Ryan Yakin Sosok Anak di Dasar Danau Toba Adalah Adiknya, Terlihat Jaket yang Dibeli Ibunya

65
0
Ryan Yakin Sosok Anak di Dasar Danau Toba Adalah Adiknya, Terlihat Jaket yang Dibeli Ibunya
Foto Fahrianty bersama anaknya, Dika (9 tahun) semasa hidup. (Kanan bawah) Jenazah Fahrianty yang ditemukan. (Kanan atas) Jenazah di dasar Danau Toba yang diduga adalah Dika.(Tribunnewsmedan.com)

KORAN RIAU, BINJAI – Ryan Afandi keluarga korban KM Sinar Bangun meyakini sosok anak kecil mengenakan jaket merah tergeletak di dasar Danau yang disebut-sebut mirip Dika Ferdian (9), adik kandung dari Ryan Afandi.

Ryan Afandi atau disapa Fandi ketika diwawancarai tribun-medan.com, mengatakan keyakinan 100 persen, bahwa yang terekam petugas gabungan menggunakan perangkat Remotely Operated Vehicle (ROV) adalah adiknya yang paling kecil.

“Yakin sekali itu dia. Itu benar memang jaket adik saya warna merah, sepatunya juga, pakaian lainnya juga begitu. Itu jaket dia sudah lama mamak yang beli,” ungkapnya, Jumat (29/6/2018)

Mengetahui temuan terbaru jasad adiknya yang dikenalnya manja semasa hidup, Fandi mengutarakan tidak pernah ada firasat apa-apa.

Bahkan Fandi merasa sudah sungguh-sungguh berpasrah, dan ikhlas dengan tragedi perih yang dideranya.

“Mau bagimana lagi? Sudah benar-benar pasrah. Saya di Binjai saja lah ini, karena kalau pun semua keluarga ditemukan harus dites DNA lagi, ke sana (Posko Evakuasi) pun saya pergi sudah tak ada guna lagi. Harapan saya terakhir semoga semuanya keluarga bisa ditemukan, biar bisa dimakamkan semua,” katanya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai, Ahmad Yani menyatakan, pihaknya tidak berada di lokasi pencarian saat ini.

Dia menjelaskan, jika jenazah teridentifikasi Dika Ferdian asal Binjai, tetap belum bisa dibawa ke Binjai.

“Jasad belum dapat diboyong ke tempat asalnya. Sebab, harus dilakukan pencocokan antem mortem mau pun DNA. Semua yang berhasil diangkat dievakuasi di Rumah Sakit Pematangraya. Di situ seluruhnya dipusatkan, disitu juga langsung diautopsi. Dua hari proses antem mortem dan pencocokan DNA itu berlangsung, baru selanjutnya bisa diumumkan,” kata Yani.

Dia menambahkan, Dinas Kesehatan Kota Binjai juga masih menetap di posko RS Pematangraya. Hasil koordinasi Yani, Dinkes Binjai sudah menghubungi pihak keluarga, yakni adik korban Burhanuddin (ayah Dika Ferdian) terkait temuan ini.

Terkait :   Jelang Asian Games 2018, Sudah Banyak Rentetan Teror ?

“Itu dilakukan untuk mencocokkan DNA, karena itu satu DNA semua. Sudah dihubungi oleh pihak Dinkes kita pihak keluarganya. Sebab, jenazah yang diangkat itu harus dicocokkan lagi,” jelas Yani.

Tujuh anggota kelurga Fandi yang menjadi korban di antaranya, ayahnya Burhanuddin (48) dan ibunya Fahrianty (47) beserta empat adiknya, yakni Dede Handrian, (23) Neneng Nur Ainun (19) Maya Oktavianty (17) Dika Ferdian (9) dan seorang ipar karib disapa Yani (20).

Saat ini baru Ibunya yang ditemukan dan sudah dimakamkan di Binjai.

Diberitkan tribun-medan.com sebelumnya, Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Brigadir Jenderal TNI Nugroho Budi Wiryanto memastikan gambar jenazah yang terekam robot Remotely Operated Vehicle (ROV) merupakan korban KM Sinar Bangun.

Dia memastikan tali, kursi, dan sepeda motor yang terekam merupakan milik KM Sinar Bangun.

“Yang kemarin kita temukan kan jelas. Sudah kita lihat dengan jelas. Saya sudah melihat di monitor itu. Hari ini kita lanjutkan lagi. Sekarang kita memikirkan cara menariknya dan evakuasi. Saya mohon doa restu dari seluruh masyarakat,” ujarnya sebelum melakukan operasi di Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun.

“Ada delapan sampai 10 orang yang kelihatan. ROV melihat hanya sampai 2 meter saja. Kalau kapal hitam saja tapi tali-talinya jelas. Kalau kapalnya tak pecah tapi utuh. Bahwa ROV jarak pandang 2 meter. Harus dekat sekali,” tambahnya.

Nugroho mengungkapkan posisi jenazah berada di kedalaman 455 meter. Katanya, jenazah yang termonitor kondisinya terpisah dari kapal. Selanjutnya tim akan meminta bantuan dari lembaga lain.

Saat disinggung tentang mayat yang tidak mengapung seperti di dalam gambar, Nugroho menilai karena faktor suhu yang sangat dingin di dasar danau, sehingga membuat jasad tidak mengapung.

 

Sumber : TribunnewsPekanbaru.com

0%
like
0%
love
0%
haha
0%
wow
0%
sad
0%
angry
Portal Direktori UKM Indonesia

#Follow News : Riau | Berita Riau | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Portal Berita RiauPortal Berita Pekanbaru

#Jasa Web : Riau | Jasa Web Riau | Jasa Web Pekanbaru | Jasa SEO Riau | Jasa SEO PekanbaruJasa SEO Web Kampar | Jasa SEO Web Siak | Walikota Pekanbaru | Jasa SEO Web InhuJasa SEO Web Inhil | Jasa SEO Web Bengkalis | Jasa SEO Web Rohil | Jasa SEO Web Meranti | Jasa SEO Web Dumai | Jasa SEO Web Kuansing | Jasa SEO Web Pelalawan| Jasa SEO Web Rohul | Portal Berita Riau

Loading...

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.