Koranriau.com, Penembakan yang terjadi terhadap salah seorang warga di Markas Polres Kepulauan Meranti, Rabu (11/3) sore yang mengakibatkan warga tewas, mendapatkan perhatian dari banyak kalangan termasuk LAMR Kepulauan Meranti.

Ketua Lembaga Adat Melayu Riau Kepulauan Meranti Muzamil didampingi beberapa tokoh masyarakat Meranti dan awak Media langsung mengadakan pertemuan untuk mendengarkan penjelasan kronologis kejadian dari pihak Kepolisian pertama di Kopi Tiam Selatpanjang lalu di gedung Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Meranti (DPRD), lalu melihat langsung Jenazah di Mako Polres kemudian, di bawa ke RSUD bersama Keluarga Korban dan lalu di antarkan langsung alamat duka Jalan Alah Air Desa Alah Air.

Polres Meranti yang diwakili Kabag Sunda Kompol Areng ditemani Aipda Hendra menjelasnya kejadian penembakan warga meranti itu.

Aipda Hendra menyebutkan semula korban dibawa ke Mapolres oleh salah satu anggotanya karena perilaku korban meresahkan warga.

Sebelum korban tewas dengan timah panas dari senjata anggota Polres Meranti itu, hendra sempat menanyakan tempat tinggal dan terjadi perdebatan kecil antara pihak kepolisian dengan korban yang berujung penembakan.

“Sebelumnya, salah satu anggota saya membawa orang ke mapolres, saya tanya dengan anggota saya, orang ini buat rusuh (keributan.red) dijalan, setelah itu saya tanya tempat tinggalnya, ia menjawab, saya tinggal dierjuangan, dimasjid katanya,”terangnya.

Terkait :   Salut! Kapolsek Ini Selalu Ada Untuk Masyarakatnya

“Dia juga bawa tas dan sebatang paralon yang digunakan untuk buat rusuh dijalan, saat dia tanya agama saya, saya jawab islam, langsung dijawabnya kafir,”ungkapnya lagi.

“Saat salah satu anggota reskrim datang, ia langsung mengejar dan mengajak berkelahi, saat Brigadir Tomi mencoba memisahkan, malah dikejar dan dipukul dengan paralon tersebut, terakhir dia mengeluarkan senjata tajam dari tasnya dan mengejar kami, dengan jarak lebih kurang 1 Meter antara dia dengan brigadir tomi, untuk membela diri, brigadir tomi langsung mengeluarkan senjata dan menembakkannya,”ujar Hendra.

Mendengar dari penjelasan pihak kepolisian tersebut, Ketua LAMR Muzamil berharap kejadian ini harus cepat diselesaikan dengan tidak adanya perbedaan hukum, walaupun pelakunya penegak hukum, proses pemeriksaan olah TKP yang dilakukan oleh kepolisian harus seadil adilnya, agar tidak memicu kerusuhan yang lebih besar di kalangan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Saya berharap proses hukum tetap berlaku, kita menunggu hasil dari pemeriksaan pihak kepolisian saja, dan saya berharap hukum harus berlaku adil, jangan sampai memicu keributan yang lebih besar lagi,”ungkapnya.

Terkait :   Tabrakan Beruntun di KM 1 Jalan Lintas Merangin - Pasir Pengaraian, 4 Korban Tewas di TKP

Sempat terlambat, Wakil Bupati Meranti H Said Hasyim setelah mendengarkan keterangan dan kronologis kejadian tersebut, Said berharap kepada masyarakat meranti untuk tidak terbawa emosi, tidak menerima informasi yang belum jelas terkait masalah ini, karena masalah ini bukan unsur kesengajaan.

“Saat berharap kita semua tenang, masyarakat juga jangan emosi, jangan percaya informasi yang belum jelas, ini bukan unsur kesengajaan, siapa yang bersalah pasti akan ditindak, jadi biar proses hukum berjalan”tegasnya.

Pertemuan ditutup dan dilanjutkan dengan mewakili lebih kurang 10 orang diantaranya wakil bupati, Ketua LAMR Meranti, dan beberapa tokoh masyarakat untuk melihat kondisi jenazah di Mapolres dan akan dibawa ke RSUD guna untuk untuk pemeriksaan selanjutnya.

Dari pantauan awak media menunggu Info Resmi dari Pihak Polres Meranti Karena masih dalam proses penyelidikan, pihak Kepolisian Meranti belum bisa memberikan keterangan identitas korban saat ini Jenazah di Bawa Ke RSUD kemudian Korban di pulang ke rumah duka.

Sumber : riau.haluan.co