Sudah Ada 4 Ribu Pasukan Oranye Dikerahkan Cari Buaya Berkeliaran di Jakarta

166
0

ِPortal Berita Riau
Sudah Ada 4 Ribu Pasukan Oranye Dikerahkan Cari Buaya Berkeliaran di Jakarta
Warga melihat petugas melakukan pencarian buaya di Kali Grogol, Jakarta Barat, Jumat (29/6). Pencarian buaya sempat membuahkan hasil pada hari ketiga pencarian, namun kondisi teknis lapangan membuat predator itu kembali lepas. (Liputan6.com/Arya Manggala
Bagikan:

KORAN RIAU, Maraknya buaya yang muncul di sejumlah kawasan di Jakarta membuat Pemprov DKI ikut turun tangan. Sekitar empat ribu petugas pasukan oranye UPK Badan Air diturunkan untuk mencari predator yang berkeliaran itu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Isnawa Adji menyampaikan, tidak hanya buaya. Hewan lain seperti ular atau pun biawak yang membahayakan manusia juga akan ditangani, untuk dibiarkan hidup jauh dari lingkungan aktivitas warga.
“Intinya kami kan punya 4.150 pasukan oranye di kali, sungai, waduk, dan danau, ya kan. Selain kami imbau untuk hati-hati karena mereka sering ketemu ular, biawak. Ular paling banyak di semak-semak,” tutur Isnawa saat dikonfirmasi, Sabtu (30/6/2018).
Menurut Isnawa, pasukan oranye yang diturunkan bukan untuk menangkap hewan berbahaya, tapi untuk memantau dan selanjutnya berkoordinasi dengan pihak terkait yang terbilang mampu menangani buaya.
“Timnya Pak Bejo Damkar kan lagi turun, timnya lagi di Grogol melakukan penyisiran. Nah kalau saya mungkin akan kerahkan pasukan oranye untuk mengamati. Jangan sampai fenomena ini ada di Jakarta lagi, tetap harus dicek, diwaspadai. Saya nanti minta kalau di kali penghubung kan kecil, tapi kalau di sungai-sungai yang besar, mereka kerjanya berkelompok. Jangan sendiri,” jelas Isnawa.

Ada dugaan bahwa buaya yang muncul di sejumlah wilayah Ibu Kota merupakan peliharaan seseorang. Kemungkinannya, bisa saja kabur atau bahkan sengaja dilepaskan.

Terkait :   RUU Terorisme Telah Resmi Menjadi Undang - Undang

“Pak Gubernur (Anies Baswedan) juga bilang kan, yang melihara buaya agar lapor. Jangan karena udah nggak bisa kasih makan, karena makannya banyak, terus diceburin aja. Itu kan bahaya,” Isnawa menandaskan.

 

Sumber : Liputan6.com