Di Sekitar Jembatan Siak IV, Dishub Pekanbaru Akan Rumuskan Pengaturan Lalu Lintas dan Parkir

119
0

ِPortal Berita Riau
Di Sekitar Jembatan Siak IV, Dishub Pekanbaru Akan Rumuskan Pengaturan Lalu Lintas dan Parkir
Dishub Pekanbaru sudah Rumuskan Pengaturan Lalu Lintas dan Parkir di Sekitar Jembatan Siak IV Dok.Istimewa
Bagikan:

KORAN RIAU, PEKANBARU – Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru sudah merumuskan pengaturan lalu lintas dan parkir di sekitar Jembatan Siak IV yang segera resmikan dan bisa dilalui.

Pihak Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru mengaku sudah membahas rekayasa lalu lintas di kawasan sekitar Jembatan Siak IV.

Jembatan di Jalan Jendral Sudirman ujung bakal beroperasi dalam waktu dekat. Maka pihak dinas pun sudah membahasnya bersama unsur terpadu.

Di antaranya Ditlantas Polda Riau, Polresta Pekanbaru dan Dinas Perhubungan Provinsi Riau.

“Ada rencana rekayasa lalu lintas, penambahan rambu dan simulasi di jalan sekitar jembatan,” terang Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Yuliarso kepada Tribunpekanbaru.com pada Jum’at (8/2/2019).

Menurutnya, pihak dinas mengaku sudah punya rumusan bersama unsur terpadu.

Mereka ingin memastikan lalu lintas lancar dan tidak terjadi kepadatan.

Namun rumusan ini bakal difinalisasi awal pekan depan.

Bahkan pada, Senin (11/2/2019) besok tim dari unsur terpadu bakal melihat langsung aktivitas lalu lintas di sekitar Jembatan Siak IV.

Mereka juga melihat langsung kondisi lapangan.

Guna mengevaluasi kesiapan jembatan dan lalu lintas sekitarnya.

Mereka juga menyiapkan rambu untuk menunjang lalu lintas di sana.

Proses rekayasa nantinya dirumuskan bersama.

Sembari menyesuaikan lebar jalan dan muatan kendaraan yang melintas.

Areal parkir di sekitar kawasan Jembatan Siak IV juga menjadi perhatian tim.

Ia menyebut bakal ada rekomendasi dari tim terpadu.

Sebelumnya bakal dibahas berdama titik parkir di sekitar kawasan itu.

“Penataan parkir melibatkan lintas sektor.

Nanti bakal kita bahas bersama, saat ini belum final.

Nanti kita bahas bersama dan turun bersama ke lapangan,” ulasnya.

Mantan Camat Rumbai Pesisir ini menyebut, tim terpadu juga melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan sekitar Fly Over SKA dan Fly Over Arengka.

Mereka bakal melihat langsung aktivitas lalu lintas di tiga titik tersebut.

“Setelah melihat langsung kondisi lapangan. Nanti bakal ditentukan pengaturan lalu lintas dan parkir di kawasan tersebut,” paparnya.

Satu unit mobil jenis damtruk bermuatan pasir dengan bobot 34 ton terparkir tepat di tengah jembatan Siak IV, Jumat (8/2/2019).

Mobil roda enam tersebut dibagian roda depannya diberikan pengganjal setinggi lebih kurang 20 centimeter.

Setelah itu mobil dijalankan pelan.

Ban bagian depan kemudian menanjak naik keatas penggal, lalu ban depan truk tersebut terjun dari atas pengganjal kearah lantai jembatan.

Seketika itu jembatan terasa bergetar.

Kondisi ini sempat diulang beberapa kali.

Hentakan ban mobil truk bermuatan pasir ke lantai jembatan tersebut merupakan salah satu rangkaian uji beban yang dilakukan Kementrian PUPR bersama tim dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

Getaran ban mobil truk tersebut dilakukan untuk menguji tingkat kelenturan jembatan.

Uji ini disebut dengan istilah uji beban dinamis.

Project Manager PT Brantas Abipraya, Hidayatullah mengatakan, pelaksanaan uji beban ini akan berlangsung hingga Jumat tengah malam.

Dengan dua proses pengujian, yakni uji dinamis dan uji statis.

“Uji dinamis dilakukan untuk mengetahui rambatan goyangan jembatan, makanya tadi sengaja kendaraan itu bannnya dijatuhkan ke arah lantai jembatan untuk melihat tingkat getaranya,” katanya.

Hidayatullah uji dimanis ini juga betujuan untuk menguji tingkat kelenturan dan kekakuan jembatan.

Sebab tingkat kekakuan dan kelenjuran jembatan juga harus sesuai dengan perencanaan awal.

“Tidak boleh terlalu lentur, juga tidak boleh terlalu kaku, ini lah yang diuji pada uji beban dinamis ini,” katanya.

Terkait :   Ini Senam Fit Club Ala Polresta Pekanbaru Tingkatkan Kebugaran Tubuh

Uji beban dinamis berlagsung dari pagi hingg siang hari.

Sedangkan untuk uji statis dimulai setelah selesai shalat jumat hingga malam hari.

Berbeda dengan uji beban dinamis, uji beban statis dilakukan dengan menyusun puluhan mobil damtruk bermuatan pasir diatas jembatan.

Ada 24 unit mobil yang disusun berjejer diatas jembatan.

Mobil damtruk ini masing-masing unitnya berbobot seberat 34 ton.jika dikalikan dengan jumlah unit mobil yang disiapkan sebanyak 24 unit, maka beban total dari seluruh kendaraan yang diparkirkan diatas jembatan siak ini mencapai 816 ton.

Mobil dam truk ini berjalan lambat dari arah sisi Rumbai menuju ke arah sisi seberang.

Setelah disampai disi seberang jembatan, mobil berhenti tepat didepan garis yang sebelumnya sudah disiapkan oleh petugas.

Mobil yang diparkirkan di atas jembatan ini secara bertahap. Satu kali berangkat hanya 4 unit mobil.

Dua dilajur kiri dan dua dilajur kanan.

Sebanyak 4 unit mobil ini berjalan lambat hingga tepat ke posisi yang sudah ditetapkan.

Setelah itu baru disusul 4 unit mobil berikut, hingga total 24 unit.

Setelah seluruh unit mobil truk terpakir diatas jembatan, barulah tim melakukan pengecekan dengan menggunakan sensor yang tersambung di laptop.

Sejumlah ahli jembatan yang berasal dari sejumlah universitas ternama di Indonesia langsung memantau setiap pergerakan kendaraan melalui layah monitor laptop yang disiapkan dibawah tenda disisi jembatan arah dari Jalan Sudirman.

Ahli jembatan tersebut diantaranya Prof Iswandi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Bambang Suhendro dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan DR Heru dari Universitas Indonesia (UI).

Seluruh akademini ahli jembatan ini masuk kedalam tim KKJTJ.

Sebelumnya, usai melakukan pengecoran terakhir Jembatan Siak IV, Jumat (25/1/2019) lalu, Gubernur Riau (Gubri), Wan Thamrin Hasyim, dipastikan akan kembali berkunjung ke jembatan ini untuk melakukan peresmian.

Untuk peresmian jembatan Siak IV akan dilaksanakan tanggal 14 Februari 2019 mendatang.

Ia bahkan secara khusus mengundang masyarakat Riau khususnya yang ada di sekitaran Jembatan Siak IV untuk sama-sama hadir dalam peresmian ini.

“Paling lama tanggal 14 Februari jembatan ini akan diresmikan, dan bisa dilewati. Tadi saya sudah minta sama pak Asisten 1 dan humas untuk menyiapkan kaos oblong dengan sablon gambar Jembatan Siak IV,” kata Wan Thamrin.

Kaos oblong dengan gambar Jembatan Siak IV yang diambil dari udara melalui dron tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang hadir dalam peresmian ini.

“Tanggal 14 Februari kita ketemu disini (peresmian), nanti warga kita minta pakai baju itu (kaos oblong bergambar jembatan siak IV),” ujarnya.

Wan tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya saat melakukan pengecoran terakhir Jembatan Siak IV, Jumat (25/1/2019).

Ia pun sempat bercerita lika-liku perjalanan pembangunan jembatan Siak IV yang sebelumnya sempat mangkrak selama kurang lebih 5 tahun lalu.

Dimana jembatan Siak IV ini awal mula dibangun tahun 2009 sampai tahun 2013 terhenti.

Padahal pembangunannya belum selesai. Kemudian dilanjutkan kembali tahun 2017 akhir hingga awal 2019.

Artinya butuh waktu hingga 10 tahun jembatan Siak IV baru bisa diselesaikan.

“Perasaan saya berdebar-debar ini. Akhirnya jembatan Siak IV selesai juga. Kuncinya sederhana saja. Man jadda wajadda (siapa yang bersunguh-sungguh pasti akan berhasil). Saya perintahkan ke Dadang Kadis PUPR, tutup telinga rapat-rapat, terima segala kritikan, tapi pekerjaan jalan terus, maka jadi lah Jembatan Siak IV ini,” kata Wan Thamrin saat membuka secara resmi kegiatan seremonial pengecoran terakhir Jembata Siak IV.

Terkait :   Mulia! Seorang Warga Kampung Kandis Hibahkan Tanahnya Untuk Dibangun Jalan Semenisasi

Intruksi kepada Kepala Dinas PUPR Riau untuk menutup telinga yang disampaikan bukan tanpa alasan.

Pesan tersebut ia sampaikan agar dinas PUPR bisa fokus bekerja tanpa harus menghabiskan energinya untuk sibuk beradu argumen dengan pihak yang meragukan penyelesaikan jembatan siak IV tersebut.

Sebab kata Wan, sejak awal memang banyak pandangan-pandangan miring ketika awal Pemprov Riau memutuskan untuk melanjutkan kembali pembangunan jembatan ini dengan proyek multiyers.

Segala bentuk kritikan itu diterima sebagai masukan, lalu pembangunan jembatan ini tetap dilanjutkan.

“Pesan saya ke Pak Dadang ketika itu hanya satu, laksanakan saja perintah. Kerjakan dengan segenap kemampuan yang ada,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau, Dadang Eko Purwanto, menyebut butuh waktu 10 tahun untuk menyelesaikan jembatan ini.

Peletakan batu pertama jembatan Siak IV dilaksakan pada tahun 2009.

Proses pembangunan terus berjalan hingga tahun 2013.

Namun ada beberapa persoalan, pembangunan jembatan ini dihentikan.

Pada tahun 2017 lalu, Pemprov Riau berinisiatif untuk melanjutkan kembali pembangunannya.

“Persisnya, pembangunan kembali dilaksanakan pada Desember 2017. Sebab perlu ada kajian terhadap kekuatan struktur jembatan setelah bertahan-tahun dibiarkan mangkarak. Untuk melakukan kajian itu saja habis waktu sekitar 3 bulan,” ujarnya.

Dadang menjelaskan, total panjang Jembatan Siak IV secara keseluruhan adalah 800 meter.

Sedangkan tinggi jembatan dari permukaan air ke bagian jembatan ketinggiannya mencapai sekitar 12,5 meter, dengan tinggi tiang penayanggga sekitar 75 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau memastikan jadwal peresmian Jembatan Siak IV atau Jembatan Marhum Bukit.

Peresmiannya akan dilaksanakan tanggal 14 Februari mendatang.

Namun sayang, kapan jembatan yang diberi nama Sultan Abdul Jalil Alamuddinsyah ini bisa dilewati belum bisa dipastikan.

Kadis PUPR Riau, Dadang Eko Purwanto mengatakan pihaknya bahkan sudah menggelar rapat persiapan persemian Jembatan Siak IV.

“Tangal 14 Februari pukul 08.00 Wib kita mulai pelantikanya. Kita akan mengundang seluruh elemen masyarakat, Gubenur, Gubenur terpilih, DPRD Riau,” kata Dadang di sela peninjauan uji beban jembatan Siak IV, Jumat (8/2/2019).

“Setelah uji beban hari ini, maka kita akan segera menyiapkan seluruh fasilitas pendukungnya, termasuk pengaspalan, pemasangan pagar, trotoar. Harus selesai dalam satu minggu ini, karena saat peresmian semua sudah harus selesai,” imbuhnya.

Tapi pihak Dinas PUPR Riau tidak menjamin jembatan ini bisa dilewati masyarakat umum saat peresmian 14 Februari nanti.

“Kami belum bisa pastikan apakah nanti saat peresmian bisa langsung dibuka atau belum. Karena untuk membuka jembatan ini kamis harus mendapatkan sertifikat layak dari kementrian PU dan KKJT berdasarkan hasil uji beban ini,” katanya.

Sebab pihaknya tidak bisa memprediksi kapan sertifikat layak dari hasil uji beban jembatan tersebut bisa didapatkan, karena prosesnya ada di kementrian PUPR dan KKJTJ.

“Makanya kami mohon pengertiannya, sudah diresmikan tapi kok belum boleh dilewati, ini demi kita bersama, karena semua ada proses dan hitung-hitungan, kalau kita berharap lebih cepat lebih bagus,” ujarnya.

Seperti diketahui, Jumat (8/2/2019) Kementrian PUPR dan tim dari KKJTJ melakukan uji beban dinamis dan statis jembatan siak IV.

Dalam uji beban ini ada 24 kendaraan jenis damtruk berbobor 34 ton yang disusun berjejer di atas jembatan, sehingga total berat kendaraan yang diparkirkan bersamaan di atas jembatan ini mencapai 816 ton.

 

Sumber : Tribunpekanbaru.com