Musim Pileg, Diskes Terima Banyak Permintaan Fogging, Namun Apa Yang Terjadi?

13
0
Musim Pileg, Diskes Terima Banyak Permintaan Fogging, Namun Apa Yang Terjadi?
Warga tengah melakukan fogging di sebuah pemukiman, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Selasa (10/1/2017). Tindakan pengasapan atau fogging ini menurut warga masih menjadi andalan untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti penyebar virus demam berdarah dook.TribunPekanbaru/Theo Rizkyi

KORAN RIAU – PEKANBARU – Memasuki musim Pemilihan Legislatif (Pileg) Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mengaku banyak mendapatkan permintaan untuk melakukan fogging.

Sejumlah Caleg ramai-ramai mengajukan permintaan foging di daerah pemilihannya masing-masing.

Namun Dinas Kesehatan tidak merespon permintaan tersebut.

Meskipun saat ini kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) angkanya terus bertambah.

Pihaknya mengaku tidak melayani permintaan fogging karena beberapa alasan.

“Banyak yang mengajukan permintaan fogging, termasuk dari caleg-caleg, tapi tidak bisa tindaklanjuti semua. Karena fogging itukan bukan cara yang efektif untuk memutus mata rantai kembang biak nyamuk penyebab DBD,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldi, Kamis (25/10/2018).

Zaini menegaskan, ada beberapa bahaya saat tindakan foging dilakukan.

Bahannya pertama adalah racun yang disemprotkan dari alat fogging bisa membuat masalah baru bagi kesehatan seseorang yang menghirupnya.

“Apalagi bagi kalangan anak-anak, orang tua dan lansia, kalau kena asap fogging itu bisa menggangu pernapasanya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, tindakan fogging ternyata bukan cara yang efektif untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk aedes agypti.

Terkait :   Wanita Ini Di Jambret, Pas Baru Pulang dari Bank...

Sebab tindakan foging hanya membunuh nyamuk dewasa saja.

Sementara telor nyamuk dan jentik-jentik tetap hidup.

“Bahkan yang lebih bahanya lagi, kalau fogging tidak dilakukan secara benar, itu bisa menyebabkan resistensi. Jadi nyamuk itu kebal terhadap asap. Sehingga saat dilakukan foging kembali nyamuk tetap bisa bertahan hidup,” bebernya.

Zaini menegaskan, untuk menutus mata rantai kembang biak nyamuk aedes agypti penyebab DBD, maka bisa dilakukan dengan cara membersihkan lingkungan masing-masing.

Terutama tempat-tempat yang memungkinkan dijadikan tempat berkembangbiaknya nyamuk.

“Cara yang paling efektif itu ya 3M Plus. Kalau kebersihan lingkungan dijaga, tidak membuang sampah sembarangan maka angka DBD bisa ditekan,” katanya.

Seperti diketahui, hingga akhir Oktober ini kasus DBD di Kota Pekanbaru mencapai 284 kasus dan dua orang meninggal dunia.

 

 

Sumber : Tribunpekanbaru.com

0%
like
0%
love
0%
haha
0%
wow
0%
sad
0%
angry
Portal Direktori UKM Indonesia

#Follow News : Riau | Berita Riau | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Portal Berita RiauPortal Berita Pekanbaru

#Jasa Web : Riau | Jasa Web Riau | Jasa Web Pekanbaru | Jasa SEO Riau | Jasa SEO PekanbaruJasa SEO Web Kampar | Jasa SEO Web Siak | Walikota Pekanbaru | Jasa SEO Web InhuJasa SEO Web Inhil | Jasa SEO Web Bengkalis | Jasa SEO Web Rohil | Jasa SEO Web Meranti | Jasa SEO Web Dumai | Jasa SEO Web Kuansing | Jasa SEO Web Pelalawan| Jasa SEO Web Rohul | Portal Berita Riau

Loading...

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.