Wakil Bupati Bengkalis Buru-buru Masuk Mobil Pasca Diperiksa Sebagai Saksi Dugaan Tipikor

15
0
Wakil Bupati Bengkalis Buru-buru Masuk Mobil Pasca Diperiksa Sebagai Saksi Dugaan Tipikor
Wabup Bengkalis, Muhammad (mengenakan kacamata) bungkam saat ditanya wartawan usai pemeriksaan di DitresKrimsus Polda Riau, Senin (3/9/2018). Ia menjalani pemeriksaan selaku saksi dalam perkara dugaan Tipikor pengadaan Pipa Transmisi di Inhil. (TribunPekanbaru/Ilham Yafiz0)

BERITA RIAU, PEKANBARU – Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad, Senin (3/9/2018) terlihat mendatangi gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Senin siang sekitar Pukul 14:10 WIB, ia keluar gedung didampingi dua orang.

Muhamad tidak melayani pertanyaan wartawan perihal kedatangannya ke Polda Riau itu.

Ia memilih bungkam dan langsung menuju mobil yang menjemputnya di depan Ditreskrimsus Polda Riau.

Saking terburu-buru mobil itu meninggalkan DitresKrimsus, seorang rekan yang menemani Wakil Bupati sempat tertinggal mobil, sebelum akhirnya berhenti dan ia masuk ke dalam mobil Toyota Fortuner Hitam tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (DitresKrimsus) Polda Riau, Kombes pol Gidion Arif Setiawan saat dihubungi terkait hal ini, ia belum bisa menjelaskan karena sedang rapat.

Terpisah, Kabid Humas Polda Riau, Kombes pol Sunarto membenarkan jika Wakil Bupati itu menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimsus.

Muhammad sebut Sunarto menjalani pemeriksaan dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan Pipa Transmisi di Kabupaten Indragiri hilir (Inhil).

“Yang bersangkutan diriksa (diperiksa,red) sebagai saksi kasus pengadaan pipa di Inhil,” sebutnya.

Sementara itu berdasarkan catatan Tribun, pengadaan pipa transmisi di Inhil tersebut terjadi saat Muhammad masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau.

Terkait :   Keberangkatan Dua Atlet Senam ke Qatar Akan Dilepas Ketua DPRD Riau

Proyek pengadaan pipa transmisi Inhil menyebabkan kerugian negara senilai Rp 2.6 Miliar. Ada dua orang tersangka dalam kasus ini.

Tersangka dua orang. Mereka adalah Sabar Stevanus P Simalonga selaku Direktur PT Panatori Raja yang merupakan pihak rekanan, dan Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Selain keduanya, belakangan diketahui jika penyidik menetapkan dua orang tersangka baru dalam perkara ini.

Penetapan keduanya diketahui berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang dikirimkan penyidik kepada jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau belum lama ini.

Sayangnya dalam SPDP itu tidak dijelaskan nama kedua tersangka. Penyidik hanya mengirimkan SPDP tanpa mencantumkan nama tersangka.

Sementara itu, proyek milik Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau tahun 2013 ini, menghabiskan dana sebesar Rp 3.415.618.000. Proyek ini ditengarai tidak sesuai spesifikasi.

Pekerjaan tersebut dimulai 20 Juni 2013 sampai dengan 16 November 2013, sementara pada akhir Januari 2014 pekerjaan belum selesai.

Dalam kontrak pada Rencana Anggaran Belanja (RAB), tertera pekerjaan galian tanah untuk menanam pipa, tetapi dalam pengerjaannya, pipa tidak ditanam, melainkan ditempatkan di atas permukaan tanah.
Sumber : Liputan6.com

0%
like
0%
love
0%
haha
0%
wow
0%
sad
0%
angry
Portal Direktori UKM Indonesia

#Follow News : Riau | Berita Riau | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Portal Berita RiauPortal Berita Pekanbaru

#Jasa Web : Riau | Jasa Web Riau | Jasa Web Pekanbaru | Jasa SEO Riau | Jasa SEO PekanbaruJasa SEO Web Kampar | Jasa SEO Web Siak | Walikota Pekanbaru | Jasa SEO Web InhuJasa SEO Web Inhil | Jasa SEO Web Bengkalis | Jasa SEO Web Rohil | Jasa SEO Web Meranti | Jasa SEO Web Dumai | Jasa SEO Web Kuansing | Jasa SEO Web Pelalawan| Jasa SEO Web Rohul | Portal Berita Riau

Loading...

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.