Koranriau.com,

Adanya perdamaian, tidak membuat Arie Sumarna lolos dari jeratan hukum. Bahkan anak Bupati Rokan Hilir (Rohil) itu harus merasa dinginnya lantai di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Pekanbaru.

Arie merupakan tersangka dugaan penganiayaan terhadap korban Asep Feriyanto. Penanganan perkaranya dilakukan oleh penyidik Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru.

Pada Jumat (28/2) ini, penanganan perkara itu dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Itu dilakukan setelah berkas perkara Arie Sumarna dinyatakan lengkap atau P-21.

“Hari ini kita menerima pelimpahan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik,red),” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Pekanbaru, Robi Harianto, Jumat siang.

Usai pemeriksaan kelengkapan administrasi tahap II, tersangka digiring ke mobil tahanan Kejari Pekanbaru. Dia selanjutnya dibawa ke Rutan Pekanbaru untuk dilakukan penahanan.

“Iya, ditahan. Dititipkan di Rutan Pekanbaru untuk 20 hari ke depan,” sebut mantan Kasi Intelijen Kejari Batam, Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Robi tidak menampik adanya surat perdamaian antara tersangka dan korban. Menurut dia, hal itu tidak menghapus pidana terhadap diri tersangka.

Terkait :   Sekdaprov dan Tim Lohan Korea Bahas Master Plan Sungai Siak

“Ada (surat perdamaian). Tapi kan perdamaian itu tidak menyampingkan (pidana). Nanti saja (di pengadilan),” tegas Kasi Pidum Kejari Pekanbaru itu.

Penetapan Arie Sumarna diketahui dari Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterima pihak Kejaksaan pada 14 Februari 2020 lalu.

Arie diduga melakukan pengeroyokan bersama dua orang rekannya, masing-masing berinisial A dan B. Ketiganya melakukan penganiayaan terhadap Asep Feriyanto (37) hingga tak sadarkan diri.

Aksi barbar itu terjadi di parkiran Hotel Mona Plaza, Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru. Pasca kejadian itu, Arie kemudian diamankan petugas dan telah menyandang status tersangka. Sementara dua rekannya melarikan diri dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dari informasi yang diperoleh, Arie Sumarna bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil. Selain itu, pria berusia 33 tahun itu juga menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kabupaten setempat.

Data yang dihimpun, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Kamis (13/2) sekitar pukul 00.30 WIB. Awalnya, Arie mendapat kabar jika pacarnya berinisial R sedang berduaan dengan seorang lelaki di hotel tersebut. Arie bersama 2 orang temannya, langsung mendatangi hotel yang dimaksud untuk mengecek kebenarannya.

Terkait :   "Kita Harus Meningkatkan (alutsista)"kata Prabowo Tentang Rapat Soal Natuna

Sesampainya di sana, Arie mendapati pacarnya, ternyata sedang berduan dengan korban. Melihat hal itu, Ari naik pitam dan emosinya memuncak. Dia pun secara brutal memukuli korban bersama kedua rekannya.

Akibatnya, korban mengalami luka pada bagian wajah, dahi serta kening. Perkelahian itu sempat ditegah oleh R, pacar pelaku. Namun usahanya sia-sia.

Aksi pemukulan tersebut baru bisa dihentikan setelah 2 orang karyawan hotel yang mengetahui adanya keributan, datang dan mengamankan pelaku.

Pihak hotel kemudian menghubungi petugas dari Polsek Tampan. Tak lama berselang, petugas yang tiba di lokasi, mengamankan pelaku dan membawanya ke kantor polisi. Namun akhirnya, proses penyidikan perkara diambil alih oleh Polresta Pekanbaru.

Sementara korban yang mengalami luka parah, dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

 

Sumber : riau.haluan.co