Jalan Tak Kunjung Di Perbaiki, Warga Perbatasan di Inhil: Keluarkan Saja Kami dari Riau

Jalan Tak Kunjung Di Perbaiki, Warga Perbatasan di Inhil: Keluarkan Saja Kami dari Riau
RUSAK PARAH- Pengendara melintasi jalan yang rusak parah di Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir beberapa waktu lalu. Kondisi jalan rusak ini dapat ditemukan mulai dari arah Sei Gergaji hingga Pulau Kijang. Dok. Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgio

KORAN RIAU, PEKANBARU – Masyarakat yang tinggal di perbatasan Riau dan Jambi tepatnya di Kecamatan Reteh dan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) merasa dianaktirikan pemerintah. Pasalnya infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah ini tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Akses jalan utama yang menghubungkan dua kecamatan ini rusak parah. Khususnya yang berada di Desa Sei Gergaji, Seberang Pembenaan, Sanglar hingga ke Pulau Kijang.

Padahal jalan yang menghubungkan desa antar kecamatan ini menjadi urat nadi pergerakan ekonomi masyarakat setempat. Akses jalan dan jembatan di wilayah ini sudah bertahun-tahun rusak parah. Meski pernah diperbaiki, namun jalan tersebut tidak bertahan lama.

Alkibat kondisi jalan dan jembatan yang rusak parah, warga pun harus berjibaku melewati jalan yang dipenuhi lubang dan lumpur setiap akan beraktivitas ke luar rumah.

“Dari dulu jalan di kampung kami tidak pernah bagus. Sudah sering diperbaiki tapi tidak bertahan lama, rusak lagi,” kata Nurhadi warga Sei Gergaji kepada Tribun, Senin (28/1/2019).

Akibat kondisi jalan yang rusak parah, warga setempat pun kesulitan untuk membawa hasil panennya keluar. Baik kelapa, pinang, pisang maupun padi. Tidak heran jika harga komoditi di wilayah ini harganya anjlok. Sebab akses jalan untuk keluar masuk di wilayah ini sangat buruk sekali.

“Kami tidak minta apa-apa dari pemerintah, dibuat bagus aja jalan dan jembatan kami ini sudah senang sekali disini. Jangan mentang-mentang tinggal jauh dari pusat kota, kami dianaktirikan. Kalau seperti itu keluarkan sajalah kami dari Riau ini,” ujarnya.

Anggota DPRD Riau dari daerah pemilihan Indragiri Hilir, M Arpah meminta kepada Pemprov Riau dan Pemkab Inhil untuk memperhatikan insfrastruktur jalan dan jembatan di wilayah perbatasan Riau dan Jambi. Sebab saat dirinya turun ke lapangan menampung aspirasi masyarakat, kondisi jalan dan jembatan rusak selalu dikeluhkan masyarakat.

“Infrastruktur jalan banyak dikeluhkan masyarakat di Kecamatan Reteh dan Keritang. Yang paling parah itu jalan utama dari Sei Gergaji menuju ke Pulau Kijang,” katanya.

Pihaknya sudah menyampaikan kondisi jalan di daerah tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau. Namun ruas jalan tersebut ternyata masih jalan kabupaten kota. Sehingga provinsi tidak bisa melakukan pembangunan.

Terkait :   Sampaikan Pesan Kamtibmas, Kapolsek Perhentian Raja Rutin Laksanakan Safari Jumat Keliling

“Kita menggesa pemerintah provinsi melalui PUPR, untuk segera ditingkatkan statusnya dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi. Sampai sekarang belum juga keluar SK-nya, itu persoalannya,” sebut Arpah.

Ia meminta kepada Pemprov Riau agar benar-benar memperhatikan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat yang ada diperbatasan Riau dan Jambi. Sebab mereka merasa ada perlakuan yang jauh berbeda antara infrastrutur di Riau dengan Jambi. Sehingga muncul wacana di tengah masyarakat yang ada di perbatasan ini untuk bergabung ke Provinsi Jambi.

“Masyarakat kecewa, muncul lah bahasa dari masyarakat, kalau begitu pisah saja dari Riau. Makanya kami minta daerah perbatasan ini harus diperhatikan. Jangan sampai masyarakat Riau yang tinggal di perbatasan Jambi ini memisahkan diri dari Provinsi Riau karena kekecewaan tersebut,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Riau lainya dari Dapil Inhil yakni Musyafak Asyikin. Ia meminta keseriusan Pemerintah Provinsi Riau untuk memperhatikan daerah Inhil. Khusunya yang berada di bagian selatan yang berbatasan langsung dengan Jambi.

“Karena memang dirasa betul Inhil Selatan tersebut jauh sekali tertinggal. Mulai infrastruktur dan segalanya, jadi tidak heran jika masyarakat Inhil Selatan yang secara emosial dekat ke Provinsi Jambi dan tak tertutup kemungkinan mereka punya keinginan seperti pindah ke Jambi,” katanya.

Saat disinggung apak upaya pihaknya sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan masyarakat di perbatasan Riau dan Jambi, Politisi PAN ini mengaku jika pihaknya bersama anggota DPRD lainnya telah memperjuangkan hak masyarakat Inhil. Namun sejauh ini semua usahanya belum membuahkan hasil yang maksimal.

“Jangankan jalan di desa-desa, untuk jalan provinsi saja di Inhil selatan itu jauh sekali tak terbenahi. Kita sudah 4 tahun ini, sudah hampir habis masa jabatan tak juga bisa, padahal ruas jalan tersebut hanya 48 km. Tiap tahun kita ngotot minta tiap tahun juga masyarakat kecewa. Belum lagi masalah pertanian dan perkebunan,” pungkasnya. (

 

Sumber : Tribunpekanbaru.com


SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.