Modus Baru Penyelundupan Sabu, Dimasukkan Dalam Kemasan Abon Ikan?

27
0
Modus Baru Penyelundupan Sabu, Dimasukkan Dalam Kemasan Abon Ikan?
Polda Riau menggelar Ekspose kasus sabu terkait penangkapan dua tersangka asal Jawa Timur, Selasa (23/10/2018) pagi lalu.

KORAN RIAU, PEKANBARU-Petugas Avsec Bandara SSK II berhasil menangkap pemuda berinisial MK alias Wibowo (28) warga Jawa Timur, Selasa (23/10/2018) pagi lalu.

Dia kedapatan membawa 2 paket sabu dengan berat 41 gram dalam pembalut yang diletakkan di selangkangannya.

MK bermaksud hendak terbang dengan menggunakan maskapai Citilink dengan tujuan Bandung.

Kecurigaan petugas Avsec timbul saat melakukan profiling, lantaran melihat gerak-gerik yang mencurigakan ketika dia melintas di Security Check Point II, lantai 2 Bandara SSK II.

Dari temuan itu, pihak bandara lantas berkoordinasi dengan petugas kepolisian dari Polresta Pekanbaru.

Tanpa buang waktu, polisi langsung melakukan pengembangan.

Hasilnya, satu orang lagi pria berinisial S alias Nugraha (28) yang merupakan teman dari MK, berhasil ditangkap di salah satu hotel di Pekanbaru.

Dia juga berasal dari Jawa Timur.

Dari hasil penggeledahan petugas, ditemukan 2 buah tas koper.

Setelah dibuka berisi total sekitar 40 bungkus kemasan abon ikan tenggiri warna biru.

“Saat kita buka, ternyata isinya narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi,” kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto saat ekspos, Kamis (25/10/2018).

22 bungkus diantaranya, berisi narkotika jenis sabu dengan berat total 8,8 kg.

Masing-masing bungkusan berisi sekitar 400 sampai 500 gram.

Sedangkan 18 bungkusan lagi, berisi ekstasi. Dengan total sekitar 18.000 butir.

Selain itu ditemukan juga bungkusan kecil lain berisi sabu sebanyak 27 gram, serta bungkusan berisi 70 butir pil esktasi.

Terkait :   Nama Yang Sekarang Masuk Bursa Ada 15 Nama

Kapolresta Pekanbaru menjelaskan, kedua tersangka MK dan S ini sengaja datang ke Pekanbaru untuk menjemput narkoba dari seseorang, untuk selanjutnya dikirim ke daerah lain di luar Riau.

“Yang bersangkutan diketahui sudah mengirim 2 kotak besar berisi narkoba ke suatu tempat. Ini yang sedang kita lakukan kerjasama dengan jajaran Polda lain untuk pengembangan, termasuk asal muasal barang,” kata Susanto.

Lanjut Susanto, dua kurir ini terindikasi merupakan jaringan narkoba yang termasuk paling besar di Indonesia. Jaringan meliputi antar kota dan provinsi.

“Ini jaringan antar kota dan provinsi. Barangnya ada yang ke Jakarta, Medan, Palembang, Bandung, dan Lampung,” ucapnya

Dibeberkan dia, kedua kurir ini dijanjikan upah Rp 400 juta jika semua paket narkoba berhasil dikirim dan dibawa ke lokasi yang ditentukan.

Untuk kemasan abon ini sendiri, memang sengaja dibuat guna mengelabui polisi.

Produk abonnya sendiri tidak ada, artinya murni hanya untuk mengemas sabu dan ekstasi.

Merk, izin BPOM dan Dinkes, serta label tertentu di kemasan ini pun dapat dipastikan palsu.

“Dibuatnya di Surabaya. Ini aluminium foilnya dibuat agak tebal. Kemungkinan untuk menghindari potensi terdeteksi mesin X Ray di pelabuhan laut. Barang akan dikirim via darat,” ulas Kapolresta.
Sumber : Tribunpekanbaru.com

0%
like
0%
love
0%
haha
0%
wow
0%
sad
0%
angry
Portal Direktori UKM Indonesia

#Follow News : Riau | Berita Riau | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Portal Berita RiauPortal Berita Pekanbaru

#Jasa Web : Riau | Jasa Web Riau | Jasa Web Pekanbaru | Jasa SEO Riau | Jasa SEO PekanbaruJasa SEO Web Kampar | Jasa SEO Web Siak | Walikota Pekanbaru | Jasa SEO Web InhuJasa SEO Web Inhil | Jasa SEO Web Bengkalis | Jasa SEO Web Rohil | Jasa SEO Web Meranti | Jasa SEO Web Dumai | Jasa SEO Web Kuansing | Jasa SEO Web Pelalawan| Jasa SEO Web Rohul | Portal Berita Riau

Loading...

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.