Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Meluas, Dalam Sepekan Bertambah 42 Hektar

99
0

ِPortal Berita Riau
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Meluas, Dalam Sepekan Bertambah 42 Hektar
Proses pemadaman api dan pendinginan lahan pasca kebakaran hutan dan lahan di Jalan Kalijaga Purnama Kota Dumai Sabtu (5/1/2019) lalu. Dok. BPBD Dumai
Bagikan:

BERITA RIAU, PEKANBARU – Memasuki pekan kedua Januari 2019, Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Riau terus meluas, Minggu (13/1/2019).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mencatat, setidaknya sudah ada 108,5 hektare lahan yang terbakar.

Luas lahan yang terbakar di Riau meningkat dratis jika dibandingkan sepekan sebelumnya, Senin (7/1/2019).

Saat itu luas lahan yang terbakar baru seluas 66,5 hektare.

Artinya ada penambahan 42 hektare lahan yang terbakar.

Meski luas lahan yang terbakar kian meluas, namun Pemerintah Provinsi Riau belum menetapkan status siaga darurat karhutla.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger saat dikonfirmasi, Minggu (13/1/2018) mengatakan, belum ditetapkan Riau dalam status siaga Karlahut karena sejauh ini kata dia, belum ada satupun kabupaten/kota yang menetapkan status siaga darurat.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau juga belum menetapkan status.

Karena, untuk menetapkan status siaga darurat provinsi, syaratnya sudah ada dua kabupaten/kota yang telah menetapkan status.

Terkait :   Niat menawarkan kompor gas kepada warga malah tertangkap

“Kalau sudah ada dua kabupaten/kota yang menetapkan status siaga darurat karhutla, tentu kita akan pertimbangkan pula untuk menetapkan status provinsi. Kita akan gelar rapat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait,” ujarnya.

Edwar juga menjelaskan, potensi karhutla di Riau masih cukup besar.

Terutama di wilayah pesisir Riau, yang rata-rata adalah lahan gambut.

Apalagi saat ini Riau tengah memasuki musim panas.

“Tingkat kemudahan terjadinya kebakaran di wilayah Riau pada umumnya berada dalam kategori mudah terbakar. Sedangkan di wilayah Riau bagian utara, tengah, sebagian pesisir timur dan sebagian selatan, dalam kategori mudah hingga saat mudah terbakar,” ujarnya.

Edwar menjelaskan, dari 108,5 hektare lahan yang terbakar, paling luas berada di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Totalnya 82 hektare.

Menyusul setelah itu, Kabupaten Kampar dengan luas lahan yang terbakar 14 hektare.

Selanjutnya Bengkalis 10 hektare, Dumai 1,5 hektare dan Pekanbaru 1 hektare.

“Ini tercatat sejak 2 Januari sampai 13 Januari 2019,” kata Edwar, Ahad (13/1) siang.

Terkait :   Walau Ada Kebakaran hutan Jarak Pandang Masih Normal di Kuala Kampar Pelalawan

Edwar menjelaskan, hingga saat ini pemadaman terus dilakukan oleh tim di lapangan.

Baik itu dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri maupun masyarakat.

“Tim masih berjibaku di lapangan. Pemadaman dilakukan melalui darat, dan belum ada melalui udara,” jelasnya.

Pemadaman tersebut dilakukan di beberapa titik.

Yakni di Kepulauan Lenggadai Hilir, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rohil.

Di sini kata Edwar, sudah ada 40 hektare lahan yang terbakar.

“Di Rohil sudah padam dan saat ini sedang pendinginan. Semoga semua bisa teratasi dengan baik,” katanya.

Petugas gabungan yang melibatkan BPBD Kabuaten dan Kota, TNI, Polri, dan manggala Agni terus melakukan penanganan secara terpadu untuk mencegah agar tidak terjadinya Karlahut yang semakin meluas.

“Diimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang memiliki lahan dan juga perusahaan agar tidak membakar lahan. Karena sudah jelas sanksinya sangat tegas, bisa dipenjara. Selain itu, tentunya akibat karhutla ini akan berdampak kepada masyarakat di Riau maupun daerah tetangga,” kata dia.

 

Sumberr : Tribunpekanbaru.com