Penasaran Bentuk Bajaj Baru di Pekanbaru, Bentuknya Begini ?

151
0

ِPortal Berita Riau
Penasaran Bentuk Bajaj Baru di Pekanbaru, Bentuknya Begini ?
Pengemudi Bajaj Edi (kiri) dan Bujang (tengah) sedang menunggu penumpang di Pasar Sago, Jalan Ir H Juanda Pekanbaru, Selasa (15/1/2019). Dok. Istimewa
Bagikan:

KORAN RIAU, PEKANBARU – Angkutan umum legendaris roda tiga bewarna merah, Bajaj di Kota Pekanbaru dalam waktu dekat ini akan berubah wujud.

Sesuai rencana, bulan depan akan ada sekitar 30 unit armada baru Bajaj yang akan mengaspal di Kota Pekanbaru.

Hal ini disampaikan seorang pengemudi Bajaj bernama Edi saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com di depan Pasar Sago Jalan Ir H Juanda Pekanbaru, Selasa (15/1/2019) lalu.

Dijelaskannya, 30 unit armada baru itu akan menggantikan armada lama yang sudah beroperasi puluhan tahun.

“Rodanya roda tiga juga, hampir mirip dengan yang ini (bajaj lama, red) cuma agak besar dari ini, bunyinya juga lebih halus, warnanya warna kuning,” ujar Edi.

Terkait :   Sambut HUT RI Ke-72, Desa Penyasawan Gelar Kompetisi Sepakbola Antar Dusun

Menurutnya, Bajaj baru nantinya sengaja akan dibuat dengan warna kuning karena warna itu mencerminkan Provinsi Riau.

Ditambahkan Edi, Bajaj baru dengan merek TVS itu kemungkinan tidak dipakai oleh semua pengendara Bajaj di Pekanbaru karena tidak diwajibkan

“Bagi yang mau makai silahkan, bagi yang tidak, tak apa-apa,” kata Edi.

Edi sendiri sudah delapan tahun terakhir menarik Bajaj.

Sebelumnya Edi menjadi pegawai pada sebuah toko aksesoris pada satu mal di Pekanbaru.

“Lebih enak kerja seperti ini, setiap hari bisa dapat Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu, tidak tentu memang, tapi ada,” katanya.

Ia berharap dengan armada baru ini dapat meningkatkan pendapatannya karena tampilannya lebih bagus dan juga lebih irit bahan bakar.

Terkait :   6 Jemaah Calon Haji Asal Kampar Batal Berangkat Tahun Ini , Apa Penyebabnya ?

Senada, pengemudi Bajaj lain bernama Bujang yang sudah menarik Bajaj selama 30 tahun juga cukup antusias menyambut unit bajaj baru tersebut.

“Saya tengok di Jakarta Bajaj baru ini ada dua jenis, yang gas dan bensin, tapi disini kita pakai yang bersin,” katanya.

Diakui Bujang, popularitas Bajaj memang menurun seiring menjamurnya pengendara ojek dan taksi online.

Namun ia tetap optimis bahwa peminat pengguna transportasi Bajaj di Kota Pekanbaru tetap ada.

Sumber : Tribunpekanbaru.com