Koranriau.com, Narkotika jenis sabu seberat 28.01 gram dimusnahkan oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Raya, Selasa (3/3). Sejumlah tersangka dalam perkara Tindakan Pidana Penyalahgunaan Narkotika tersebut.

Pemusnahan dipimipin langsung oleh Kapolsek Bukit Raya Kompol Bainar yang diwakili oleh Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya Iptu Slamet, bertempat di halaman Mapolsek Bukit Raya.

Sabu yang bernilai puluhan juta itu dimusnahkan dengan cara dicamour dengan air lalu diblender, setelah itu dicampur dengan cairan pembasmi serangga.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya melalui Kapolsek Bukit Raya Kompol Bainar yang diwakili oleh Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya Iptu Slamet, mengatakan barang bukti tersebut berasal dari ungkap kasus peredaran beberapa waktu yang lalu.

“Barang jenis shabu bukti ini kita amankan dari tersangka S. Ada tiga paket yang kita amankan,” Jawab Slamet.

Terkait :   Salah Satu DPO Sabu tertangkap di Bengkalis, Dibekuk di Pekanbaru

Terhadap tersangka S (46), dibekuk di rumah nya di Jalan Bupati Kecamatan Tambang, Kampar pada Rabu (5/2). Yang merupakan pengembangan dari kasus ZR yang terlebih dahulu diamankan.

Saat itu, tersangka ZR ditangkap saat keluar dari tempat penginapan yang berada di jalan KH. Nasution, yang saat itu tengah mengendarai kenderaan roda empat jenis Toyota Calya warna silver.

Saat dilakukan penggeledahan badan dan mobil yang dibawa pelaku, ditemukan barang bukti berupa dua bungkus Plastik klep kecil warna bening yang berisikan butiran kristal diduga Narkotika jenis shabu.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap ZR, ia mengaku didapat dengan cara dibeli dari tersangka AS. Petugas pun langsung bergerak menuju rumah AS di daerah Tarai Bangun, Kecamatan Tambang Kampar.

Terkait :   Tiga Warga di Meranti Terancam 5 Tahun Penjara Karena Kayu ilegal

“Dari tersangka AS, mengaku dapat dari tersangka S. Ditangan S kita temukan lagi BB Shabu dengan total berat 41 gram,” jelasnya.

Ditambahkan Slamet, bahwa S ini berperan sebagai kurir. Ia mendapatkan shabu itu dari daerah aceh yang dipasok tersangka RZ yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Disamping itu, tersangka S mengakui perbuatan nya itu. Dia menjual hanya untuk menghabiskan stok narkoba yang telah lama ia simpan.

“Cuman mau habiskan barang aja. Barang ni sisa titipan kawan yang dari Aceh. Daripada terbuang, saya jual sikit sikit,” Jawabnya.

Tak hanya itu, tersangka yang bekerja sebagai buruh instalasi listrik itu pun mengkonsumsi barang haram tersebut. Kini ia pun harus mendekam dalam sel tahanan Polsek Bukit Raya.

Sumber : riau.haluan.co