Tim ini akan melakukan sosialisasi langsung ke rumah rumah warga untuk mengantisipasi dampak asap ke dalam rumah.

“Kita sudah siapkan Tim nantinya mereka akan bergerak ke rumah rumah untuk mensosialisasikan penggunaan tirai basah di rumah warga. Sebagai penetral asap yang masuk,” tambahnya.

Menurut dia, ketika asap masuk ke rumah CO2 bisa diserap oleh tirai basah, sehingga bisa mengurangi kadar asap di dalam rumah warga.

Sementara itu untuk kebutuhan masker sendiri, sampai sejauh ini masih cukup dan tercover oleh pihak Dinas Kesehatan Bengkalis.

Hari ini bahkan pihaknya kembali mengirimkan masker ke Rupat sebanyak 2.000 masker.

“PMI Bengkalis juga membantu sebanyak tiga ribu yang hari ini juga di kirim mereka. Seribu lima ratus masker untuk di Rupat, kemudian seribu lima ratus lagi untuk di Rupat Utara,” jelasnya.

“Secara menyeluruh, bantuan tambahan masker untuk hari ini sudah sebanyak lima ribu masker,” tambah Ersan.

Terkait :   Yuk Ikutan, Kontes Batu Akik Nasional Terbesar Bakal Digelar di Pekanbaru, dengan Total Hadiah Rp400 Juta

Kondisi hari ini membaik kualitas udara di Rupat memang di pengaruhi oleh faktor angin.

Pihaknya berharap nantinya bisa turun hujan sehingga cuaca bisa membaik.

Sedangkan, terkait posko yang sudah dibuka oleh Dinas Kesehatan Bengkalis di Rupat akan stanbye 24 jam untuk melayani kesehatan masyarakat.

Terutama kesehatan masyarakat Rupat yang terpapar asap Karhutla.

“Kita beri pelayanan posko 24 jam stanbye untuk memberikan pelayanan. Tidak hanya masyarakat pelayanan untuk cek kesehatan petugas pemadam Karhutla juga kita layani,” tandasnya.

Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kabut Asap, Diskes Bengkalis Buka Posko Kesehatan Karhutla di Rupat

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kabut asap, Dinas Kesehatan (Diskes) Bengkalis buka Posko Kesehatan Karhutla di Rupat.

Kondisi asap yang sempat menyelimuti beberapa titik di Rupat sudah mulai membaik.

Bahkan pagi tadi sudah mulai cerah dari pantauan tim dinas Kesehatan Bengkalis di Rupat.

Hal ini diungkap Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis Ersan Saputra kepada Tribunbengkalis.com pada Selasa (26/2/2019) siang.

Menurut dia bahkan dititik yang kemarin tebal kabut asapnya seperti desa Teluk Lecah laporan diterimanya sudah membaik.

“Meskipun sudah mulai cerah kita tetap buat posko kesehatan di Rupat. Dimana posko kesehatan dibuat di Puskesmas yang ada di Rupat,” terang Ersan

Namun sampai siang ini, menurut Ersan belum ada lonjakan pasien terpapar asap seperti ISPA di posko yang ada.

“Sampai hari laporan yang kita terima belum ada lonjakan. Baru satu kasus yang terkena ISPA datang ke Puskesmas laporan yang kita terima,” tambah Ersan.

Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat umum.

Posko yang dibuat juga diperuntukkan untuk petugas yang sedang melakukan pemadaman di lapangan.

Selain membuka posko kesehatan, pihak Dinas Kesehatan juga hari ini telah menyiapkan tim baik dari petugas Puskesmas, dan tim dari Bengkalis datang ke sana.

Tim ini akan melakukan sosialisasi langsung ke rumah rumah warga untuk mengantisipasi dampak asap ke dalam rumah.

“Kita sudah siapkan Tim nantinya mereka akan bergerak ke rumah rumah untuk mensosialisasikan penggunaan tirai basah di rumah warga. Sebagai penetral asap yang masuk,” tambahnya.

Menurut dia, ketika asap masuk ke rumah CO2 bisa diserap oleh tirai basah, sehingga bisa mengurangi kadar asap di dalam rumah warga.

Sementara itu untuk kebutuhan masker sendiri, sampai sejauh ini masih cukup dan tercover oleh pihak Dinas Kesehatan Bengkalis.

Hari ini bahkan pihaknya kembali mengirimkan masker ke Rupat sebanyak 2.000 masker.

“PMI Bengkalis juga membantu sebanyak tiga ribu yang hari ini juga di kirim mereka. Seribu lima ratus masker untuk di Rupat, kemudian seribu lima ratus lagi untuk di Rupat Utara,” jelasnya.

“Secara menyeluruh, bantuan tambahan masker untuk hari ini sudah sebanyak lima ribu masker,” tambah Ersan.

Kondisi hari ini membaik kualitas udara di Rupat memang di pengaruhi oleh faktor angin.

Pihaknya berharap nantinya bisa turun hujan sehingga cuaca bisa membaik.

Sedangkan, terkait posko yang sudah dibuka oleh Dinas Kesehatan Bengkalis di Rupat akan stanbye 24 jam untuk melayani kesehatan masyarakat.

Terutama kesehatan masyarakat Rupat yang terpapar asap Karhutla.

“Kita beri pelayanan posko 24 jam stanbye untuk memberikan pelayanan. Tidak hanya masyarakat pelayanan untuk cek kesehatan petugas pemadam Karhutla juga kita layani,” tandasnya.

Sumber : Tribunpekanbaru.com