Status Siaga Karhutla Riau Belum Ditetapkan

44
0

ِPortal Berita Riau
Status Siaga Karhutla Riau Belum Ditetapkan
Proses pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras pada Minggu (30/9/2018). Dok. Istimewa
Bagikan:

BERITA RIAU, PEKANBARU – Masih belum ditetapkannya status siaga Karhutla oleh Pemprov Riau sampai saat ini, walau sudah 124 Ha lahan yang terbakar di Riau, dimaklumi oleh pihak DPRD Riau, karena syarat penetapan siaga Karhutla tersebut ada ketentuan khusus.

Ketua Komisi V DPRD Riau, Aherson mengatakan, walau siaga Karhutla belum bisa ditetapkan untuk saat ini bukan berarti pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau diam dan menunggu ada kejadian dulu baru melakukan tindakan.

Maka dari itu, pihak BPBD harus bergerak dari sekarang dengan melakukan beberapa persiapan, di antaranya adalah dengan memberikan perhatian khusus di kawasan titik api di Riau, atau kawasan yang rawan terjadi Karhutla,” kata Aherson kepada Tribun, Sabtu (26/1/2019).

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Riau ini juga mengatakan, hal lainnya yang harus dilakukan oleh pihak BPBD Riau adalah dengan memanggil pemerintah kabupaten kota untuk membicarakan persiapan menghadapi Karhutla di setiap daerah.

Terkait :   Negara Terima Pemasukan Rp 4 Miliar dari Pembayaran Denda Dari Kebakaran Hutan Dan Lahan

“Pertemuan tersebut harus intens dilakukan dengan pihak pemerintah daerah, dan juga dengan instansi terkait lainnya, sehingga bisa diantisipasi dan dibicarakan dari awal, bagaimana menghadapi Karhutla, agar tidak terjadi kembali,” ujarnya.

Dikatakan Aherson, pihaknya malah tidak ingin ditetapkan siaga tersebut, namun harus diantisipasi dari awal, sehingga memang tidak ada tanda-tanda dan potensi akan terjadi Karhutla, karena telah siaga dari awal, dan siaga Karhutla sama sekali tidak diperlukan dan tidak perlu ditetapkan.

“Kalau bisa jangan ada penetapan siaga Karhutla, tapi tentunya itu tidak bisa kita diam saja harus ada antisipasi dari awal, dan melakukan berbagai tindakan, sehingga kita terhindar dari Karhutla kedepannya, dan Pilpres pun bisa berjalan dengan aman,” tuturnya.

Terkait :   Tarian Poco-Poco Pecahkan Rekor Dunia, Riau Turut Ambil Bagian Acara?

Jika pihak pemerintah menurut Aherson hanya menunggu ada kejadian tentunya potensi Karhutla akan semakin besar, apalagi dengan cuaca kemarau yang akan dihadapi kedepannya.

“Makanya kita tidak boleh diam dari sekarang. Jangan tunggu ada api dulu baru bergerak. Semua pihak harus proaktif, termasuk dengan pelibatan masyarakat untuk mengantisipasi Karhutla,” imbuhnya.

Diakui Aherson, penetapan status Karhutla akan mempermudah pihak pemerintah untuk menggunakan anggaran, pelibatan pemerintah daerah, serta juga penggunaan atau peminjaman alat dari pusat.

“Penetapan status akan mempermudah kita untuk melakukan segala sesuatunya dan untuk mengambil tindakan, tapi tentunya itu kan harus menunggu ada kejadian dulu. Kalau bisa mengantisipasi dari sekarang, sehingga tidak ada kejadian sama sekali,” harapnya.

 

Sumber : Tribunpekanbaru.com