Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemko Pekanbaru Berencana Kurangi Dinas Luar Kota

83
0

ِPortal Berita Riau
Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemko Pekanbaru Berencana Kurangi Dinas Luar Kota
Riau Airlines. Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemko Pekanbaru Kurangi Dinas Luar Kota Dok. Foto/airlines-inform.com
Bagikan:

KORAN RIAU, PEKANBARU – Tiket pesawat mahal, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana kurangi dinas luar kota bagi pegawai di jajaran Pemko Pekanbaru.

Kenaikan harga tiket penerbangan ternyata berdampak bagi perjalanan dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Ada rencana pengurangan kunjungan dinas luar kota bagi ASN karena harga tiket penerbangan yang mahal.

Terutama perjalanan dinas yang tidak penting.

“Kunjungan dinas luar kota bakal dikurangi. Sebab agenda kunjungan dinas itu tidak terlalu penting,” papar Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Muhammad Noer MBS kepada Tribun, Selasa (22/1/2019).

Menurutnya, pembatasan kunjungan dinas ini tidak secara menyeluruh.

Sebab perjalanan dinas rutin tidak mungkin dibatasi.

Terkait :   Kapolres Kota Tangerang: Polisi Di Tangerang Harus Menginap di Rumah Kiai Setiap Malam!

Apalagi perjalan dinas tersebut sudah terjadwal dengan baik.

“Intinya kita tidak batasi semuanya. Tapi perjalanan dinas rutin tetap ada,” ulasnya.

Noer menyebut bahwa pengurangan kunjungan dinas ini juga dampak efisiensi APBD Kota Pekanbaru tahun 2010.

Ia berpesan agar pengadaan yang tidak bersifat mendesak bisa ditunda sementara.

Pasalnya ia tidak ingin tunda bayar terjadi lagi pada tahun 2019 ini.

Pemerintah kota bakal mengevaluasi pengadaan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nantinya.

Ia tidak ingin kecolongan dengan adanya pengadaaan yang belum mendesak.

“Nanti kita lihat urgensinya seperti apa. Kalau memang bisa ditunda, ya tunda dulu,” terangnya.

Jumlah APBD Kota Pekanbaru tahun 2019 yang disahkan sebesar Rp 2,56 Triliun.

Terkait :   Flyover SKA Pekanbaru Dinyatakan Tak Selesai 2018, Warga Pekanbaru Merasa Kecewa

Ada kenaikan dari APBD 2018 yang sebesar Rp 2,4 Triliun.

Sumber : Tribunpekanbaru.com