Koranriau.com, Menurut laporan yang dipublikasikan kantor berita Fars kemarin, Wakil Presiden Pertama Iran Ishaq Jahangiri terinfeksi virus corona.

Diketahui bahwa, Jahangiri adalah pejabat paling senior yang terinfeksi corona di Iran. Di Negeri Mullah saat ini sudah ada lebih dari 9.000 kasus corona dan 354 orang meninggal sejak wabah itu merebak Februari lalu.

Dilansir dari laman Middle East Eye, Rabu (11/3), pria 63 tahun itu adalah pejabat Iran ke-24 yang terinfeksi corona.

Jahangiri yang sempat menjabat anggota parlemen adalah wakil presiden paling senior dari 12 wakil presiden di pemerintahan Presiden Hassan Rouhani.

Rouhani sendiri belum diketahui apakah sudah terinfeksi atau tidak.

Terkait :   Jumpa Tottenham Di Leg 2, Juventus Terancam Tanpa Higuain

Kemarin Rouhani meminta publik tidak menyebarkan rumor tentang corona.

“Hanya Kementerian Kesehatan yang ditugaskan mengumumkan data. Mereka yang melanggar akan dihukum karena mengancam keamanan nasional,” kata Jaksa Agung Iran Muhammad Jafar Montazeri dalam pernyataan, seperti dilaporkan stasiun televisi pemerintah.

Iran menjadi negara terparah terinfeksi corona di Timur Tengah dan urutan ketiga di dunia. Kemarin adalah hari dengan angka kematian tertinggi di Negeri Mullah.

“Kami sudah mengidentifikasi 958 kasus baru Covid019 dalam 24 jam terakhir sehingga total jumlah kasus seluruhnya di Iran 9.000,” kata juru bicara kementerian kesehatan Kianush Jahanpur kepada stasiun televisi pemerintah. “Sudah 63 orang meninggal dalam 24 jam terakhir.”

Terkait :   Barcelona Ditahan Getafe Ini Komentar Sang Pelatih Valverde

Sedikitnya sudah tujuh pejabat dan anggota parlemen, termasuk penasihat Kementerian Luar Negeri yang meninggal karena corona.

Pemimpin spiritual tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menyebut para dokter dan perawat yang meninggal karena memerangi corona sebagai mati syahid.

Sebelumnya Kamis pekan lalu Wakil Presiden Iran untuk Urusan Wanita dan Keluarga Masoumeh Ebtekar telah dinyatakan positif mengidap virus corona. Ebtekar adalah anggota pertama kabinet Presiden Hassan Rouahni yang terinfeksi virus corona baru.

Sumber : merdeka.com