Meski Kepulauan Meranti Nihil Hotspot, BPBD Minta Masyarakat Tetap Waspada

46
0

ِPortal Berita Riau
Meski Kepulauan Meranti Nihil Hotspot, BPBD Minta Masyarakat Tetap Waspada
Sabtu (23/2/2019) sore sempat terjadi kebakaran lahan milik Pemkab Meranti di Jl. Perumbi, Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi seluas 0,2 hektar. Dok. Istimewa
Bagikan:

KORAN RIAU, MERANTI – Hari Minggu (24/2/2019) tidak ada titik panas terpantau di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Hal ini disampaikan langsung Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kepulauan Meranti Edy Afrizal.

Walaupun demikian Edy menyampaikan agar masyarakat tetap waspada mengingat suhu cuaca yang cukup panas. “Mohon waspada karena beberapa hari belakangan cuaca cukup panas,” ujar Edy.

Sebelumnya pada Sabtu (23/2/2019) sore sempat terjadi kebakaran lahan milik Pemkab Meranti di Jalan Perumbi, Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi seluas 0,2 hektar.

Untuk memadamkannya sejumlah personel yang terdiri dari 12 personel BPBD Meranti dan 5 personel dari Polsek Tebingtingfi langsung turun ketempat peristiwa berserta sejumlah peralatan1 unit mobil pemadam 3000 L, 1 unit mobil rescue , 1 unit mesin ministre, Fire hose 2.5 inchi 4 roll, Fire hose 1.5 inchi 9 roll, W connection 1 unit, Nozle 1.5 inchi 3 unit.

Terkait :   Wilayah Seperti Ini yang Jarang Terjadi Kebakaran Lahan di Riau Ungkap Gubernur Syamsuar

Walaupun demikian api dengan cepat dipadamkan dan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

“Tidak ada korban jiwa, Situasi aman terkendali,” Pungkas Edy.

Sebelumnya, pada Rabu (20/2/2019) sebanyak 8 titik panas terpantau di daerah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, Edy Afrizal menuturkan 8 titik panas tersebut berada di Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur.

Walaupun demikian dikatakannya bahwa titik panas yang terpantau di Kepulauan Meranti masih belum memberikan efek signifikan.

“Hari ini masih ada titik panas, namun level confidence ya masih di bawah tujuh puluh persen,” ujar Eddy.

Dirinya mengatakan bahwa hingga saat ini masih ada tim yang berada di lapangan untuk tetap siaga dalam menangani dan mengantisipasi kebakaran lahan.

“Tim kita masih ada yang di lapangan. Saat ini kita tetap pantau,” ungkapnya.

Terkait :   Titik Panas Terpantau Tiga Titik di Pelalawan

Selain itu, Edy juga menyampaikan bahwa kebakaran yang terjadi belum memberikan efek asap di daerah kepulauan Meranti. “Sampai hari ini belum ada asap yang terlihat, kita masih tetap siaga untuk itu,” ujarnya.

Walaupun demikian Edy mengatakan belum bisa menyampaikan sudah berapa luas lahan yang terbakar di Kepulauan Meranti.

“Saat ini kita masih hitung jumlahnya, yang jelas kita fokus kita saat ini untuk penanganan di lapangan,” tutur Edy.

 

Sumber : Tribunpekanbaru.com