NASA Rilis Foto Satelit Gempa dan Tsunami Palu yang Membut Ilmuwan Dunia Kebingungan

265
0

ِPortal Berita Riau
NASA Rilis Foto Satelit Gempa dan Tsunami Palu yang Membut Ilmuwan Dunia Kebingungan
Foto yang diabadikan oleh satelit NASA, Landsat 8, terkait gambaran sebelum dan sesudah tsunami Palu. (Dokumentasi NASA)
Bagikan:

KORAN RIAU, New York – Gempa berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang pantai utara Pulau Sulawesi pada 28 September 2018, menyebabkan kerusakan yang luar biasa. Nyaris seluruh rumah yang berada di Palu rata dengan tanah karena terdampak serangkaian gelombang tsunami, yang juga menghancurkan garis pantai.

Aliran lumpur dan tanah menghancurkan beberapa daerah pinggiran di kota yang dihuni oleh (kurang lebih) 300.000 orang.

Operational Land Imager (OLI) milik Landsat 8 (satelit observasi Bumi buatan Amerika yang dibangun oleh NASA dan Survei Geologi Amerika Serikat) menangkap gambar warna alam Palu pada 2 Oktober 2018.

Potret tersebut menampilkan perbedaan lanskap Palu sebelum dan sesudah tsunami. Gambar-gambar dengan warna semu membuat Landsat 8 mudah untuk membedakan antara daerah perkotaan (ungu-kelabu), vegetasi (hijau), dan area tanah menyembul (coklat dan sawo matang).

Terkait :   Polisi Tangkap Pria yang Tawarkan Anak di Medsos

Saat wilayah pesisir mengalami kerusakan berat karena tsunami, gambar yang diabadikan satelit NASA itu juga mengungkapkan tiga aliran lumpur besar yang menyebabkan kerusakan parah di daerah padat penduduk.

Getaran yang intens dari gempa bumi mungkin telah memicu pencairan dan penyebaran lateral, proses di mana pasir basah dan lumpur mengambil karakteristik cairan. Proses-proses ini, yang sangat umum terjadi di dekat sungai dan di tanah reklamasi, dapat menghasilkan lumpur yang sifatnya merusak –bahkan di daerah yang relatif datar.

Para ilmuwan terkejut bahwa gempa bumi di Donggala bisa menyebabkan tsunami besar di Palu. Biasanya, tsunami besar terjadi setelah gempa bumi megathrust yang menyebabkan perpindahan vertikal. Tetapi gempa Sulawesi terjadi di sepanjang sesar yang datar, yang artinya perpindahan itu horisontal.

Terkait :   Tak Bisa Pulang hingga Suami Menikah Lagi, Bagaimana Nasib TKI Asal Indramayu Ini?

Beberapa ilmuwan NASA menduga bahwa tanah longsor yang terjadi di bawah laut, terguncang akibat gempa sehingga memberikan energi yang memicu tsunami. Selain itu, bentuk Teluk Palu yang sempit dan menyerupai jari tampaknya memperbesar gelombang air laut yang bergerak cepat dan membuatnya lebih berbahaya.