Koranriau.com, Pemerintah Kota Pekanbaru mulai hari ini Senin, 16 Maret hingga 29 Maret 2020, mulai meliburkan siswa sekolah untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini, Taman Kanak- kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama.

Namun demikian siswa tetap belajar dengan sistem pembelajaran menggunakan perangkat elektronik yang sudah didukung dengan jaringan internet sebagai media atau disebut E-learning. “Iya sesuai instruksi Walikota mulai hari ini terhitung selama 14 hari siswa kita liburkan sekolah tapi tetap belajar dengan sistem E- learning,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, Minggu (15/3) petang.

Ditanyakan, apakah kebijakan meliburkan siswa tidak berpengaruh terhadap Ujian Nasional, Abdul Jamal, mengatakan tidak. Sebab UN tingkat Sekolah Menengah Pertama akan diselenggarakan pada tanggal 20 April. “Tak berpengaruh terhadap UN, untuk SMP itu kan tanggal 20 April, pihak kementerian juga sudah membolehkan. Saya baru saja lapor ke menteri meminta data kabupaten dari provinsi mana yang meliburkan siswanya. Untuk pembelajaran siswa tidak libur hanya tidak dengan cara tatap muka langsung tapi tetap belajar menggunakan sistem E- learning,” jelasnya.

Untuk mendukung sistem belajar E- learning, Jamal, menjelaskan, Pemko Pekanbaru sudah memiliki TV edukasi, ruang guru untuk belajar. Jadi guru tetap bisa memberikan tugas kepada siswa melalui group Whats App, email dan lain sebagainya seperti yang pernah dilakukan saat bencana kabut asap di Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Ditanyakan, apa yang akan dilakukan para guru sekolah, Abdul Jamal, meminta keluarga besar sekolah untuk membersihkan sekolah termasuk seluruh ruangan. Setelah itu tim dari Dinas Kesehatan akan menyemprotkan disinfektan. “Guru-guru tetap datang ke sekolah seperti biasa, karena ada tugas- tugas dan administrasi lain yang harus diselesaikan. Karena anak- anak belajar di rumah, kita minta perhatian khusus dari orangtua karena libur ini untuk menghindari adanya kelompok- kelompok menhindari penyebaran virus,” tutupnya.

Sementara itu, anggota Komisi V DPRD Provinsi Riau dari Fraksi PKS, dr Arnita Sari, meminta pemerintah provinsi Riau segera meliburkan sekolah dan universitas untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid19). “Pemerintah Provinsi Riau harus gerak cepat melakukan tindakan pencegahan ini dengan meliburkan sekolah dan kampus hingga dua pekan ke depan. Ini sesuai dengan instruksi Badan kesehatan Dunia (WHO) yang telah memberi rekomendasi untuk meliburkan sekolah guna menjaga kesehatan civitas akademika,” tutur politisi PKS tersebut.

Terkait :   Sekolah Diliburkan,Siswa di Siak Malah Nongkrong di Warung

“WHO sudah menyatakan wabah virus corona menjadi Pandemi global, pemerintah Indonesia juga telah menetapkan bencana nasional non alam,” sambungnya.

Alumnus Fakultas Kedokteran Universits Kedokteran Islam Sumatera Utara itu mengungkapkan, menjaga kesehatan civitas akademika adalah amanat pasal 79 dalam Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Saat ini sudah banyak negara yang meliburkan sekolah untuk menghindari penularan korona, termasuk beberapa daerah di Indonesia juga sudah meliburkan kegiatan sekolah. “Di beberapa provinsi dan daerah lain sekolah TK sampai SMA dan Universitas mulai senin diliburkan 14 hari kedepan. Belajar di rumah karena Pandemi Virus Corona,” ungkapnya lagi.

Ditambah, kata Arnita Sari, data terbaru corona di Indonesia seperti disampaikan pemerintah, per tanggal 14 Maret 2020 sudah 96 kasus positif corona, 5 meninggal dan 8 sembuh. “Saya berharap pemerintah Riau melakukan langkah serius dalam penangan kasus ini, melakukan prosedur pencegahan yang komprehensif, berkoordinasi penuh dengan dinas-dinas pendidikan di kabupaten, serta instansi terkait lainnya seperti dinas kesehatan,” tegasnya. Menurutnya, kesehatan para pelajar dan civitas akademika menjadi prioritas utama.

Upaya pencegahan virus Corona, Abdurrab Foundation meliburkan aktivitas belajar mengajar selama dua pekan. Hal ini disampaikan CEO Abdurrab Foundation Susiana Tabrani. Ia mengatakan, libur ini diberlakukan untuk sekolah dan kampus yang berada di bawah naungan Abdurrab Foundation. “Untuk mengurangi dampak tersebarnya virus corona, sekolah dan kampus di bawah naungan Abdurrab Foundation kami liburkan,” ujar Susiana Tabrani.

Ia mengatakan pihaknya meliburkan aktivitas belajar mengajar mulai 23 Maret 2020 mendatang hingga dua pekan selanjutnya. “Kita sudah melakukan rapat online baik itu dengan Rektor Universitas Abdurrab, Kepala SMK Abdurrab, Kepala SMP Abdurrab dan SMA Abdurrab. Dan akhirnya diambil kesimpulan bahwa kami terpaksa meliburkan siswa dan mahasiswa,” cakapnya.

Terkait :   Konsumsi Buah Buahan Ini Supaya Terhindar Virus

Lebih lanjut dikatakan Susianan Tabrani, bukan hanya kampus dan sekolah, sebagai dampak penyebaran virus corona, pihak yayasan juga terpaksa menutup untuk umum penggunaan Masjid At-Tabrani, Jalan Bhakti Pekanbaru. Masjid hanya dipakai insan Abdurrab seperti staff, mahasiswa, siswa, dosen dan guru. “Karpet masjid juga sudah kami gulung. Diseterilkan agar terhindar dari wabah virus corona. Semoga wabah corona segera berlalu sehingga situasi dapat berjalan normal kembali,” tukasnya.

Sebelumnya, Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) juga mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan mahasiswanya. Surat edaran telah diterbitkan dan disebarkan keseluruh civitas akademika Unilak. Surat bernomor 491/PTS.X.41R-F.05/2020 yang ditandatangani Rektor Unilak menyatakan mulai tanggal 16-21 Maret 2020 perkuliahan tatap muka diliburkan dan digantikan dengan online atau blended learning, atau bisa menggunakan fasilitas lainnya email, WhatsApp, dan perangkat teknologi sejenisnya.

Dari pantauan di salah satu mal di Pekanbaru. Tommy Rinanda, salah seorang pengunjung mall mengatakan ia menggunakan masker karena takut terkena virus corona yang sedang beredar. “Saya menggunakan masker karena takut terkena virus corona. Yang saya tahu virus ini kan menular melalui udara dan kontak satu sama lain, makanya saya menggunakan masker di tengah-tengah keramaian ini,” katanya, Minggu (15/3).

Hal yang sama juga dikatakan oleh Linda dan keluarganya yang menggunakan masker yang saat hendak berbelanja di mal tersebut. “Saya dan keluarga saya menggunakan masker untuk mengantisipasi agar kami tidak terkena virus corona ini. Bahkan saat keluar rumah juga kami selalu menggunakan masker,” imbuhnya.

Linda juga berharap agar pemerintah membagikan masker gratis kepada masyarakat, karena akan sangat penting di tengah-tengah wabah virus corona yang sedang marak ini. “Stock masker di rumah kami hampir habis, kalau dicari masker sekarang agak susah, saya harap pemerintah bisa membagikan masker gratis lagi seperti saat kabut asap Karhutla tahun lalu,” tuturnya.

Sumber : riau.haluan.co