Buruh di Riau Berharap Dimudahkan untuk Pendidikan, Kesehatan dan Kebutuhan Pokok

14
0
Buruh di Riau Berharap Dimudahkan untuk Pendidikan, Kesehatan dan Kebutuhan Pokok
Ilustrasi

KORAN RIAU, PEKANBARU – Buruh di Riau berharap pemerintah memudahkan hidup mereka dengan kondisi ekonomi saat ini. Terutama untuk kemudahan pendidikan dan dimurahkan harga sembako sebagai kebutuhan buruh.

“Kalau harapan kami dimudahkan mulai dari harga bahan pokok, dan biaya pendidikan anak kami diringankan, karena dengan upah yang ada belum cukup untuk kebutuhan kami, ” ujar Sandra seorang buruh perusahaan di Riau kepada Tribun.

Sandra mengatakan kenaikan upah ini menurutnya tidak berimbas karena angkanya bisa dikatakan kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan hidup saat ini yang serba mahal.

“Kalau bisa kan naiknya besar, agar bisa memenuhi kebutuhan kami, bisa juga dengan cara lain ya dengan stabilkan harga kebutuhan pokok, “ujarnya.

Sementara Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Riau Nursal Tanjung mengakui sebenarnya kenaikan Upah 8,03 persen belum seperti yang diharapkan buruh. Namun dengan kondisi ini Ia meminta pemerintah membantu kemudahan hidup buruh.

“Mudahkan hidup buruh dengan menyediakan layanan yang murah bagi buruh, Transportasi murah harus disediakan untuk kemudahan kepada masyarakat dan buruh. Mengontrol bahan pokok di pasar. Kemudian fasilitas pendidikan bagi anak buruh, “ujar Nursal kepada Tribun.

Terkait :   Mentri Lingkungan Hidup Dialog dengan Tokoh Riau Bahas Kebakaran Hutan Dan Lahan

Dengan demikian lanjut Nursal, walaupun upahnya murah namun tertolong dengan adanya bantuan dari pemerintah tersebut. Karena selama ini sektor tersebut dikeluhkan buruh.

“Karena penetapan Upah sekarang kan betul-betul berdasarkan kondisi pemerintah, maka Pemerintah juga harus bertanggung jawab dengan buruh dan kehidupannya, “ujar Nursal.

Karena jika dilihat dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL) menurut Nursal Tanjung, harusnya minimal 20 persen kenaikan upah baru sesuai dengan KHL buruh. Maka kebutuhan buruh lain harus dipikirkan pemerintah.

“Harusnya kenaikan upah setiap tahunnya 20 persen. Seperti selama ini di Banten, Jawa Barat dan DKI. Namun karena adanya aturan pemerintah yang menerapkan sistem ini maka buruh merasa kurang dapat perhatian, dan daerah menjadi korban,”jelasnya.

Nursal juga berharap kepada Gubernur sebagai perpanjangan pemerintah pusat jangan mengecewakan dan wajib perjuangkan masyarakat dengan merespon dan menyampaikan ke pusat, apa saja persoalan buruh di daerah.

 
Sumber : Tribunpekanbaru.com

0%
like
0%
love
0%
haha
0%
wow
0%
sad
0%
angry
Portal Direktori UKM Indonesia

#Follow News : Riau | Berita Riau | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Portal Berita RiauPortal Berita Pekanbaru

#Jasa Web : Riau | Jasa Web Riau | Jasa Web Pekanbaru | Jasa SEO Riau | Jasa SEO PekanbaruJasa SEO Web Kampar | Jasa SEO Web Siak | Walikota Pekanbaru | Jasa SEO Web InhuJasa SEO Web Inhil | Jasa SEO Web Bengkalis | Jasa SEO Web Rohil | Jasa SEO Web Meranti | Jasa SEO Web Dumai | Jasa SEO Web Kuansing | Jasa SEO Web Pelalawan| Jasa SEO Web Rohul | Portal Berita Riau

Loading...

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.