Koranriau.com, Riau Bergantung Beras hingga 65 Persen ke Provinsi Tetangga

Untuk menutupi kekurangan beras, dan tidak ketergantungan kepada Provinsi penyuplai beras ke Riau, yang mencapai 65 persen. Gubernur Riau, Syamsuar, menegaskan kepada Dinas Pertanian untuk meningkatkan sentra padi di wilayah Riau. Seperti yang telah dijalankam di beberapa Kabupaten di Riau.

“Saat ini kita masih kekurang beras, sekarang yang baru terpenuhi beras dari Riau itu baru 35 persen. Dan selebihnya 65 persen geras kita itu dari Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Kalau tidak ada dukungan dari dua daerah ini kita kekurangan beras,” kata Gubri, Senin (16/3), usai mengadakan rapat dengan Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian.

“Kita harus fokuskan peningkatan pertanian dan bisa lebih baik lagi pada tahun 2020 ini, agar tidak mempengaruhi inflasi. Padi bisa panen dua kali dalam setahun, tidak hanya padi tapi tanaman-tanaman lainnya yang bisa di espor dan mempunyai nilai,” ujar Gubri lagi.

Selain peningkatan tanaman padi dan tanaman lainnya di wilayah Riau, Gubri juga akan meningkatkan pendapatan di sektor kelautan. Dimana saat ini Riau tidak lagi hanya terfokus pada migas dan sawit saja. Namun sektor perikanan akan menjadi pendapatan yang lebih besar, mengingat wilayah Riau merupakan wilayah pesisir.

Terkait :   "Kita Harus Meningkatkan (alutsista)"kata Prabowo Tentang Rapat Soal Natuna

“Kita harus fokus lagi, tidak hanya sawit dan migas, tapi pertanin, perikanan ditingkatkan. Saya sudah sampaikan ke dinas Perikanan ada kabupaten yang ditetapkan sebagai sentra perikanan dan pertanian, dan kita bisa lebih baik 2020 ini ,” kata Gubri.

Sementara itu Plt Dinas Pertanian dan Perkebunan, Herman, menjelaskan sesuai dengan arahan dari Gubernur, pihaknya akan langsung bergerak untuk melaksanakan sentra padi di Riau. Seperti yang telah dijalankan di Kabupaten Siak, dan Kabupaten lainnya.

“Seperti yang disampaikan oleh Gubernur, Riau akan bisa menjadi sentra Padi, di Siak bosa dilaksanakan, begitu juga di daerah lainnya. Kita memiliki lahan yang cukup luas untuk menjalankan program seperti yang diharapkan Gubernur,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan Kelautan dan Perikanan mulai tahun ini melakukan pemetaan potensi budidaya perikanan di Riau. Pemetaan potensi tersebut akan sektor perikanan yang dikembangkan fokus disetiap daerahnya. Herman mengatakan, disetiap kabupaten di Riau yang memiliki potensi pengembangan perikanan. Mulai tahun ini sudah dipetakan sektor apa yang akan dikembangkan.

“Misalnya saja di Kabupaten Kepulauan Meranti, sudah dipetakan bahwa lokasi ini cocok untuk budidaya jenis ikan kakap putih dan bawal bintang. Indragiri Hilir adalah kepiting, Rokan Hilir itu adalah kerang darah Kampar adalah ikan patin dan Kuantan Singingi adalah ikan nila,” ungkapnya.

Terkait :   Jalan Ambles di Kampar Riau Sudah Ditimbun Tanah, Lalin Lancar

Dengan sudah adanya potensi pengembangan sektor perikanan disetiap daerah tersebut, kedepannya pihaknya hanya akan fokus pada sektor tersebut saja. Atau dengan kata lain, tidak terlalu banyak komoditi disetiap daerahnya sehingga tidak terfokus.

“Karena kalau terlalu banyak komoditi, dikhawatirkan tidak akan berjalan. Jadi kami akan fokus saja,” ujarnya.

Untuk merealisasikan program tersebut, Herman mengaku pihaknya sudah mulai membentuk kelompok-kelompok pengelola. Bahkan di Kabupaten Kepulauan Meranti, sudah ada Memorandum of Understanding (MOU) antara Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah provinsi Riau dan Pemerintah kabupaten.

“Untuk di Meranti itu sudah mulai jalan programnya, dan disana juga sudah ada enam kelompok yang mengelola budidaya perikanan ikan kakap putih dan bawal bintang,” sebutnya.

Dijelaskan Herman, memang tidak semua daerah mendapatkan bantuan untuk budidaya perikanan tersebut. Karena ada juga daerah yang mendapatkan bantuan untuk penanganan ikan.

“Untuk tahun 2020 ini, kami ada dua kegiatan. Pertama bantuan alat penangkapan dan yang kedua bantuan budidaya. Jadi daerah yang tidak dapat bantuan budidaya, mendapatkan bantuan alat tangkap ikan berupa kapal dan peralatan lainnya,” tutupnya.

Sumber : riau.haluan.co