Koranriau.com, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Jalan SM Amin, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, beberapa waktu lalu menyisakan kisah pilu.
Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi, menuturkan disela-sela usaha pemadaman api pada Senin (2/3), pihaknya bersama tim dari TNI dan BPBD Pekanbaru menemukan seekor ular piton betina yang mati terpanggang di tengah lahan.
“Lebih menyedihkan lagi, ular piton ini mati saat sedang mengeram 20 butir telur. Tak hanya itu, anak-anak ular berukuran jari telunjuk dewasa juga ditemukan terpanggang di sekitar induknya,” kata Imam dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/3).

Sementara Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, mengatakan dampak akibat karhutla tak hanya merugikan manusia. Tapi juga merusak ekosistem dan lingkungan sekitar.
“Karhutla membawa bencana ekologis, hilangnya binatang-binatang, tanaman-tanaman khas suatu daerah, terutama di Riau,” ujar Sunarto.
Sunarto mengungkapkan, selain menewaskan induk ular piton, kebakaran itu menghanguskan setengah hektare lahan gambut di sana.

Terkait :   Untuk Percepatan Pemutahiran Data, UPT Disdukcapil Mandau Kerja Keras

“Saat siang hari semua titik api telah kita padamkan dan tangani bahkan sempat hilang dari pantauan satelit, tiba-tiba menjadi bertambah dan meluas di malam hari yang seharusnya dengan kondisi suhu rendah adalah kecil kemungkinan titik api makin meluas,” jelas Sunarto.
Sunarto mengatakan, untuk memadamkan karhutla di Pekanbaru, tim gabungan Polri, TNI, Manggala Agni, BPBD, Perusahaan, dan Relawan Pemadam Karhutla dalam seminggu terakhir terus berjibaku di lapangan memadamkan api di beberapa daerah seperti di Rangsang, Kepulauan Meranti dan Rupat, Bengkalis.

Sumber : kumparan.com