Warga Kesal Gas 3 Kg Selalu Kosong di Pangkalan, Ini yang Di Lakukan Disperindag

39
0
Warga Kesal Gas 3 Kg Selalu Kosong di Pangkalan, Ini yang Di Lakukan Disperindag
Tanda terkait gas LPG habis dipasang di sebuah pangkalan LPG 3 kg, Jalan Kutilang, Pekanbaru, Jumat (19/10/2018). Menurut pekerja di pangkalan tersebut, sudah dua minggu terakhir gas LPG 3 kg terlambat masuk, hal ini disebabkan tersendatnya pasokan dari Dumai karena kemacetan di kawasan jalan lintas Kandis-Duri Provinsi Riau. Akibat keterlambatan itu, gas LPG 3 kg di Kota Pekanbaru menjadi langka, termasuk juga gas non subsidi LPG 12 kg dan 5.5 kg yang pasokannya mulai menipis. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY).

KORAN RIAU, PEKANBARU – Persoalan pendistribusian gas bersubsidi tabung 3 kilogram masih saja menuai polemik.

Sejumlah warga mengaku sulit menemukan gas tabung melon di pangkalan. Sebab pangkalan selalu berdalih kosong.

Sehingga warga pun tidak pernah mendapatkan gas bersubsidi di tingkat pangkalan.

“Pangkalan selalu kosong, kami beli gas di kedai. Itu pun hargany mahal. Jauh diatas haerga HET. Biasa kami beli Rp 35 ribu per tabungnya,” kata Muawiyah warga Jalan Delima Pekanbaru, Rabu (28/11/2018).

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, meminta masyarakat yang menemukan kasus penyimpangan terhadap pendistribusian gas elpiji bersubsidi di tingkat pangkalan agar segera dilaporkan ke Disperindag.

Namun pihalnya meminta agar masyarakat yang akan melaporkan ke kantor Disperindag disertai dengan bukti bukti penyimpangan yang dilakukan oleh pihak pangkalan.

“Sesuai aturan distribusi terakhir gas bersubsidi itu hanya sampai di tingkat pangkalan. Artinya pangkalan tidak dibenarkan menjual ke pengecer. Jika ditemukan ada pangkalan yang bermain, silahkan laporkan ke kami. Kami sudah membuka posko pengaduan,” katanya.

Terkait :   Kejari Kuansing Awali 2018 dengan Masuk ke Ponpes KH Ahmad Dahlan

Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. Jika benar pangkalan tersebut melakukan pelanggaran, maka pihaknya siap untuk menjatuhkan saksi tegas berupa pencabutan izin.

“Kalau ada pangkalan yang terbukti melakukan tindakan yang menyalahi aturan kita akan cabut izinya,” kata Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, Rabu (28/11/2018).

Namun sebelum pihaknya mejatuhkan saksi pencabutan izin, pihaknya akan memberikan teguran dan pembinaan, jika masih membendel, pihaknya harus memberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin usahanya.

“Beberapa pelanggaran yang sering kita temukan biasanya pangkalan ini menjual gasnya diatas harga eceran tertinggi, kemudian menjual ke pengecer, ini tidak boleh,” ujarnya.

Sejauh ini pihaknya mengklaim sudah menindak belasan pangkalan nakal yang terbukti melakukan pelangggaran. Bahkan berdasarkan catatan pihak Disperindag, hinga November 2018 ini sudah 11 pangkalan yang dicabut izinya.

 

Sumer: Tribunpekanbaru.com

0%
like
0%
love
0%
haha
0%
wow
0%
sad
0%
angry
Portal Direktori UKM Indonesia

#Follow News : Riau | Berita Riau | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Portal Berita RiauPortal Berita Pekanbaru

#Jasa Web : Riau | Jasa Web Riau | Jasa Web Pekanbaru | Jasa SEO Riau | Jasa SEO PekanbaruJasa SEO Web Kampar | Jasa SEO Web Siak | Walikota Pekanbaru | Jasa SEO Web InhuJasa SEO Web Inhil | Jasa SEO Web Bengkalis | Jasa SEO Web Rohil | Jasa SEO Web Meranti | Jasa SEO Web Dumai | Jasa SEO Web Kuansing | Jasa SEO Web Pelalawan| Jasa SEO Web Rohul | Portal Berita Riau

Loading...

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.