Koranriau.com,Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad (RSUD AS) Pekanbaru, telah menerima pasien suspec Virus Corona (Covid 19), rujukan dari salah satu rumah sakit swasta yang ada di Pekanbaru. Dan pasien tersebut saat ini telah di observasi oleh tim penangangan Covid 19 dari RSUD Arifin Ahmad, dan telah menjalani pemeriksaan dari tim dokter.

Direktur RSUD Arifin Ahmad, Pekanbaru, Dr Nuzelly, menyampaikan bahwa pasien tersebut masih suspec belum ada pernyataan positif Covid 19. Dan pasien tersebut telah dirawat di ruang isolasi yang telah tersedia di RSUD Arifin Ahmad Riau.

“Kita menerima rujukan dari salah satu rumah sakit swasta. Dan pasien ini dalam perawatan kita saat ini di observasi di ruang isolasi. Perlu di ketahui pasien ini suspect tidak positif covid 19. Untuk menentukannya itu tim dari Kementrian Kesehatan yang menentukan,” ujar Dr Nuzelly, Selasa (3/3).

Dijelaskan Nuzelly, ia sementara mendapatkan informasi pasien ini merupakan warga Pekanbaru dan baru pulang dari luar negri Malaysia, dan mengalami demam tinggi di rawat di rumah sakit swasta, selanjutnya di rujuk ke RSUD.

“Kita menerima pasien ini tadi sore (kemarin red), pasien ini dari luar negri Malaysia tentu perlu ada pemeriksaan dan hasil dari pemeriksaan ini dikirimkan ke laboratorium litbangkes. Kita tunggu konfirmasi hasilnya dari litbangkes,” jelasnya.

Terkait :   Hampir 2000 orang Tewas dan 73 Ribu Orang Lebih Terinfeksi di Dunia

“Jadi masyarakat kami himbau jangan terlalu panik dengan adanya kasus suspec ini. Pasien ini tidak positif nantikan akan ada hasilnya, yang jelas mari kita sama-sama menjaga berperilaku hidup sehat. Nanti yang menentukan hasilnya itu Kemenkes, jadi kami sekali lagi menghimbau masyarakat jangan panik,” kata Dr Nuzelly.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, juga masih menunggu hasil laporan terkait adanya pasien suspec Covid 19, karena semua proses penindakan terhadap orang yang diduga terinveksi virus tersebut sudab ada cara penanganannya.

“Kita tunggu hasilnya ya,” singkat Mimi.

Mimi menjelaskan, Pemerintah Provinsi Riay, melalui Gubernur Riau, sudah menginstruksikan melakukan beberapa upaya. Pertama, melakukan pengamatan peningkatan kasus pneumonia yang terjadi di daerahnya. Puskesmas dan rumah sakit agar petugas kesehatan memantau lebih ketat dan melakukan isolasi pasien jika ada gejala pneumonia dan riwayat melakukan perjalanan dari negara terjangkit dalam 14 hari dari munculnya gejala.

Selanjutnya, himbauan Gubernur, memberikan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pneumonia dan cara mencegah penularannya dengan cuci tangan pakai sabun dan etika batuk atau bersin serta anjuran segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami gejala demam, batuk, sesak dan gangguan pernafasan serta memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit selama 14 hari.

Terkait :   Waspada!!197 Warga Siak Riau Terinfeksi HIV dan AIDS, Secara Estimasi 19.700 Orang sudah TERJANGKIT Virus Itu

“Jika didapati sakit seperti itu, segera melaporkan kasus suspect pneumonia berat yang memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit kebidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Terakhir, membentuk tim terpadu kesiapsiagaan penanggulangan Infeksi Novel Corona Virus,” kata Mimi.

Sedangkan kepada rumah sakit, Gubri menginstruksikan, agar melakukan isolasi pasien yang datang dengan gejala pneumonia dan ada riwayat perjalanan dari negara terjangkit selama 14 hari sebelum muncul gejala. Melakukan pengobatan dan perawatan yang sesuai terhadap pasien dengan gejala pneumonia, melakukan pengambilan sampel berkoordinasi dengan UPT Labor Dinas Kesehatan Riau.

“Apabila ditemukan suspek novel corona virus di rumah sakit kabupaten dan kota, Gubernur Riau meminta agar dikomunikasikan terlebih dahulu dengan ketua tim tata laksana dan pengendalian virus corona Provinsi Riau,” ungkapnya.

Sumber :riau.haluan.co