Koranriau.com, Karena percaya diri memiliki jimat dan jenglot, seorang pria, Andres Komarudin nekat melakukan perampasan angkutan kota (Angkot).

Peristiwa perampasan itu terjadi saat korban yang berprofesi sebagai sopir, Jalaludin (28) menunggu penumpang di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (26/2/2020).

Andres tiba-tiba datang sambil membawa golok sambil meminta korban turun di kursi kemudi. Ia secara paksa meminta korban duduk di kursi penumpang. Padahal kondisi jalanan saat itu tidak terlalu sepi. Andres pun melajukan mobil tanpa ragu.

Tanpa sepengetahuan Andres, korban di kursi penumpang mengabari lokasi keberadaannya kepada rekan sesama profesi. Akhirnya teman korban melakukan pengejaran bersama kepolisian.

Tak lama kemudian, Andres berhasil dikejar dan sempat menerima amukan teman-teman korban. Polisi yang berada di lokasi kejadian berhasil melerai dan mengamankan pelaku.

Terkait :   PT Teso Indah Akan Segera Jalani Persidangan Karhutla

Kapolsek Regol Kompol Auliya Djabar mengungkapkan, dari tersangka, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti berupa golok dan beberapa barang yang dipercayai pelaku sebagai jimat.

“Ada benda berupa jenglot, kemudian ada sabuk jimat, dan sebilah golok. Barang (jimat) itu dipercayai pelaku supaya kebal dan membuat kepercayaan dirinya tinggi,” kata Auliya.

Berdasarkan keterangan saksi, Andres kerap melakukan pemalakan kepada sopir angkutan umum. Lalu, data yang didapat, diketahui bahwa tersangka merupakan residivis dengan kasus curanmor dan penusukkan.

“Dalam kasus ini, pelaku kita sangkakan dengan pasal 365 tentang pencurian disertai kekerasan. Ancaman pidananya di atas lima tahun,” kata Auliya.

Di tempat yang sama, Andres mengaku benda yang dipercayai sebagai jimat itu merupakan pinjaman dari saudaranya. Ia membutuhkannya untuk menjaga diri karena usahanya mencari uang dengan cara memeras sopir.

Terkait :   Bandar Narkoba Ditembak Mati, 1,5 Kilogram Sabu Disita

“Setiap hari saya bawa jimat dan golok itu. Buat jaga diri,” ucap dia.

Sumber : merdeka.com