Target Pajak Daerah Tak Capai Target, Walikota Pekanbaru Ancam Copot Kepala Bapenda, Camat dan Lurah

68
0

ِPortal Berita Riau
Target Pajak Tak Capai Target, Walikota Pekanbaru Ancam Copot Kepala Bapenda, Camat dan Lurah
Ilustrasi sertifikat tanah. Target Pajak Daerah Tak Tercapai, Walikota Pekanbaru Ancam Copot Kepala Bapenda, Camat dan Lurah Dok.Istimewa
Bagikan:

KORAN RIAU, PEKANBARU – Target pajak daerah tak tercapai, Walikota Pekanbaru, Dr Firdaus MT ancam copot Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), camat dan lurah.

Bapenda Kota Pekanbaru memasang target tinggi untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada tahun 2019, mereka memasang target Rp 138 Miliar.

Ada kenaikan target lebih dari 100 persen dibanding pendapatan tahun lalu.

Pada tahun 2018, pendapatan dari PBB hanya mencapai 66,4 miliar.

Sedangkan pendapatan pajak daerah pada tahun 2019, Bapenda Kota Pekanbaru memasang target pemasukan dari pajak daerah mencapai Rp 804 Miliar.

Target ini berasal dari sejumlah pajak yang dipungut daerah.

Di antaranya pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame dan pajak penerangan jalan umum.

Lalu pajak mineral bukan batuan dan logam, pajak parkir, pajak air bawah tanah, pajak sarang burung walet, BPTHTB termasuk PBB Sektor Perkotaan.

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT siap mencopot jabatan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru bersama jajaran camat dan lurah.

Mereka ternyata sudah komitmen untuk siap dicopot dari jabatan.

Bila tidak mencapai target pajak daerah tahun ini.

Maka Firdaus pun memberi peringatan kepada jajaran Bapenda Kota Pekanbaru, camat dan lurah saat menyerahkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB Kota Pekanbaru, Senin (11/2/2019). Ia mengingatkan kembali komitmen dari kepala bapenda, camat dan lurah.

“Mereka kan sudah komitmen atau ikrar, bila target tidak dicapai maka siap-siap dicopot. Kalau kerjanya lalai ya kami siap melaksanakan untuk mencopot jabatannya,” terangnya, Senin.

Terkait :   Terjadi Kecelakaan Truk di Tol Bintara ,Akibatnya 2 Orang Tewas

Menurutnya, pemerintah sudah berulang kali mengimbau agar masyarakat taat membayar pajak.

Apalagi potensi pajak di tahun 2019 cukup besar.

Ia optimis bisa menggali potensi dari banyak sektor pajak yang ada.

“Kalau digali bersama tentu potensi pajak bisa tercapai. Apalagi potensi pajak daerah tahun ini nyaris mencapai Rp 1 Triliun,” ulasnya.

Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin mengatakan bahwa komitmen tersebut sudah disampaikan langsung.

Bahkan Wali Kota Pekanbaru sudah menegaskan kembali komitmen tersebut.

“Pak wali sendiri sudah bertanya langsung terkait komitmen ini. Sanggup atau tidak untuk mencapai target yang ada. Kalau t
tak tercapai tentu siap untuk dicopot,” paparnya.

Pada tahun 2018 lalu, pendapatan daerah Pemerintah Kota Pekanbaru dari sektor pajak pada tahun 2018 di bawah target.

Bapenda Kota Pekanbaru hanya bisa mengumpulkan pendapatan pajak sebesar Rp 506 Miliar hingga akhir tahun lalu.

Padahal target awal mencapai Rp 847 Miliar.

Bapenda Kota Pekanbaru tidak mampu mengejar selisih target yang mencapai Rp 341 Miliar hingga penghujung tahun 2018.

Realisasikan Potensi PBB Rp 138 Miliar, Camat dan Lurah di Pekanbaru Harus Ikut Sampaikan SPPT

Realisasikan potensi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Rp 138 miliar, Camat dan Lurah di Pekanbaru harus ikut sampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT).

Para camat dan lurah di Kota Pekanbaru menerima ratusan ribu SPPT PBB milik masyarakat, Senin (11/2/2019).

Seluruh SPPT PBB ini harus sampai ke tangan masyarakat, sehingga masyarakat bisa membayarkan PBB.

Penyerahan SPPT PBB secara simbolis kepada para camat dan lurah ini adalag bentuk sinergi.

Terkait :   Perempuan Hilang di Pelabuhan Ratu, Polisi Yakin : Nining Tidak Tenggelam

Nantinya mereka bakal menyampaikan SPPT PBB kepada wajib pajak.

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT memberi perintah kepada para camat dan lurah untuk menyampaikan SPPT PPB itu kepada masyarakat di Pekanbaru.

“Jadi SPPT ini harus sampai ke masyarakat. Jangan sampai para wajib PBB tidak menerimanya,” terangnya usai menyerahkan SPPT PPB secara simbolis.

Menurutnya, ada 251.000 SPPT PBB yang bakal diserahkan kepada masyarakat.

Ada 12 camat dan 83 lurah di Kota Pekanbaru yang sudah menerima SPPT PBB.

Mereka bakal membantu menyalurkan SPPT PBB yang ada.

“Masyarakat yang sudah menerima SPPT PBB, bisa membayarkannya tepat waktu,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin menyebut nantinya bakal melakukan evaluasi setiap bulan.

Mereka ingin memastikan SPPT PBB sudah sampai ke tangan wajib pajak.

Apalagi setiap bulan bakal dilakukan evaluasi setelah penyerahan SPPT PBB tersebut.

“Jadi tiap bulan bakal kita lihat, apa SPPT sudah sampai atau belum. Kalau belum, nanti kita tanya kendalanya apa,” ulasnya.

Pria disapa Ami mengatakan bahwa upaya ini untuk menggenjot pendapatan pajak daerah dari PBB.

Potensi dari PBB tahun 2019 mencapai Rp 138 Miliar.

Pada tahun 2018 lalu, pendapatan pajak daerah dari PBB hanya Rp 66,4 Miliar.

Sedangkan keseluruhan pendapatan dari sektor pajak daerah capai Rp 506 Miliar.

Jumlah ini jauh dari target yang mencapai Rp 847 Miliar.

 

Sumber : Tribunpekanbaru.com