Koranriau.com, Para ilmuan kini semakin dekat dengan temuan vaksin pertama untuk Virus Corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan Menteri Sains dan Teknologi Israel Ofir Akunis Kamis lalu.
Menurutnya, vaksin itu akan siap dalam beberapa pekan ke depan dan tersedia dalam waktu 90 hari lagi jika semua proses berjalan lancar.

“Selamat kepada MIGAL (Institut Penelitian Galilee) atas terobosan ini. Saya yakin akan kemajuan yang pesat ini sehingga kita bisa merespons ancaman global Covid-19,” kata Akunis, seperti dikutip laman the Jerusalem Post dan dilansir laman Sputnik News, Jumat (28/2/2020).

Para ilmuwan itu selama empat tahun terakhir sudah bekerja untuk mengembangkan vaksin virus bronchitis (IBV), masih jenis virus corona yang menyerang ayam. Setelah ilmuwan melihat mengetahui DNA dari virus Covid-19, para peneliti MIGAL menemukan IBV secara genetik mirip dengan virus corona baru itu dan metode infeksinya juga sama.

Terkait :   Dahsyat, Daun Gatal Dari Papua Dapat Mengobati Pegal Seluruh Tubuh

Karena alasan itulah para ilmuwan Israel kini tengah mengembangkan vaksin IBV, supaya bisa segera menemukan vaksin untuk Covid-19 lebih cepat, kata Dr Chen Katz, kepala bioteknologi MIGAL.

“Konsep dasar kami adalah untuk mengembangkan teknologi dan tidak hanya spesifik untuk jenis virus tertentu. Kerangka kerja ilmuwan untuk vaksin ini berdasarkan vektor protein baru yang membentuk dan mengeluarkan protein yang larut hingga memicu antigen viral jaringan mukosa yang terbentuk sendiri hingga menyebabkan tubuh memproduksi antibodi untuk virus ini,” ujar Katz merujuk vaksi IBV.

menurut Katz, vaksin IBV itu nantinya akan dimodifikasi untuk Covid-19.

“Yang perlu kita lakukan hanyalah menyesuaikan sistem ini ke virus corona jenis baru ini. Kita sedang mengerjakan ini dan semoga dalam beberapa pekan kita sudah punya vaksinnya. Betul, dalam beberapa pekan, jika semuanya lancar, kita akan punya vaksin untuk mencegah virus corona.”

Terkait :   Gerindra Menginginkan Kepada Anies Bangun Rumah Sakit yang Sediakan Ruang NICU Bayi

Meski MIGAL tengah mengembangkan vaksin baru, namun obat masih diperlukan untuk menjalani uji klinis dan produksi massal sebelum tersedia secara komersil.

CEO MIGAL David Zigdon mengatakan mereka saat ini tengah berupaya agar vaksin baru ini segera disetujui secepatnya.

“Karena saat ini ada keperluan mendesak vaksin untuk virus corona, maka kami berusaha melakukan apa saja untuk mempercepat prosesnya,” kata Zigdon seraya menambahkan, obat yang diminum akan segera bisa disetujui dalam waktu 90 hari lagi.

Sumber : merdeka.com