Koranriau.com, Virus Corona atau Covid-19 melanda Wuhan, China dan sejumlah negara lainnya.

Tercatat sekitar 300 juta pelajar seluruh dunia tidak bisa sekolah. Italia adalah negara terakhir yang menutup sekolah karena virus mematikan tersebut.

Lebih dari 95.000 orang telah terinfeksi dan lebih dari 3.200 orang meninggal dunia di seluruh dunia akibat virus corona (Covid-19), yang kini menyebar ke sekitar 80 negara dan wilayah.

Ketika virus menyebar, negara-negara lain mengeluarkan sejumlah tindakan luar biasa. Pada Rabu, UNESCO menyampaikan 13 negara menutup sekolah, berdampak pada 290,5 juta anak-anak, sementara sembilan negara lainnya melokalisasi penutupan atau khususnya di wilayah yang terdampak.

“Skala global dan kecepatan gangguan pendidikan saat ini tidak tertandingi dan, jika diperpanjang, dapat mengancam hak atas pendidikan,” kata Kepala UNESCO, Audrey Azoulay, dikutip dari Channel News Asia, Kamis (5/3).

Pada Rabu, Italia memerintahkan penutupan sekolah dan universitas sampai 15 Maret, ketika angka kematian akibat virus corona bertambah menjadi 107 orang, wabah paling mematikan di luar China.

Terkait :   Mauricio Pochettino Atau Pelatih Tottenham, Sebut Gonzalo Higuain Selevel dengan Harry Kane

Korea Selatan, negara dengan kasus tertinggi di luar China yaitu 6.000, menunda tahun ajaran baru sampai 23 Maret.

Di Jepang, hampir semua sekolah ditutup setelah Perdana Menteri Shinzo Abe menyerukan kelas-kelas dibatalkan sampai Maret dan liburan musim semi, dijadwalkan akhir Maret sampai awal April.

Sekitar 120 sekolah ditutup di Prancis pekan ini di wilayah yang kasus infeksinya terbesar.

Ancaman Ekonomi

Menteri Kesehatan Jerman mengatakan wabah ini telah menjadi pandemi global, istilah yang tak lagi digunakan WHO, yang berarti virus itu menyebar di beberapa wilayah melalui transmisi lokal.

Dari Eropa barat ke Asia timur, rak-rak supermarket kosong dalam beberapa pekan terakhir termasuk produk tisu toilet dan cairan pencuci tangan.

IMF mengatakan ada ancaman serius akibat epidemi ini dan akan memperlambat pertumbuhan global hingga di bawah 2,9 persen.

Terkait :   Jambret,Pelaku Modus Bertanya alamat di Pekanbaru

“Ini masalah global yang menyerukan respons dunia”, kata Kepala IMF, Kristalina Georgieva.

Para menteri di Uni Eropa sepakat setelah pertemuan bahwa mereka siap “menggunakan semua alat kebijakan yang tepat untuk mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan”.

Upaya Pencegahan Sejumlah Negara

Ketika virus ini terus menyebar di seluruh dunia, pemerintah berjuang untuk memperketat upaya pencegahan.

Italia mengisolasi 11 kota dengan 50.000 orang. Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan pihaknya bisa mengatasi wabah ini.

“Tetapi dalam hal pertumbuhan eksponensial, bukan hanya Italia tetapi negara lain mana pun di dunia tidak akan mampu mengelola situasi,” katanya.

Di Iran, di mana 92 orang telah meninggal karena virus ini, sekolah-sekolah ditutup dan acara-acara kebudayaan dan olah raga utama dihentikan.

Arab Saudi telah menangguhkan juga telah menunda izin umrah untuk para peziarah dari seluruh dunia.

Sumber:merdeka.com