Ribuan Rumah Digenangi Banjir Hingga 1 Meter Akibat Dampak Banjir Bandang Di Padang

28
0
Ribuan Rumah Digenangi Banjir Hingga 1 Meter Akibat Dampak Banjir Bandang Di Padang
Kondisi jembatan gantung di Baringin ikut rusak akibat dihantam material jembatan yang hanyut dibawa arus sungai yang meluap Sabtu (3/11/2018)

KORAN RIAU, PADANG – Hujan lebat sejak Jumat (2/11/2018) siang hingga sore, menyebabkan meluapnya sejumlah sungai di Kota Padang. Bahkan akibat luapan sungai tersebut, membuat terjadinya bencana banjir di beberapa kecamatan di Kota Padang.

Dari data BPBD Kota Padang, di Kecamatan Padang Timur, tepatnya di kawasan Alai Parak Kopi, menyebabkan sekitar 600 rumah digenangi banjir hingga ketinggian mencapai 60 sentimeter.

Bahkan, harta benda berupa barang elektronik dan perabotan rumah tangga pun ikut terendam banjir.

Selain itu di Kecamatan Lubuk Begalung, sejumlah lokasi juga banjir dengan ketinggian bervariasi.

Di Gurun Laweh dan di Batung Taba misalnya. Ketinggian air mencapai 1 meter. Bahkan sekitar 50 unit rumah terendam banjir dan satu unit rumah semi permanen di laporkan roboh.

Kemudian di Kecamatan Lubuk Kilangan, satu unit rumah di Kelurahan Baringin hanyut dan 15 unit rumah digenangi banjir hingga ketinggian mencapai 70 sentimeter.

Satu unit jembatan beton di kelurahan tersebut yang masih dalam proses pembangunan juga amblas dihantam arus sungai yang meluap.

Bahkan kuatnya arus sungai tersebut, membuat sebagian material berupa rangkaian jembatan dari baja bergeser hingga 200 meter dari lokasi jembatan.

Selain itu, jembatan gantung yang berada di samping jembatan beton tersebut juga rusak, sehingga akses masyarakat Baringin menuju Koto Lalang pun putus.

Kalaksa BPBD Kota Padang Edi Hasmi mengatakan, selain Lubuk Kilangan, Padang Timur dan Lubeg, banjir juga melansa Kecamatan Bungus, Padang Selatan dan Koto Tangah. Puluhan rumah di kecamatan tersebut juga digenangi banjir hingga mencapai 1 meter.

Bahkan di Koto Tangah, satu orang balita yang masih berusia 2 tahun meninggal dunia karena hanyut diseret arus saat mandi diselokkan. Begitu juga di Bungus Teluk Kabung.

Bocah berusia 6 tahun juga hanyut seteleh terperosok ke selokan saat melintas di lokasi banjir yang tak jauh dari rumahnya di Bungus Barat.

“Selain korban hanyut, ratusan rumah di Bungus Teluk Kabung juga digenangi banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Bahkan satu unit jembatan Lubuk Hitam di Kelurahan Bungur Timur jugaa putus,” kata Edi Hasmi kepada tribunpadang.com, Sabtu (3/11/2018).

Terkait :   Moeldoko Undang Melody JKT48 hingga 'Milea', Apa Ya Yang Di Bahas yang Dibahas

Untuk kerugian materil, lanjitnya, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terkait rumah rusak berat, sedang dan ringan.

Karena laporan yang masuk baru laporan kerusakan secara menyeluruh, sehingg pihaknya belum bisa memastikan kerugian materil.

“Kalau kerugian materil kami belum tahu, sekarang masih pendataan. Saat ini anggota masih berada di lapangan untuk melakukan penghitungan kerugian materil akibat bencana banjir yang terjadi Jumat kemarin,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Narul Abit mengatakan, dari laporan yang diperolehnya, ada ribuan rumah dan sejumlah fasum di Kota Padang yang digenangi banjir dan sebagian rumah dan fasum tersebut ada yang rusak berat, rusak sedang dan ringan.

“Ini baru data sementara. Tapi saya minta Pak Walikota Padang untuk segera membuatkan laporan tanggap daruratnya agar para korban yang terdampak segera ditangani,” kata Nasrul Abit saat meninjau lokasi jembatan beton yang ambeuk di Baringin, Jumat.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, Camat Lubuk Kilangan Yalmasril dan sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Pemko Padang dan Pemrpov Sumbar.

Terkait jembatan Baringin yang tengah dibangun ini rusak akibat diterjang arus sungai yang meluap, Walikota Padang Mahyeldi menyebut bahwa nanti akan dilakukan adendum dan proses pengerjaannya akan diperpanjang.

“Tapi bagiamana teknisnya, tentu Dinas PU yang menanganinya. Tahun depan, beberapa sungai akan kami normalisasikan, karena sudah mulai dangkal, sehingga jika terjadi hujan, sungai cepat meluap dan menyebabkan terjadinya banjir,”  katanya.

 

Sumber : Tribunpekanbaru.com

0%
like
0%
love
0%
haha
0%
wow
0%
sad
0%
angry
Portal Direktori UKM Indonesia

#Follow News : Riau | Berita Riau | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Portal Berita RiauPortal Berita Pekanbaru

#Jasa Web : Riau | Jasa Web Riau | Jasa Web Pekanbaru | Jasa SEO Riau | Jasa SEO PekanbaruJasa SEO Web Kampar | Jasa SEO Web Siak | Walikota Pekanbaru | Jasa SEO Web InhuJasa SEO Web Inhil | Jasa SEO Web Bengkalis | Jasa SEO Web Rohil | Jasa SEO Web Meranti | Jasa SEO Web Dumai | Jasa SEO Web Kuansing | Jasa SEO Web Pelalawan| Jasa SEO Web Rohul | Portal Berita Riau

Loading...

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.